Itulah perkara jodoh, memang nama kita tidak ditakdirkan Tuhan, sejauh apapun aku mencoba dan setinggi apapun aku menerbangkan doa, tak kunjung waktu mempertemukan kita.
Begitu banyak kesempatan yang memungkinkan, sekedar bertemu di pasar, simpang jalan, mall, area kampusku, area kampusmu, tak juga kita kunjung bertemu.
Padahal jarak antara tempat kerjaku dengan rumahmu tak jauh, setiap hari di masa itu aku wara-wiri di dekat daerahmu, tak juga kunjung ku bertemu meski hanya sekedar melihat punggung lehermu.
Lantas setahun kemudian, tahun 2011 aku kembali ke kota kecil ini, melanjutkan studiku, karirku hingga tahun 2020, di kota ini, tak pernah sekalipun kita berpapasan atau bersimpangan.
Hari ini, aku kembali ke tempat melewati jalan yang pernah kita lalui bersama. Hiruk pikuk, asap knalpot, barisan toko yang berjejer rapi, semua masih sama. Tak ada yang berbeda, masih sama seperti 11 tahun yang lalu.
Dan aku hanya bisa terdiam, membiarkan ingatan silih berganti memutar semua kenangannya.
Sambil berharap dalam hati, semoga aku tidak terjaga malam ini.
- Kenangan Selesai -
Dan alasan ku kembali malam ini salah satunya adalah karena kenangan yang "berhenti" itu tiba-tiba terlintas kembali di ingatan.
Perlahan lembaran-lembaran seperti rolling film klise itu muncul, abu-abu, yang lama lama semakin nyata.
Dihadapanku, kenangan itu muncul (lagi)
Kenangan tentang masa lalu akan selalu hidup dalam ingatan kita.
Bedanya, ingatan kita ini terbatas. Karena banyak yang telah terjadi seringkali kita merasa bahwa kenangan itu sudah pergi.
Ternyata, ingatan kita hanya berhenti mengingat.
Kenangan kita sebenarnya masih ada.
Ketika sebuah hubungan berakhir, realitanya yang berhenti saat itu hanyalah harapan bahwa kita bisa terus bersama dengan orang tersebut.
Sementara kenangan yang telah terekam dalam ingatan akan tetap saja hidup.
Yang berhenti hanyalah sebuah "hubungan", bukan kenangan.
Btw, disini ada yang percaya gak dengan Cinta Pertama?
Kan pernah ada ungkapannya, First Love Never End.
Hahaha.
Nyatanya? Dia "end".
Kisah dengan seseorang yang disebut dengan cinta pertama itu tidak selalu mulus.
Alasan selain itu, karena untuk berbagi perasaan kepada orang di zona dunia maya, siapa tau ada perasaan yang sama. Namun tidak berani diucapkan. Hanya lewat begitu saja, atau mungkin hanya dipendam.
Sedikit flashback, akun ini dibuat pada tahun 2010. 10 tahun yang lalu. Ketika itu saya masih remaja. Baru lulus SMK.
Alasan utama nya karena saya perlu "menuangkan" hobi saya menulis dan menurut saya, Twitter adalah wadah yang tepat (selain blogspot dulu)