aku pernah nulis catetan soal ini dari kajian Ust. Nouman Ali Khan.
sebenernya, bukan porsi kita buat sibuk melabeli hardship itu hukuman, takdir, atau ujian. Tugas kita bukan nebak-nebak rahasia langit, tapi gimana cara kita untuk meresponsnya.
Ini namanya WEAPONIZED INCOMPETENCE ya.
Laki pura2 dongo supaya idupnya otomatis diurusin orang lain yang biasanya perempuan, baik bini, ibunya, atau anaknya yg udah besar.
Bisa bantu? Bisa. Bisa mikir?? Bisa.
Mau?? Kagak, cosplay dongo aja trus ngakunya "safe space".
Sedang ramai edukasi mengenai area pantat dengan giant kondiloma akuminatum seperti gambar di bawah.
Gambar ini berasa dari case report giant condyloma acuminata, perempuan, usia 50 tahun, dengan hasil pemeriksaan HIV negatif.
Izin meluruskan fakta mengenai gambar ini, sesuai yang ada di laporan kasusnya ya 🙏
🚨 Koleksi tas branded dari Aurellia Tsabitha & Irma Hermawati.
Anak & Istri dari Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum (PU).
Kira2 nanti pas di NewYork ngoleksi tas branded apa lagi ya? Mumpung ikut papi dinas
#cabinetcoutureIDN
Sedih lho pas lagi bikin pelaporan barang hilang, kata si pak pulici, pouch make up ga usah dimasukin.
Pak, itu isi pouch saya kalau ditotalin jadinya lebih mahal daripada apple pencil saya🥲🥲🥲
Sejarah tercipta
RS Kandou resmi menjadi RS yang 2 kali dibekukan
@KemenkesRI sudah dibohongi saat buka prodi penyakit dalam tahun lalu
Action plan tak berjalan, akhirnya bertambah korban
Pergantian direktur hanya pakai koneksi, bukan meritokrasi
Inilah hasilnya
Gue bener2 ga ngerti sama pola pikir pemerintah. Kalian tuh bener2 ga mikir apa gmn sih? Asal bgt ambil kebijakan.
Yg berbuat salah siapa, kok yg dibekuin malah RSnya. Gabisa mikir apa emang ga pernah mikir ya pemerintah tuh?
Bupati TTU membekukan izin operasional RS Leona,sampai penyelidikan selesai.
Kemenkes turun tangan.
Polisi panggil 3 anggota DPRD TTU.
Tapi yang merasakan sanksi pertama: rumah sakitnya ,bukan yang diduga membentak dokternya.
Logika yang sedang berlaku:
a. Dokter kerja sesuai SOP → diintimidasi → meninggal → RS-nya yang dibekukan
Sementara yang diduga mengancam "Kau akan bertemu saya di Komisi III" , masih menunggu giliran dipanggil polisi.
Dipanggil.
Bukan ditangkap.
Dipanggil.
Kapan perlindungan hukum itu berpihak pada dokter yang sedang menyelamatkan nyawa rakyat , bukan pada mereka yang mengancamnya?🤔
Sering denger yang protes "Kok pejabat bisa gampang banget akses ke RS. Yang rakyat dipersulit"
Tanpa membenarkan. Kalau nggak dilayani. Pejabat tuh bisa sewenang-wenang sama nakesnya. Mulai dari ngancam, terus beneran ganggu faskes dicari kesalahannya sampai nerror dan bener full power nekannya :(
Dinkes Jateng: ada puskesmas yang sama sekali tidak punya dokter umum.
Penyebabnya? Kata Kepala Dinkes sendiri: dokter menumpuk di kota karena gajinya lebih besar di sana.
Solusinya? Program magang dokter (PIDI).
Jadi: akar masalah adalah kesenjangan gaji.
Solusi yang dipilih: kirim dokter magang , yang gajinya lebih murah lagi.
Dan satu detail yang menarik: Dinkes bahkan belum punya angka pasti berapa puskesmas yang nol dokternya.
Warga di daerah itu sakit ke mana dulu, sambil nunggu datanya dikumpulkan?
Gimana dokter mau bertugas di daerah. Berkerja dengan profesional saja malah diintimidasi dua orang oknum anggota DPRD. Dua orang yang keahliannya bukan di bidang kesehatan. Tapi malah mengintimidasi seorang ahli kesehatan yang sedang berjuang menyelamatkan nyawa keponakannya. Tidak bisa berkata-kata. Hanya bisa mendoakan semoga Allah menyadarkan dua orang wakil rakyat yg terhormat ini.