Ada eksperimen sederhana yang menurutku menarik banget.
100 semut hitam dan 100 semut merah dimasukin ke satu toples. Mereka bisa hidup berdampingan tanpa masalah, hidup damai meski beda jenis.
Tapi begitu toplesnya dikocok keras, dalam hitungan detik mereka langsung baku hantam sampe ada yang mati.
Semut merah nganggep semut hitam ancaman, semut hitam nganggep semut merah ancaman.
Padahal yang bikin kacau bukan mereka berdua. Yang bikin kacau itu tangan yang ngocok toples dari luar, yang bahkan nggak ikut kena imbas apa-apa dari perkelahian itu.
Pola ini keliatan terus di kehidupan manusia.
Orang-orang yang sebenernya nggak ada urusan, tiba-tiba saling benci gara-gara ada pihak lain yang lagi ngocok toples dari luar.
Jadi sebelum keburu ikut nyerang orang lain, coba tanya dulu ke diri sendiri. Siapa sebenernya yang lagi ngocok toples ini?
dulu pas trio BBC lagi prime di Juve
gw pikir Bonucci itu bek yg bagus untuk bertahan
tapi pas Chiellini dan Barzagli pensiun, ternyata Bonucci bek biasa aja (diluar dia bisa progressi)
tapi ini bukan tentang BBC 😃
Hari ini pake seragam polo shirt baru dari sekolah.
Salah satu murid gue (kelas 12) nyeletuk “Haha… Miss seragamnya kayak seragam cleaner kita.”
I stopped at my track. Eyebrows raised.
I let silence speaks.
Itu salah satu cara gue untuk koreksi sikap. Tanpa kata-kata, membiarkan keheningan mengajar.
Murid2 gue langsung tau udah ngomong salah.
“Sorry, Miss”
Let’s evaluate first. What’s potentially wrong with your previous sentence?
“I said u looked like the cleaner”
Oh but why? Pak X (the name of the cleaner) works HARD and thorough every single day. He clocks in at 6.30, clocks out at 4.30 without failing. The floor is shining. The desk is shimmering. The job is paying his bills, providing food for his family too, decent, halal, and amazing. What’s wrong with looking like Pak X?
“Yes, Miss. Sorry”
What are u sorry for this time? He’s a hard worker and I aspire to be just that.
“Yes, Miss, okay.”
What potentially be wrong is the unspoken behind your words, nak. I dunno ur intention but it sounded like u looked down at his profession… which is wrong. I don’t feel humiliated bcz nothing is wrong with “keliatan kayak cleaner”, it is the possible tone and the intention that potentially makes it mean… and wrong. You are a kind person, I know u, and you never want to be mean… intentionally ofc.
“Ya Miss, sorry.”
Please be kind. Dismissed.
😤
Kesampingkan soal rumor harga dan deal transfernya yang bargain, karena yang saya lihat adalah kondisi skuad saat ini. Arah transfer ente di musim panas ini kok rasa-rasanya jadi kayak gali lubang tutup lubang ya? @realmadrid
Sebenernya problem terbesar dua musim terakhir kan di tengah ke belakang, midfield & defender, dan itu udah sedikit diatasi, meski belum resmi kedatangan MVP World Cup 26 sih kalau beliau datang udah cukup kuat.
Tapi lini serang juga jangan banyak diotak-atik selain offload sisi kanan yang diisi pemain-pemain "tanggung". Itu striker udah cukup oke dengan Mbappé & Gonzalo, dua striker dengan tipe berbeda, enak buat variasi taktik.
Kalau Madrid melepas Gonzalo itu tandanya klub harus datengin striker lain dengan tipe seperti Gonzalo atau Classic 9. Karena tipe ini tidak dimiliki Endrick, yang menurut pandangan mataku menontonnya, lebih cocok jadi sayap kanan.
Mourinho udah kekeuh mau mempertahankan Gon karena dia tahu dengan keberadaan Gon di skuad, dia punya variasi/plan taktik yang berbeda kalau Mbappé stuck. Lha ini malah mau dilepas. Jadi bikin PR sendiri. 😭
Manajemen juga yang berencana kalau sebelum 15 Agustus pengen skuad udah final – itu tandanya sebelum tanggal tersebut Madrid harus udah datengin striker baru lagi kalau benar-benar melepas Gonzalo.
Nambah kerjaan Drid, Drid. Emang hobi mempersulit diri sendiri