Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
Já falei várias vezes aqui que proximidade gera intimidade e intimidade gera desejo. Isso não é opinião, é biologia.
Quando um homem e uma mulher passam bastante tempo juntos, conversando, se abrindo e criando confiança, o cérebro solta hormônios como ocitocina (que cria vínculo) e dopamina (que dá prazer). Com o tempo, isso vira atração na maioria dos casos.
Não existe amizade 100% pura e sem nenhum interesse entre homem e mulher heterossexuais. O que a gente chama de “amizade” quase sempre tem uma atração escondida, mesmo que a pessoa não perceba. Pode até durar um tempo, mas é frágil. Basta uma briga, uma noite de bebida ou um momento mais fraco pra isso aparecer.
Exceções existem, mas são poucas. Por exemplo, quando um dos dois já está namorando sério, tem idade bem diferente, não tem nenhuma química ou outro motivo forte. Fora isso, é ilusão.
A natureza não fez homem e mulher pra serem só amigos. Ela fez pra se atraírem e se reproduzirem.
aku blue collar, kerja di energy company di indo 7 tahun lebih, trs ambil course aja di TAFE, alhamdulillah skrg kerja di salah satu energy company High Voltage di Victoria.
selama di sini ga penting gelar s1, s2, master, phd, apapun itu (ga tau bidang atau kerjaan yang lain 😅)
yang punya pengalaman di Indo, bertahun tahun, anda sebenernya sudah satu langkah di depan, tinggal jalannya ke australianya pake cara apa.
sekolah dulu? atau langsung cari kerja? whv? doesn’t matter
perbedaan kerja teknik di aussie sama indo? 😅 bagai bumi dan langit dalam banyak hal
@yappingfess ciri khas nanya perempuan/minta saran; jawabanya sudah tau, keinginanya sudah tau, disuruh turunin atau lebih murah gamau. jadi hanya ingin validasi jika keinginanya harus semua ornag setuju. padahal langsung beli aja lebih simple
Sex is the ONE THING that separates the relationship you have with your wife/girlfriend and the relationship you have with a coworker of the opposite sex or your best friend.
Sex is literally what makes your relationship different.
It’s what makes it special.
And it’s the glue that holds it all together!
When a couple has a strong sexual relationship, they’re more united across the board.
They parent kids better. They coordinate schedules better.
They compromise on points of disagreement better.
They have more fun outside the bedroom because they know how to connect and have fun inside the bedroom!!!
It’s that important!