Ku tak paham, kenapa tiap ada demo, selalu pada cosplay pake peci putih dan serban putih gitu?
Mana kliatan banget semuanya baru. Palingan juga masih bau toko. Biar tampak adem gitu po?
🤣🤣🤣
Ga ada adem²nya juga. Mukamu loh suram.
Di tengah kehidupanku yang dar der dor sulurut jedhug ini, nonton drakor adalah salah satu dopamin instan penyelamat jiwa.
Masih pengen hidup karena banyak sekali list drakor bagus yg belum kutonton.
Begitu.
Ini horang kaya di Indo ga ada yang pengen mengikuti jejak Bruce Wayne atau Tony Stark gitu tah?
Ga ada laba-laba super pengen gigit mahasiswa gitu misalnya? Atau keturunannya Si Pitung wis. Wiro Sableng juga boleh. Mak Lampir wis Mak Lampir.
Ya Allah, nanges.
Capeknya tuh yang cuapeeeeekkk bgt yg ga pengen ngapa²in cuma pengen rebahan aja sambil diem gitu.
Better klo ada yg mau bikinin hot choco sama mijitin kaki sih sebenernya. Tp diem aja gtu ga usah ngajak ngobrol. Diem. Sssst!
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran.
Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini.
Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan.
Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja.
Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya.
Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia.
Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”.
Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal.
Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;)
Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri.
Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok.
Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
8 bulan
Karena mentalku lemah wkwkwk...
Gak kuat aja tiap hari kerja adaaa aja customer yang marah, ngebentak, atau ngatain.
Udah gitu, di kantor sama sekali ga punya temen karena rotasi shift yg gila.
Marah dan burn out karena memikul dunia sendirian. Literally sendirian.
Sampe masak pun enggak karena sesimpel mikir hari ini mau masak apa, aku gak mau.
I overuse my brain and my body to the point where I don't want to use 'em for the simplest task.
Nonton BEYOND EVIL mulai tahun 2025 awal. Trus stop di pertengahan krn slow burn dan beraaaat bgt.
Trs mulai nonton lagi bulan Februari 2026.
Barusan nyelesaiin eps terakhir.
Gileeee eduuun setressss ini series kenapa bagooosh banget huhuhu...
Nanges di eps terakhir 😭😭