Keterasingan, kesepian, penolakan.
Hal yang memang sangat relate bagi sebagian besar orang.
Menariknya ketika mengikuti kisah hidup Franz Kafka ini, saya langsung teringat Vincent Van Gogh.
Ada begitu banyak kemiripan yg terjadi kalau tidak mau dibilang kebetulan:
- Sama2 berjuang dengan kesehatan mental dan krisis identitas yg terjadi karena kisah hidup yang kelam.
- Perasaan tidak dimiliki tempat / asing di masyarakat.
- Karya yang tidak diapresiasi bahkan ditolak ketika masih hidup. Van Gogh hanya menjual 1 lukisan semasa hidup, Kafka bahkan masih berupa manuskrip karena terlalu malu untuk mempublikasi karyanya.
- Kisah cinta yang penuh penolakan atau berakhir tragis, berkali-kali.
- Ketenaran dan pengakuan atas karya-karyanya justru setelah meninggal.
- Sama-sama ada 1 orang yang gigih memberitahu dunia atas arti dan kehebatan karyanya. Van Gogh punya Johanna (adik iparnya), Kafka punya Max Brod (sahabatnya).
Bagi saya hikmahnya mungkin jangan pernah merasa sendiri karena pasti akan ada siapapun itu yang selalu mendukungmu.
Dan juga teruslah berkarya/bergerak/produktif, apapun itu selama kamu suka dan tidak merugikan orang lain.
Bagaimana menurutmu? Atau ada karya dari kedua legend ini yang kamu sukai?