After a certain age, your parents slowly become your children. They ask simple questions, repeat stories, and depend on your patience the way you once depended on theirs. Very few understand this role reversal. What looks like innocence or inconvenience is really time coming full circle. Don't correct them harshly. Don't rush them. Care for them the way they once protected you. This is not a burden. It is repayment.
Untuk standarku, nemuin pasangan yg pinter atur duit bukan berarti harus jago investasi di saham
Bbrp temenku yg laki gak investasi di sana, tapi yg penting uang gak kegerus inflasi, lalu diputer ke bisnis konvensional yg profil risikonya masuk ke diri masing2 — itu udah oke banget
Atau kalo gak puterin uang, minimal kita tau dulu gimana dia bersikap terhadap uang. Kayak seberapa konsisten bayar cicilan, punya dana darurat apa engga, mau investasi leher ke atas apa engga, dan sekonsumtif apa
Tapi soal menemukan yg seperti itu, aku gak bisa kasih tips lebih, karena masih jomblo. Kalo tips supaya ada di lingkungan seperti itu, usahain masuk ke lingkungan itu juga dengan cara upgrade diri & skill. Semangat!
Semakin bertambahnya usia, semakin merasa harus ramah ke setiap orng yg ditemui.
Karena kita ga tau beban apa yg mreka pendam.
Ada orng yg mengubur mimpinya dalam2, karena dia tau mimpinya sulit diwujudkan.
Waktunya bahas the man behind it all. Siapa lagi kalo bukan Unai Emery, yang punya turnamen. Unai Emery League.
Pelatih edan, bisa juara UEL 5 kali. Tadi malem di pitch-side interview bareng TNT Sports, Unai bilang kalo dia bakalan terus ambisius buat trofi lain, tapi wajib di-support owner dan semua orang yg kerja di Aston Villa, termasuk pemain.
Unai gak main-main, tapi beneran nuntut itu semua. Jadi semuanya jelas, tapi tetep realistis.
Soalnya, trofi semalem mestinya jadi trofi UEL ke-6 dia, kalo aja 2019 gak kalah lawan Chelsea, waktu ngelatih Arsenal.
Throwback ke satu-satunya kekalahan Unai di final UEL. Enam tahun lalu, Unai cerita ke The Guardian. Dia bilang kalo bbrp pemain punya mental yang labil dan gak commit. Hari ini bilang iya, besoknya bilang gak.
“Di Baku [venue stadion final waktu itu] Chelsea emang lebih oke, saya sepakat. Di babak kedua, Hazard yg bikin pembeda.
..nah, kalo komitmenmu turun ke bawah 100% tuh dirimu bisa kalah, dan itulah yg terjadi.” kata Unai.
Abistu, Unai juga admit banyak kesalahan. Contohnya, 4 kapten sekaligus leader tim pergi begitu aja. Aaron Ramsey, Petr Cech, Laurent Koscielny, Nacho Monreal semua cabut.
Unai pengen winger PL-proven yg gak perlu banyak waktu buat adaptasi. Unai pengen Wilfried Zaha, tapi board milih datengin Nicolas Pepe. Dan masih banyak lg clash, kayak penunjukan Xhaka jadi kapten, Ozil yg gajinya selangit tapi performnya gak maksimal, dll. Rumit lah intinya.
Dah anggap itu masa lalu. Intinya, semalem adalah good ebening buat Unai 🏆