Mau ngikutin cara pensiun Raditya Dika (4%)?
Pengeluaran per tahun x 25 (100%:4%) 90.000.000x25 =2.250.000.000
Jadi, kita harus punya dana sekitar 2 M untuk pensiun.
Dana tersebut masuk SBN 10 tahun dengan kupon SBN 6,5%. 2.250.000.000x6,5%=146.250.000 146.250.000/12=12.187.500/bulan
Kita punya income 12 juta/bulan dengan pengeluaran 7,5 jt/bulan & uang kita 2,2 M masih UTUH.
**perhitungan tersebut tidak termasuk pajak+inflasi 😁
cc : dzizima
Sdh keluar dan beredar uang palsu yg ada fosfornya, cek ultraviolet juga muncul , tetapi berbeda BI nya dan tulisan 100 rb nya, hati2 ... !!!
Sosialisasi ke tmn dan saudara.
Semoga bermanfaat
🙏🌹🙏
10 Hábitos Que Convierten a los Hombres con Baja Testosterona en Bestias de Alta Testosterona.
(Hazlos Todos los Días)
1. Come huevos (La Fábrica de T)
#ONEPIECE1185
Brook.
The first Straw Hat to have fought the Marines, the Holy Knights, a Yonko, and perhaps even the Gorosei and Imu themselves.
The only person in the series to have called the Pirate King, Gol D. Roger, a freakin' "ROOKIE"
Died once. Came back to life.
He has seen it all. Experienced it all.
Growing old has its perks—and certainly, its privileges. Yohohohohoho!!! 💀🎻
Alhamdulillah, ada “good news” untuk kita semua. Dua hari ini, 9-10 Juni 2026, Rupiah dan IHSG menguat secara signifikan. Selamat dan terima kasih untuk negara dan pemerintah. Semoga ini merupakan awal dan pertanda baik ~ “a good beginning”.
Kabar baik ini membuktikan apa yang saya sampaikan bulan Mei 2026 yang lalu tidak keliru. Pemerintah, tentunya pemimpin kita Presiden Prabowo Subianto, masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi untuk mengatasi tekanan ekonomi yang kita rasakan saat ini. Masih tersedia opsi dan solusi dari otoritas moneter dan fiskal kita.
Pemerintah berhasil menghentikan proses pelemahan Rupiah dan IHSG yang terjadi secara sistematis (berturut-turut) dalam jumlah yang besar. Itulah sebabnya kebijakan yang dijalankan oleh Bank Indonesia, tentunya bersinergi dengan pemerintah, menjadi salah satu faktor positif dalam menghentikan rontoknya Rupiah dan IHSG. Kalau tidak, pelemahan saham dan mata uang kita bisa “unstoppable”. Pasalnya, sudah menjadi satu antara faktor “real economy”, utamanya situasi fiskal dan APBN kita termasuk beban utang yang melilit, dengan faktor psikologis dan persepsi pasar yang tidak positif.
Ke depan, hari-hari mendatang, kita berharap Pemerintah terus melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi. Menyehatkan APBN kita. Membatasi dan mengendalikan jumlah utang pemerintah. Mencegah terjadinya kenaikan harga barang dan jasa yang bisa memukul kehidupan rakyat. Memulihkan kembali kepercayaan investor. Meningkatkan komunikasi yang lebih efektif sehingga kebijakan dan langkah pemerintah dimengerti oleh rakyat dan “market”. Menghentikan berbagai spekulasi dan ketidakpastian. Yang tidak kalah pentingnya, melindungi rakyat kita yang sangat terdampak dengan situasi ekonomi, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM.
Saya tahu, karena kenyang dalam menangani tekanan ekonomi seperti ini ketika memimpin Indonesia dulu, semua ikhtiar pemerintah ini tentu memerlukan waktu. Perlu dukungan publik yang lebih kuat. Ingat, “in crucial thing, unity”. “In important thing, dialogue” dan diwadahinya keragaman pandangan yang konstruktif. Pikiran yang rasional, kebijakan yang tepat dan aksi-aksi nyata yang serius menjadi sangat penting. *SBY*