Syarat Minimal Calon Pemilih Pada Pemilu 2024
Pemilihan Umum 2024 semakin dekat nih Sobat Polri, momen ini merupakan pesta demokrasi serentak bagi bangsa kita. Tapi tidak semua orang bisa memilih loh, ada beberapa persyaratan agar kalian bisa memilih para calon pemimpin bangsa kita! Yuk simak syaratnya diatas.
Sumber: Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2022
Pedangnya Kaisar Romawi, Muhammad the Conqueror yang membebaskan Konstantinopel. Beratnya 7 kg dengan panjang 1,25 m, kalau pengen nyoba ya ambil dumbell 7 kg terus diayunin, ya seperti itu rasanya pake pedang ini. Pedang ini menarik karena ada ukiran hiasan doa pengharap untuk Kaisar, kurang lebih seperti ini translatenya:
"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah SWT yang memberkati iman agama dengan ayat-ayat yang berkilau & jelas dan pedang yang tajam & bersinar. Shalawat dan salam disampaikan dengan kata-kata yang mulia kepada Nabi Muhammad dan Ahlul Baitnya. Ya Allah! Berikanlah kekuatan dan ketangguhan kepada Mehmed II, putra Murad II, pedang paling tajam yang terhunus atas nama Jihad, Sultan para Ghazi (panglima), dan mujahidin yang berjuang memuliakan orang-orang suci Allah. Semoga leher musuh Syariah menjadi sarung pedangnya, dan menjadi tinta penanya kepada Allah SWT. Dia adalah Mehmed Khan putra Osman Khan, putra Orhan Khan, putra Murad Khan, putra Beyezid Khan. Semoga Allah membersihkan mereka dengan air surgawi (zulal) yang mengalir melalui pedang para Ghazi dan menempatkan mereka di bawah bayang-bayang pedang di Surga (Mujahidin). Aamiin ya Rabbal Alamin"
Analisis pidato bacapres (1 Januari hingga 20 Juli 2023)
Anies Baswedan (9 pidato) :
• Tidak pernah menyebut nama bacapres lain
• Paling cepat membaca pidato (86,93 kata per menit)
• Cuman sekali menyebut nama Jokowi
Ganjar Pranowo (15 pidato) :
• Perbendaharaan kosa kata paling sedikit (3.350 kata)
• Kata "Jawa" & "Indonesia" masing2 disebut sebanyak 51 kali
• Menyebut nama Anies sekali & Prabowo 16 kali
Prabowo Subianto (14 pidato) :
• Paling sering menyebut nama Jokowi (46 kali)
• Paling lambat membaca pidato (61,28 kata per menit)
• Sebut nama Anies & Ganjar sekali
Sumber : Kumparan
Salah satu Pahlawan Nasional yang DIPENJARA TANPA DIADILI, sampai menderita Stroke dan Meninggal.
Siapa yang memenjarakan Beliau ??
Selayaknya Anak & Cucu Pahlawan Nasional Lainnya Mulai Berbicara tentang Bangsa Ini. Bukan satu orang Keturunan saja merasa berjasa.
Zaman dahulu, bahasa Jawa dan bahasa Sunda itu setara dalam artian tidak ada Jawa Ngoko dan Jawa Krama, tidak ada Sunda Lemes dan Sunda Kasar.
Tapi semua berubah ketika orang ini berkuasa.
5,7 Triliun Bos Ku !!!
Menunggu Kicauan MANUSIA PALING NKRI... Monggo !!!
BUZZERP, LGBT, FANS BOKEP, & Kaum OTAK DIKIT, dipersilahkan untuk mengomentari persoalan yang merugikan Negara 5,7 Triliun.
Yth pak LBP:
1) Saya menghormati anda sebagai senior dibangsa ini dan yg dituakan di tanah Batak, namun tidak tepat menurut saya kata anda ini utk Ketua Umum kami mas AHY. Saya pribadi dan kami kader @PDemokrat — yg selama bbrp tahun ini berjuang mempertahankan partai kami dari rongrongan Muldoko — sangat terganggu dgn kata-kata anda ini.
Lebih baik karena anda juga bukan Menko yg mengurusi soal politik dan hukum di negara ini, harusnya tidak usah ikut campur soal ini. Fokus saja anda soal investasi, tesla dll yg jadi bidang anda. Dimana banyak juga hasilnya yg terasa kampungan;
2) Soal Muldoko ini, kami sejak awal sudah meminta ke pak @jokowi utk mereshuffle Muldoko. Termasuk saya pribadi selaku kader dan pengurus Demokrat dalam banyak kesempatan tidak pernah jemu meminta itu. Agar pemerintah termasuk Presiden terhindar dari tuduhan macem2. Namun faktanya sampai saat ini dia terus dipertahankan;
3) Dengan terus membiarkan “begal, copet” atau istilah lainnya yg bermakna tidak punya hak berdasarkan UU Parpol terus bekerja di kabinet, pemerintahan inilah yg sesungguhnya kampungan.
Dalam rangkaian yg terkait perkara ini, sudah hampir 17 kali Muldoko cs kalah bahkan sampai tingkat kasasi. Dgn fakta ini, bukannya mata dibuka namun dia terus dipertahankan dan dilakukan pembiaran;
4) Utk pak LBP: harusnya karena anda teman Muldoko juga di kabinet dan sering bertemu, tinggal anda ajukan saja sebenarnya sebuh pertanyaan paling dasar ke dia: “punya KTA Demokrat tidak kau Mul?”
Jelas jawabnya tidak!!
Kalau dia tidak punya KTA dan jadi kader Demokrat pun tidak pernah, terus apa dasar dia terus mengingini jadi Ketum Demokrat?
Pengganggu namanya ini. Begal kalau istilah skrg. Mengingini sesuatu padahal dia sama sekali tidak punya hak atas itu.
5) Kalau dia berhasil ambil Demokrat, bukan hanya Anies atau siapapun yg diusung Demokrat jadi Capres terjegal, termasuk saya sendiripun terjegal pak LBP! di Pemilu legislatif. Krn Ketua Umum Demokrat jadi dia.
6) Jadi atas dasar tersebut, menurut saya: bukan kami Demokrat atau mas AHY yg kampungan. Tapi anda dan pemerintahan yg didalamnya ada Muldoko ini pak LBP. Krn terus membiarkan orang seperti ini ada di kabinet;
7) Ingat, bukan kami yg mulai pakai istilah kampungan ini tapi anda pak LBP.
Kalau kami, 10 tahun pemerintahan kami berhasil membawa Indonesia ini masuk ke G-20, yg kalian bangga-banggakan kemarin. Pertumbuhan ekonomi dimasa kami tinggi yg belum berhasil kalian kalahkan sekalipun. PDB bangsa ini kami bawa pertama kali tembus ke angka diatas 10.000 Triliun. APBN Negara ini kami buat naik sampai 4 kali lipat (jadi ribuan triliun), itu yg kemudian kalian warisi dll. Jadi tidak mungkin kami kampungan dgn prestasi begini.
Tapi kalau pemerintahan yg anda ada didalamnya ini, jelas menurut kami kampungan pak LBP.
Utang yg terus kalian buat naik sampai berkali-kali lipat. Janji pertumbuhan ekonomi kalian di pemilu, sama sekali tidak pernah terbukti. Jangankan 7 porsen, menyentuh rata-rata 6 porsen sajapun sampai akhir pemerintahan ini kelihatannya akan gagal tercapai. Kita tunggulah sentuhan terakhir kalian tahun depan utk membuktikan itu.
Kalau memang jago pemerintahan kalian ini, biar tidak kami tuduh kampungan, naikkan juga APBN kita ini dong jadi 4 kali lipat. Dari yg dulu kami tinggalkan ke kalian yg lebih kurang 1800 Triluanan, kalian buatlah kalau tidak bisa 7200 T, ya jadi 6000 Triliun di akhir pemerintahan 2024 nanti. Itu baru namanya jago dan tidak kampungan dll.
8) Terakhir, di Medan kemarin begal diminta utk ditembak. Krn telah sangat meresahkan masyarakat.
Utk begal partai ini kami tidak minta ditembak,sederhana cukup di reshuffle saja. Biar terhindar juga tuduhan macam2 ke istana. Krn sama dgn begal motor itu, dia ini telah meresahkan, menjadi contoh buruk, dan mengingini sesuatu yg bukan hak/miliknya.
Kalau yg begini ini terus dipertahankan di Kabinet, kampungan benarlah berarti namanya pemerintahan ini.
Hormatku,
— JANSEN SITINDAON
Wasekjend DPP Demokrat
barusan keponakan wa saya, dia tanya soal dialog sejarah di youtube helmi yahya dgn guru genbul, ferry irwandi lalu saya simak dan wa balik, "sebaiknya besok jangan lagi tonton yang begini, belum lima menit omong salah pahamnya sudah tiga paling tidak"
https://t.co/en1BwGmTjc
UNTOLD STORY 3 BROKER BTS
[Utas]
Semoga kabar innalilahi, Tutut, PT Vale, & #nabiladibanjarmasin tak sampai melupakan kasus korupsi BTS Menkominfo. Ada cerita yg blm banyak diketahui mengenai terlibatnya Windu, Don Adam, & Dito di kubangan korupsi menara itu.
Pokoknya setiap hari, setiap jam, kita bongkar kebusukan mereka.
Jadikan akun sosmed kita sebagai sarana terbaik membongkar dusta & akal bulus mereka🐸🔨🔨
BERTUBI MASALAH SEPUR KILAT
[Utas]
Isu receh macam Private Party, Jeje Govinda, Pandawara, & Buro Happold terus sengaja dimunculkan di tengah rententan masalah yg melilit mega proyek kereta cepat. Terbaru, BPK temukan potensi rugikan negara & melanggar aturan.