@peachfullie Oh, minuman kesukaannya. Rupanya pemuda di hadapannya itu sangat observatif, dan itu membuat Dhanan tersentuh.
βTerima kasih, dek.β Sedetik kemudian kecupannya mendarat di dahi Shane.
@peachfullie βKalau dari kamu saya suka kok.β Senyum khasnya hingga kedua netranya hanya jadi segaris lengkung itu terlihat. βMemang hadiahnya apa?β
@peachfullie Senyum perlahan hiasi wajahnya. Kecupan dari Shane terasa begitu manis dan lembut. Dengan satu gerakan ringan, Dhanan tarik pinggang Shane hingga tubuh mereka menempel satu sama lain.
βTerima kasih, dek.β Ujarnya hangat.
@peachfullie Sebelum meninggalkan bar bersama Shane, Dhanan berikan tatapan penuh arti pada teman-temannya yang secara diam-diam menyoraki dari jauh.
Malam tentu belum berakhir untuknya dan Shane.
γ ‘ END
@peachfullie Ia kembali terkekeh. Pemuda di hadapannya itu sangat menggemaskan.
βππΆπ³π¦. Ndak usah khawatir kalau itu. Yuk sekarang?β mereka bangkit hampir bersamaan, menuju ke resepsionis untuk memesan kamar, lebih tepatnya Dhanan yang pesan.
@peachfullie Pemuda itu balas menyentuhnya, sebuah reaksi yang terbilang positif menurut Dhanan. βSama temen kok, tuh di pojok.β ia tunjuk kempulan orang di sana hanya dengan lirikan mata. Saat ini mereka tidak terlalu penting.
βTapi saya hampiri kamu karena kayaknya dari tadi sendiri.β
βSerius ini kebetulan sekali.β Dhanan bergeser, duduk mendekati pemuda tersebut.
Ia jadi makin penasaran. βKalau boleh tahu kamu umur berapa?β Karena kini menggunakan bahasa Indonesia, mereka jadi makin leluasa mengobrol.
@peachfullie
@peachfullie Mata Dhanan otomatis melebar, sebuah kebetulan yang lucu. Dhanan yang juga punya ayah dari Surabaya merasa mungkin malam itu mereka memang ditakdirkan untuk bertemu.
βIya? Wah ndak nyangka saya. Kalau saya, pihak ayah yang orang Surabaya.β
Makin terlihat manis dari dekat. Mungkin keputusan Dhanan untuk hampiri Shane adslah keputusan yang tepat.
βKalau iya, boleh saya temani? π π€π’π― π£πΆπΊ πΊπ°πΆ π’ π₯π³πͺπ―π¬.β
@peachfullie
@peachfullie Melihat yang lebih muda langsung memperkenalkan diri, Dhanan tersenyum makin lebar.
βSaya Dhanan, sendiri saja, Shane?β Netranya terfokus pada kerlip terang di mata adam yang baru saja ia dengar namanya. Ia terlihat agak π΅πͺπ±π΄πΊ bisa dilihat dari pipinya yang semu merah.
Tapi yang temannya tidak tahu, Dhanan memang sudah berniat melakukannya. Sejak tadi pemuda berambut terang itu menarik perhatiannya. Ia terlihat sedikit muram di hari secerah ini.
βκ·Έλ. ν΄λ³΄μ. (Oke, coba deh.)β Jawab Dhanan dan langsung beranjak dari duduknya.