so, komentar saya terhadap parfum ini adalah:
"Hermès, saya menghargai visi Anda. tapi, Pak Ellena, parfum itu baunya kayak gulai kambing dan soto padang!"
ada perspektif budaya yang jarang muncul dalam dunia review parfum - yang masih agak tertinggal dibanding dunia seni lainnya dalam menerima keragaman perspektif.
contohnya ini:
Hermès Un Jardin Apres la Mousson karya Jean Claude Ellena.
sementara bagi saya, kapulaga, ketumbar, lada, jahe, & air/basah adalah rempah-rempah berat ditambah sensasi lembap dan hangat. so, amygdala saya mendeteksinya sebagai:
MAKANAN BEREMPAH & BERKUAH.
https://t.co/gVKSn8k0l7
“Unused Umbrella" sounds less like a composition and more like something Erik Satie accidentally left behind in Tokyo during one of his multiverse trips to the future.
@wienretro@aji_asfani ho'oh, setelah diarahkan kak Charlie, singsotane Diwak dadi syahdu dan merdu, ora kaya singsotane bapak2 sarungan esuk2 karo methèti kutut, hahahahahaaa
Plataran 2026, dan playlist-nya masih ngawur, ada live band yang embuh, dan sound system yang njepat.
yungalaaah, resto larang kok musike kaya ngeneee...
tadi malam nemuin mantan guru bahasa Inggrisku & teman2 seangkatanku waktu masih kerja di YDD dulu, ternyata pekerjaan dia skrg adalah: dosen di Harvard 👍
udah gitu, pilihan musiknya 'ga banget' (ini menurutku sih). tempat sekeren itu kok musiknya... ya gitu deh... ga classy & ga match sama tempatnya. coba Ryuichi Sakamoto belum wafat dan makan di situ, pasti dia annoyed trus bikin playlist kaya di Kajitsu, NY 😆