lo nanya ke belahan dunia manapun juga orang taunya itu persen bukan arabica. jakartans stop being edgy bitch by living in your own ugly bubble challenge
BET 1-1 RMA.
Satu tim isinya pemain-pemain dengan football IQ rendah.
Ketolong Lunin yang panahnya lagi ⬆️ di pertandingan ini.
Trent main bagus, beberapa kali bikin peluang dan defense nya bagus.
Rüdiger main mengikuti intrussive thoughts.
Huijsen masih 'kotor' bertahannya.
Mendy kenapa ditahan bolanya Anthony menit akhir.
Valverde ok.
Thiago ok, cuma jelek di area pertahanan sendiri.
Bellingham ok, malah dia yang beberapa kali running from behind buat nyambut umpan di kotak.
Vini Jr. selain gol nya menit awal, gak kelihatan. Sempet bantu defense tapi gak konsisten. Peluang menit akhir alamak bisa dioper ke Gonzalo itu malah milih ngoper kiper Betis.
Mbappé lu minum matcha latte aja dah. Hilang bola, turun ke bawah terus makan posisi temennya, giliran nyerang dan skema crossing gak ada di kotak. Ada peluang dari umpan Trent malah nendang ke Wonogiri. Sebenernya lu ini apa?
Brahim kontrol bola lepas mulu. Latihan juggling lagi yang bener biar bagus first touchnya. Balik ke SSB Málaga.
Subs ngawur Arbeloa:
Mainin dua anomali Camavinga y Alaba. Camavinga udah hilang motivasi, gue pun hilang kata-kata buat mengomentari performa buruknya dua musim ini. Alaba in big 2026, defense kepayahan, dilewati Chuco dengan mudahnya, ada peluang nutup shot Bellerín dia ngeblok angin.
Gonzalo positioning saat nyerang bagus cuma sayang gak diumpan.
Manuel Ángel ya boleh.
Entah harus berapa kali kegagalan di pertandingan buat menyadarkan Arbeloa kalau subsnya sejelek itu.
Karim Benzema complained about him.
Luka Modrić complained about him.
Toni Kroos complained about him.
Thibaut Courtois complained about him.
Xabi Alonso complained about him.
When all the great players complain about you, know that you are the biggest problem.