Haji Isam ditunjuk langsung sama Prabowo untuk menangani penanggulan hutan yang terbakar di Kalimantan. Wallahi, we are finished. Nunjuk juragan sawit dan tambang buat ngurusin Karhutla. Ini mah bukan nyari solusi, tapi nyerahin kunci gudang ke malingnya langsung. Lord, save our lungs.
true, ga ada satu kata pun dalam sesi doa tadi yg mendoakan korban gempa NTT
menag:
"kami bersyukur, di bawah pemerintahan prab-gib tercapai puncak kerukunan agama tertinggi, 77,85 %"
"seandainya engkau hanya menerima 1 doa, maka kabulkanlah doa pemimpin negri kami krn doanya pasti berdampak bagi seluruh bangsa"
“tempat berlindung dihari tua~” idk how to say, i’m just crying.
- NTT per pukul 09.53 ini masih gempa
- Aceh belum pulih
- ekonomi semakin sulit
- kriminalitas merajalela
- korupsi dimana-mana
- hukum tajam kebawah tumpul keatas
kemana harus mengadu, even our mr president mengusir rakyatnya sendiri. and i? i still stayed…
— 17 agustus 2026, perayaan hari kemerdekaan yang “tidak merdeka”
Hari ini NTT gempa besar sekali...
Kalau 17an masih ada parade udara nambahin polusi Jakarta dan ga alokasi sumber daya untuk evakuasi.
Artinya emang ga ada empatinya aja...
guru asn gugat aturan telat perpanjang sim harus bikin baru:
- ahmad royani guru asn gugat pasal 85 ayat 2 uu llaj ke mk
- dia telat perpanjang sim cuma 3 hari karena lagi sibuk urus asesmen siswa
- pas dateng ke satpas malah ditolak
- dan disuruh bikin sim baru dari nol
- dia harus ulang ujian teori dan praktik kayak pemula
- padahal udah lama bisa nyetir
- menurutnya ini rugiin waktu tenaga dan biaya yang gak sebanding
- dia bandingin sama stnk yang telat cuma kena denda gak sampe dihapus registrasinya
Di 2023 doi uda terang benderang kok mengakui: “banyak aset saya, banyak pabrik saya yg mandek, karna saya tidak dpt kredit, karna saya tidak berkuasa 20 tahun.”
Dari situ bisa ditebak motifnya berkuasa.
Kasian. Dulu di era Habibie, bikin pesawat. BPPT sudah bikin pesawat nirawak dan banyak temuan lain. Eijkman pernah melahirkan banyak riset ilmiah fundamental, peta keanekaragaman genetik, dan standar teknologi biomolekuler kelas dunia. Kedua lembaga itu sekarang dah di lebur di BRIN bersama banyak lembaga riset lain. Produk yg kini dibanggakan ke Presiden: sepatu karet!
KDM HILANG ⏳️
Korban yang sudah jatuh kurang lebih 7 orang, dengan berbagai luka dibagian tubuhnya. lokasi = desa sukajaya kec. tamansari kab. bogor
Rakyatnya Pemimpinnya
#intinyadeh ratusan siswa SMKN 6 Semarang keracunan menu MBG.
Ambulans dtg anter2in korban. Dari speaker sekolah diumumin “mohon tidak didokumentasikan”
Jumlah korban awalnya 690, bertambah jd 707 siswa.
Sejumlah siswa mendapati ayam masih mentah, ada ulat di olahan sayur.
Sakit hati bacanya. Ku gk bisa prajab gara² tabungan honorer gk cukup utk hidup di perantauan, temenku digaji cm ratusan ribu pdhl ASN, murid²ku kepanasan di kelas gara2 gk ada kipas, mrk jg mesti nyicil LKS 1 smstr br lunas, smntr 1 triliun dipakai CUMA UTK TERIAK² DAN YEL²?! 💔
“Sekolah sudah rusak sebelum ada MBG” Benar. Tapi itu justru memperkuat kritik, bukan melemahkannya. Kalau sekolah memang sudah rusak lama, kenapa prioritas pembangunan dapur MBG yang mengkilap biru lebih cepat daripada perbaikan ruang kelas? Publik melihat prioritas anggaran, bukan urutan waktu kerusakan. Kalau dapur bisa dibangun cepat dan bagus, kenapa ruang belajar anak-anak tidak bisa? Ini bukan soal “dulu juga rusak”, tapi soal prioritas hari ini.
Lalu dia bilang “Cukup lapor ke Dikdasmen, pasti diperbaiki” Ini pernyataan yang sangat naif atau sangat abai terhadap realitas birokrasi. Kalau cukup lapor lalu pasti diperbaiki, kenapa masih banyak sekolah yang kondisinya parah sampai viral, bahkan di dekat kampung asal dia? Kenapa harus nunggu foto siswa makan di depan kelas roboh baru bergerak? Sistem yang mengandalkan “lapor dulu baru diperbaiki” justru menunjukkan lemahnya perencanaan dan monitoring.
Klaim “sudah perbaiki 16 ribu, sekarang 70 ribu” Angka ini perlu dilihat hati-hati. Di mana saj? Itu target/klaim renovasi, bukan otomatis berarti semua sekolah yang rusak berat sudah layak pakai. Yang viral biasanya bukan sekadar “cat mengelupas”, tapi struktur yang berbahaya. Klaim kuantitas tanpa kualitas dan transparansi data publik justru mudah jadi senjata makan tuan.
Jadi, inti masalahnya justru ketika dapur MBG mengkilap bersih di sebelah kelas yang amburadul, masyarakat melihat kontradiksi nyata: ada uang untuk infrastruktur gizi, tapi infrastruktur pendidikan dasar masih ditunda. Ini bukan “membanding-bandingkan yang tidak nyambung”, ini melihat alokasi sumber daya negara. Kalau argumennya “dua program berbeda”, maka kenapa program yang satu terlihat sangat diutamakan secara visual dan cepat, sementara yang lain masih mengandalkan laporan masyarakat?