Anakku yang masih kelas 2 SD tiba-tiba bilang, “Buu, kasihan banget karhutlanya nggak padam-padam. Jahat banget Prabowo.”
Aku kaget. Sebenci-bencinya aku, aku nggak pernah ngomongin politik di depan anak. Rasanya belum tega.
Aku tanya, “Kok A ngomong gitu? Kenapa Prabowo?”
Dengan polosnya, anakku jawab, “Kan Prabowo pemimpin. Kata Ayah, kalau di rumah ada yang nggak beres, rusak, atau Gandhi/Hanna nakal, yang salah Ayah. Karena Ayah pemimpinnya.”
ANAK KELAS 2 SD AJA NGERTI, ZERR 😭
Aku langsung peluk erat anakku. Nggak tega dia harus tumbuh besar di tengah carut-marutnya negara ini 💔
Ciri-ciri orang belum melek politik sepenuhnya :
1. nge fans KDM atau Sherly.
Ciri-ciri orang yg tidak bisa diselamatkan :
1. Dukung Prabowo, Gibran, jokowi, Bahlil.
normalisasi ngeblock, cut off, & antemi teman-teman kamu yg gak napak tanah, yang selalu ngereply story-story medsos politis kamu dengan kalimat “jangan salahin presiden terus dia gak tau apa-apa, kalau gak suka pergi dari indonesia, nyalahin pemerintah terus pantes miskin, etc”
WNI itu nggak gila aja udah HEBAT.
• Puluhan ribu anak keracunan MBG
• Hutan dibakar
• KDMP yang bikin negara rugi
• BBM mahal dan langka
• Diuberin pajak dari segala penjuru
• Pengangguran melimpah ruah
• IHSG ambruk
• Preman menguasai negara
GONG SUPER GONGG
Gila woyyy si Tasyi ada aja idenya.
Kreatif parah ini orang Bikin Mahakarya sebuah lukisan dari makanan yang bisa di Bakar🔥🔥
Tasyi tulis:
“Aku persembahkan sebuah karya , Lukisan Coklat Burn Away yang menampilkan pulau Kalimantan🥺🇮🇩
Melalui karya ini, aku ingin memperlihatkan sesuatu yang menyakitkan. Bagaimana sebuah pulau yang begitu indah perlahan berubah menjadi lautan api.”
Netral itu boleh untuk perkara selera. Netral untuk perkara pelanggaran hak asasi manusia, artinya kamu enabler; sama saja dengan mendukung pelaku pelanggaran.