For real. Sampe sekarang aku masih inget perlakuan suamiku ketika aku lahiran anak pertama.
Ga akan bosan aku sebut, malam pertama di RS sampe kelar cuti, suamiku selalu tidur sama aku. Aku tau ini NORMAL, tapi engga di keluarga besarku. Di mana biasanya abis lahiran itu ...
Patriarchy is so deeply rooted that a woman risking her body through pregnancy and childbirth is treated as ordinary, while a man doing a few household chores is praised as exceptional.
Ibuku pernah bilang :
"Menikahlah dengan pria yang tidak akan pernah membuatmu sendiri. Entah itu sendiri mengurus anak, sendiri membiayai anak, atau sendiri mengurus rumah. Sebab merasa sendiri setelah melepas masa lajang itu jauh lebih berat daripada sendiri tapi belum menikah."
me:
"gak usah chat aku lagi"
"bye"
him:
*incoming call
*incoming call
me:
"aku kan bilang gak perlu CHAT lagi"
him:
"aku gak chat kamu sayangggg"
"aku cuma call ajaa"
Misal ya misal.
satu saja ya tuhan, yg mature, provide mentality, baik sama aku & keluarga, ga kasar dan ngebentak, jdi air dan penenang disetiap pertengkaran, paling penting ga harus mohon mohon buat bisa dpt komunikasi yg baik
Menikah itu lama dan seumur hidup, maka carilah yg suka ngobrol sama kamu, excited sama kamu, cintanya konsisten, bersyukur dan bangga punya kamu. Materi bisa dicari sama-sama, tapi kalau karakter taruhannya mentalmu sama nyawa.
lu bayangin tiap hari lu dipuji, setiap ragu lu diyakinin, setiap gugup lu dikuatin, setiap insecure lu diapresiasi. capek lu dipahami, diam lu ditenangin, bahkan saat lu ngerasa kurang pun masih ada yg terus bilang klo lu cukup🥺🤍 #whenya
“seporsi kemenangan”
ketemu pria dewasa yang ga perlu diajarin jadi pria. dia penuh inisiatif, act of service, gila komunikasi, ga pernah sepelein hal kecil, ternyata aku boleh ngambek dan dibujuk tanpa ditinggal, how lucky i am.
Cewe-cewe diumur 25++ ga akan luluh dengan:
"Udah makan belum!"
"Besok kita jadi pergi ga?"
"Mau aku beliin ini ga?"
Tapi cara mengambil hati kita adalah:
"Aku kirimin makanan, enak banget serius"
"Besok aku jemput jam 10.00 ya."
"Aku kirimin matcha kesukaan kamu."
Can we normalize, not getting mad at your partner for expressing what upsets them.. even if it isn't deep to you it may be a serious matter to them. Your job is to make them feel safe not criticize their every action.
kalo pasangan kalian ky gini berarti ini bentuk komunikasi yang sehat. Jangan mikir yg aneh aneh, soalnya lebih baik ky gini drpd silent treatment ataupun langsung ngilang
gue pun kadang ky gini juga, bnr2 lg cape pasti gamau chatan sm siapapun, males pegang hp, ataupun bengong sebentar krn emang bener bener ga ada energi bgt