Bayangin, tanganmu diborgol, kakimu diiket, terus kamu diceburin ke waduk. Ngga ada yang liat seberapa tersiksanya kamu waktu air mulai penuhin paru paru. Ngga ada yang liat seberapa putus asanya kamu waktu matamu masih bisa natap matahari dan langit biru, tapi kamu sadar, kamu ngga bisa ngapa ngapain. Alm Bapak Sumarna, security Waduk Jatiluhur yang meninggal. Dia meninggal karena berupaya membubarkan kerumunan anak muda tapi dia dilakban dan diceburkan ke waduk. Jasadnya baru ditemukan jam 11.00 Katanya para pelaku masih SMP
semoga seluruh pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. @prabowo@ListyoSigitP@DivHumas_Polri@DediMulyadi71 bantu di followup bang budi @BudiBukanIntel
Ada yg pernah ke Goa Selomangleng, Kediri?
Lepas dari cerita sejarah di belakangnya, saya terkesima dengan kemampuan pemahatan goa buatan ini. Seluruh ruang itu dipahat langsung pada satu tubuh batuan vulkanik yang sangat keras, bukan disusun dari balok-balok batu.
Fasad gua yang dipotong dari singkapan batu andesit atau breksi vulkanik. Bukaan pintunya dibingkai pahatan kepala kala yang berfungsi sebagai pelindung simbolis. Di depan gua masih terdapat arca yang kini telah aus oleh cuaca, atau mungkin dirusak orang.
Detail kepala kala di atas pintu. Mata melotot, hidung besar, gigi bertaring, dan wajah yang menganga merupakan ciri khas seni arsitektur Jawa Timur abad ke-12 hingga ke-14. Reliefnya dipahat mengikuti permukaan batu, bukan ditempel. Ketelitian pahatan pada mata, gigi, hingga motif rambut menunjukkan penguasaan teknik yang luar biasa.
Di bagian dalam goa seluruhnya dipahat dengan relief. Meskipun banyak bagian telah mengalami pelapukan, lipatan kain, perhiasan, dan proporsi tubuh masih dapat dikenali. Bayangkan bekerja di ruang sempit, hanya dengan pahat besi dan palu, sambil memastikan komposisi relief tetap proporsional.
Saya membayangkan para undagi kuno ini begitu telaten. Mereka memilih batuan yang cukup padat dan tidak banyak retakan; membayangkan bentuk ruang tiga dimensi sebelum mulai memahat;
mengeluarkan berton-ton batu dari bagian dalam; menjaga agar atap tidak runtuh; baru kemudian mengerjakan relief dan ornamen yang sangat halus.
Sedikit saja salah memukul, retakan bisa menjalar dan merusak seluruh komposisi. Kesalahan hampir tidak bisa diperbaiki.
Sulit rasanya, melihat karya serupa ini dibuat saat ini, sekalipun dg peralatan modern.
Dalam Prasasti Panggumulan ini ada jabatan yang cukup unik, 'kalaŋ tuŋgū duruŋ', yang bisa diartikan sebagai orang Kalang penunggu lumbung padi, atau bisa juga orang Kalang dan seseorang yang menjaga lumbung padi.
'kalaŋ tuŋgū duruŋ' ini termasuk salah seorang pejabat desa yang masih aktif menjabat (rāma māgaman). Namun jika kalaŋ tuŋgū duruŋ merupakan dua jabatan yang dipegang oleh satu orang, maka orang tersebut bekerja rangkap, yaitu sebagai kalaŋ dan sebagai tuŋgū duruŋ (penjaga lumbung padi). Sebagimana tertulis dalam Prasasti Panggumulan, 'kalaŋ tuṅgūduruŋ si tuḍe rama ni baiśākha': dari kelompok Kalang penunggu lumbung padi tersebut bernama Tuḍe, ayah dari Baiśākha.
Janji politik seorang raja yang diucapkan ketika masa-masa sulit wajib ditepati setelah berjaya (jangan menunggu diingatkan oleh rakyatnya). Itu kira-kira salah satu makna yang tersirat dari Prasasti Baru, ditetapkan 28 April 1030.
Prasasti ini penting karena mencatat masa-masa Mahārāja Airlangga ketika berusaha membangun kembali kerajaan di Wwatan Mas pasca peristiwa mahapralaya yang melanda istana Wwatan.
Mahārāja Airlangga memberikan anugerah kepada warga desa Baru berupa status sīma sebagai balas budi karena desa tersebut telah menjadi tempat bermalam atau berlindung bagi Airlangga beserta pasukan saat melancarkan serangan terhadap Ratu Hasin dan memenangkan pertempuran, yang menjadi faktor kunci dalam upayanya menyatukan kembali wilayah-wilayah yang pernah dikuasai oleh Śrī Iśāna Dharmmawangśā Tguh.
Kekalahan Ratu Hasin ini dianggap sebagai bukti nyata yang bisa dilihat oleh seluruh negeri (warttamana katon denikanang rat kabeh) bahwa Mahārāja Airlangga adalah penguasa yang sah dan berhak menyatukan seluruh wilayah. Hal ini penting untuk memulihkan kembali kepercayaan rakyat setelah mahapralaya.
Prasasti ini juga menunjukkan adanya kontrol birokrasi, seperti tertulis bahwa raja "diingatkan" (pinituturan) oleh pejabat lokal yaitu samgat landayan dan samgat lucêm, agar Mahārāja Airlangga tidak melupakan janji politiknya ketika hendak bermalam di desa Baru, yaitu menganugerahkan status sīma karena seluruh warga desa Baru, baik tua maupun muda (matuha manwam), telah bersatu mendukung raja menumpas musuhnya. Karena bantuan warga desa Baru menjadi kekuatan tambahan bagi bala pasukan pelindung Mahārāja (balaraksaka).
INOVASI CERDAS BANGLADES
Menanam sayur mengapung di atas air.🌱🌱🌿💧
Dengan memanfaatkan eceng gondok sebagai media tanam..!!🤔
pasti bingung kan, mending simak sampe akhir dan bisa kamu tiru di rumah...
apakah ada yang ingin mencoba?
Guys, gue mau cerita soal sesuatu yang banyak orang salah baca dari awal.
Tomoro Coffee.
Yang banyak orang kira brand lokal.
Yang kopinya bisa dapat Rp9.000 pakai promo.
Yang dalam kurang dari setahun buka 200 cabang.
Yang sekarang sudah nomor 1 di Jabodetabek dari sisi jumlah gerai.
Ternyata bukan bisnis kopi.
Dan itu bukan kalimat lebay.
Itu literally inti dari seluruh strategi mereka.
Siapa di balik Tomoro:
CEO-nya Xing Wei Yuan dipanggil Star.
Background-nya: eks co-founder J&T Express dan eks direktur Oppo.
Pernah bangun Imoo jam tangan anak-anak berbasis teknologi.
Tidak ada pengalaman di FnB sama sekali.
Dan justru itu yang membuat Tomoro berbeda dari semua coffee chain lain yang ada sekarang.
Kenapa orang yang tidak paham kopi justru bisa menang di bisnis kopi:
Ini yang paling penting dipahami.
Kebanyakan orang yang mau buka bisnis kopi mikirnya begini: harus punya kopi enak, biji pilihan, barista handal, tempat yang estetik.
Tomoro tidak bermain di sana.
Mereka bermain di sesuatu yang jauh lebih susah dan jauh lebih powerful: store economics.
Artinya: setiap cabang dihitung sampai ke angka paling kecil.
Listrik.
Cicilan mesin.
Upah barista.
Food waste.
Waktu idle mesin.
Biaya pengiriman bahan baku ke setiap outlet.
Sampai semua itu dioptimalkan baru direplikasi ke cabang berikutnya.
Hasilnya:
biaya operasional serendah mungkin. Margin sesehat mungkin.
Dan harga jual bisa ditekan sampai level yang membuat kompetitor bingung ini mereka untung dari mana?
Satu keputusan teknis yang mengubah segalanya:
Kompetitor seperti Kopi Kenangan dan Janji Jiwa pakai mesin kopi yang semi-manual biji kopi harus digiling dulu, baru masuk espresso machine, baru diolah barista.
Tomoro pakai mesin Eversys fully automated. Taruh biji kopi, langsung keluar kopi jadi.
Implikasinya:
Satu — barista tidak perlu terlalu terampil.
Cukup tahu cara pencet tombol.
Biaya SDM turun.
Dua — kecepatan produksi meningkat.
Satu mesin bisa serve lebih banyak pelanggan dalam waktu yang sama.
Tiga — konsistensi rasa terjaga karena manusia variabelnya dikurangi.
Gerai Tomoro kecil-kecil.
Barista sedikit.
Tapi throughput-nya tinggi.
Biaya operasional rendah.
Itulah kenapa harganya bisa Rp9.000-15.000 dan mereka masih bisa survive.
Kenapa Kopi Kenangan tidak bisa langsung tiru ini:
Sederhana: mereka sudah punya 900+ cabang dengan mesin lama. Untuk replace semua mesin itu biayanya jauh lebih besar dari keuntungan yang didapat dari efisiensi. Mereka terjebak oleh skala yang sudah terlanjur besar.
Tomoro masuk belakangan tapi justru itu keuntungannya. Mereka belajar dari semua kesalahan yang sudah dilakukan kompetitor. Dan langsung bangun sistemnya dari nol dengan teknologi yang lebih efisien.
Strategi pasar yang sangat cerdas:
90% konsumsi kopi Indonesia adalah kopi sachet. Bukan Starbucks. Bukan Kopi Kenangan. Tapi Kapal Api, Nescafe, Good Day yang dijual ribuan rupiah di warung.
Tomoro tidak menyasar pengguna Starbucks atau Kopi Kenangan. Mereka menyasar pengguna kopi sachet yang selama ini tidak pernah terpikir beli kopi gerai karena terlalu mahal.
Dengan harga Rp9.000-15.000 bahkan kadang lebih murah dari secangkir kopi sachet dengan susu Tomoro mengkonversi segmen yang selama ini tidak pernah disentuh oleh coffee chain manapun.
Dan mayoritas konsumen Indonesia memang willing to spend Rp11.000-30.000 untuk kopi. Persis di zona Tomoro.
Aplikasi adalah senjata tersembunyi:
Promo Rp9.000 hanya bisa diakses lewat aplikasi Tomoro.
Ini bukan sekadar cara jualan murah. Ini adalah cara mengumpulkan data pelanggan dari transaksi pertama. Nama. Lokasi. Frekuensi beli. Preferensi menu. Semua terekam.
Dengan data itu mereka bisa bangun sistem CRM yang membuat setiap kampanye marketing jauh lebih presisi dan lebih murah daripada iklan konvensional.
Ini bukan bisnis kopi. Ini bisnis teknologi yang kebetulan menjual kopi:
Founder-nya sendiri bilang: dalam 5 tahun dia mau Tomoro sebesar J&T atau Oppo. Bukan sebesar Starbucks atau Kopi Kenangan.
J&T dan Oppo adalah perusahaan teknologi dengan valuasi di atas Rp100 triliun. Bukan coffee chain.
Artinya Tomoro sedang membangun platform teknologi berbasis data konsumen yang kebetulan entry point-nya adalah kopi murah. Sama persis seperti J&T masuk lewat bisnis logistik, tapi sebenarnya membangun ekosistem teknologi distribusi.
Apakah Tomoro akan bertahan jangka panjang:
Ini pertanyaan yang jujur belum bisa dijawab dengan pasti.
Resikonya ada: apakah repeat purchase akan konsisten setelah promo habis? Apakah kualitas rasa cukup untuk mempertahankan loyalitas? Apakah ekspansi ke 1.000 cabang bisa dijaga unit economics-nya tetap sehat?
Tapi yang sudah terbukti: dalam waktu sangat singkat dengan modal teknologi dan efisiensi operasional Tomoro berhasil masuk ke pasar yang sudah sangat ramai dan langsung menjadi nomor satu di Jabodetabek dari sisi jumlah gerai.
Itu bukan keberuntungan. Itu eksekusi sistem yang sangat terencana.
Pelajaran yang bisa diambil untuk bisnis lokal:
Satu — bisnis FnB bukan tentang produk yang paling enak. Tapi tentang sistem yang paling efisien.
Dua — masuk belakangan bukan selalu kerugian. Bisa jadi keuntungan karena bisa belajar dari semua kesalahan yang sudah dilakukan pemain sebelumnya.
Tiga — teknologi bukan hanya untuk startup digital. Bisnis kopi pun bisa dimenangkan dengan pendekatan teknologi yang tepat.
Empat — segmen pasar yang paling besar seringkali justru yang paling diabaikan. Kopi sachet adalah pasar terbesar kopi Indonesia dan tidak ada satu pun coffee chain yang menyentuhnya sampai Tomoro datang.
Raja Siam Chulalongkorn meminta langsung arca Ganesha di Candi Singosari ini ke Residen Pasuruan yang mendampinginya sepulang dari Gunung Bromo pada bulan Juli 1896.
Ketidakpedulian pemerintah kolonial yang menganggap arca ini tidak memiliki ‘nilai estetika’ yang tinggi memudahkan Chulalongkorn untuk memboyongnya pulang bersama dengan 8 gerobak berisi relief² serta arca² dari Borobudur dan Prambanan.
di antara sekian banyak ‘hadiah’ (wujud kebaikan) yang pernah keluarga beri untukmu, apa yang paling berkesan sampai hari ini? mainan? makanan? pakaian? pengalaman? atau… waktu?
Jangan terbuai konten2 resign terus berkebun di desa, dan hidupnya keliatan slow living. Kecuali kalo udah berduit ya.
Berkebun itu hobi. Kalo bertani itu kerja keras. Dan gak akan se-slow living living itu, bahkan lebih kerja keras.
😂😂😂
Orang Afrika menyebutnya "poor man's meat." Sedangkan di Indonesia, kita rebus terus buang airnya.
Daun yang kamu suka temui di menu masakan padang ini sebenarnya salah satu tanaman paling underrated di planet ini.
Ini faktanya👇🧵
SUMPAH JANGAN SAMPE NYESEL USIA 35 BARU TAU INI 😭😭😭
1.Sering lemes → B12 / B Complex
2.Mudah sakit → Vitamin C
3.Tulang mulai ngilu → Calcium + D3
4.Susah tidur → Magnesium
5.Kulit kering → Vitamin E
6.Jerawatan → Zinc
7.Mata capek → Vitamin A
8.Pusing karena kurang darah → Zat Besi
9.Rambut rontok → B Complex / Zinc
10.Badan gampang capek → B Complex