@rrarstra Aman.
Km pisahin aja barang berharga.
Km bawa ke kabin, jangan letak di kolong kursi. Juga kalo makan dibawa turun dari bis
Barang lainnya letak di bagasi bis.
Pada 17 Maret 2009, Maria Fransisca Bernadette Elen Sutjiadi (22 tahun), seorang perempuan muda yang sedang mencari pekerjaan (wawancara kerja di Pacific Place, Jakarta Selatan), ditemukan tewas bersimbah darah di tangga darurat antara lantai 6 dan 7 mal mewah tersebut.
Korban, yang belum pernah mengunjungi lokasi sebelumnya, dibunuh secara sadis oleh Mulyadi (saat itu berusia sekitar 29–30 tahun), seorang satpam outsourcing dari PT Gardatama Nusantara yang bertugas di tenant mal (Blitz Megaplex).
Kronologinya… Mulyadi mengincar Elen karena mengira korban memiliki banyak harta. Ia membekap korban saat keluar lift, menyeretnya ke tangga darurat yang sepi, dan menusuk berkali-kali menggunakan badik/pisau di dada, leher, serta bagian tubuh lain setelah Elen melawan.
Motif utama adalah perampokan, pelaku membutuhkan uang untuk cicilan motor. Setelah membunuh, ia mengambil tas dan barang milik korban.
Mayat Elen ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB. Polisi menangkap Mulyadi pada 11 April 2009 di kosannya di Kampung Rambutan, Jakarta Timur, berdasarkan rekaman CCTV dan barang bukti (pisau pembunuh, tas korban, jaket berdarah). Ia bertindak sebagai pelaku tunggal.
Mulyadi divonis 8 tahun penjara atas pembunuhan disertai perampokan. Ia hanya menjalani sekitar 4,5 tahun dan dibebaskan sekitar awal 2014.
Namun, baru 3,5 bulan setelah bebas, pada Juni 2014, Mulyadi kembali melakukan kejahatan: merampok dan mencoba memperkosa seorang karyawati (Nurimah, 26 tahun) di kolong Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Lebak Bulus/Cilandak, Jakarta Selatan.
Ia ditangkap kembali dan dijerat pasal perampokan dengan ancaman hingga 15 tahun penjara.
Kasus ini sempat menjadi sorotan nasional karena terjadi di mal premium, pelaku adalah petugas keamanan, serta vonis yang relatif ringan dibandingkan ancaman hukuman mati awal.
Kasus ini juga menyoroti isu rekidivisme (kejahatan berulang) dan kelemahan sistem pemasyarakatan serta screening satpam outsourcing.
Intinya.. Kasus Elen merupakan contoh klasik kejahatan oportunis yang berujung tragis, di mana seorang petugas keamanan justru menjadi predator.
Meski pelaku telah dihukum, pembebasan dini dan pelanggaran berulang menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas penegakan hukum dan rehabilitasi narapidana di Indonesia saat itu.
We just saw the exact moment a star exploded for the first time ever.
Astronomers have achieved a rare feat: imaging the exact moment a massive star detonated—and the explosion was anything but spherical.
SN 2024ggi, a supernova located 22 million light-years away in the spiral galaxy NGC 3621, was detected a mere 26 hours after ignition. This extraordinarily early discovery allowed researchers to train the European Southern Observatory’s Very Large Telescope in Chile on the event while it was still in its infancy.
Using the technique of spectropolarimetry—which analyzes the polarization of light to reveal geometric structure—the team uncovered a surprising truth: the expanding shockwave was distinctly aspherical, elongated into an “olive” or prolate shape along one primary axis.
This asymmetry means the catastrophic rebound following the star’s core collapse did not propagate uniformly in all directions, directly contradicting the long-standing assumption that the deepest layers of a core-collapse supernova explode spherically.
The progenitor was a red supergiant 12–15 times more massive than the Sun that had exhausted its nuclear fuel, triggering gravitational collapse of its iron core. In most supernovae, the initial shape of this breakout is quickly obscured as the blast wave slams into the star’s outer envelope. Here, however, astronomers captured polarized light signatures of the still-unobscured ejecta, freezing the explosion’s geometry in time.
The discovery carries far-reaching consequences. It strongly suggests that asymmetry is common, if not universal, in the earliest phases of massive-star deaths. Current theoretical models, which often assume spherical symmetry at the core, will need significant revision. Moreover, these distorted explosions could help explain observed peculiarities in supernova remnants, the production of gamma-ray bursts, and the kicking of neutron stars and black holes to high speeds at birth.
By catching a star in the act of dying asymmetrically, SN 2024ggi has given us a vivid glimpse into the violent, chaotic physics that govern the final heartbeat of the universe’s most massive stars.
[🎞️ Artist’s animation of a supernova explosion]
[Unique shape of star’s explosion revealed just a day after detection. ESO, 2025]
Baskara Putra responds to questions about his connection with Isyana Sarasvati amid rumors of a Sauron sect:
“We’re both followers of the Dark Lord Sauron. I recruited her.”
DEFINISI SUAMI LEBIH RAPIH DARIPADA ISTRI 😭🫵🏻
Ada ga sih yang suaminya tipe bersihan gini. Rumah malah jadi cozy parah, aku mah tinggal ngikutin aja, dia yang ngatur posisi ini itu. Tapi jujur hasilnya enak diliat, rapi, dan ga bikin emosi pas nyari barang 🫶🏻🫶🏻🫶🏻