Hai, warga Twitter. Sekiranya ada yang minat atau mungkin bisa menyambung infonya ke temen-temen lain, aku jualan frozen risol mayo. Homemade, aku yang bikin sendiri. Yang mau liat2 lebih lengkap boleh cek IG @/connieskitchen.id juga.
SEJARAH TERCIPTA di Ahmedabad!
Untuk pertama kali dalam sejarah, tim Indonesia berhasil menjadi juara AVC Men's Cup!
Pada final edisi 2026 malam ini, Indonesia menyapu bersih Korea Selatan🇰🇷 dgn skor 3-0 (34-32, 25-16, 25-23).
Kemenangan ini adalah pembalasan manis Indonesia atas Korea. Pada fase grup B, tujuh hari lalu, Indonesia sempat kalah 0-3 dari Korea.
Selamat!
📸: AVC Volley
Korea Selatan 🇰🇷 0 - 3 🇮🇩 Indonesia
32 - 34, 16 - 25, 23 - 25
INDONESIA CHAMPIONS!!!
INDONESIA MENJADI JUARA AVC CUP UNTUK PERTAMA KALINYA DALAM SEJARAH!
TERIMA KASIH GARUDA!!!
#AVCCup2026
Suatu sore, Joni Sugio dan Susy Tjandra duduk di sofa ruang tamu bersama putra mereka, Nikolaus Joaquin. Susy mengatakan, "Jo, kita kasih batas waktu ya. Sampai kamu kelas 3 SMA. Kalau sampai lulus SMA tidak masuk (klub besar), kita kuliah."
Kesabaran tampaknya sudah mendekati habis. Joaquin sudah SMA, tetapi masa depan bulu tangkisnya masih sangat gelap. Penolakan demi penolakan datang beruntun dan menyakitkan.
PB Djarum total menolaknya tiga kali.
PB Jaya Raya menolaknya sekali.
Mutiara Cardinal Bandung menolaknya sekali walaupun dalam simulasi tiga hari dia tidak pernah kalah.
Lima penolakan. Bagi sebagian besar anak di Indonesia, lima penolakan dari klub-klub besar adalah tanda yang jelas untuk berhenti bermain bulu tangkis dan mulai memikirkan ujian masuk universitas. Apalagi alasan penolakan2 itu sama: tubuh Joaquin terlalu kecil.
Namun Joaquin merasa bahwa belum saatnya menyerah. Dengan keyakinan tinggi, dia memandang ibunya dan berkata, "Maju terus, Ma. Masih mau lanjut.''
Mengingat masa-masa beratnya waktu itu, Joaquin mengatakan bahwa keyakinan itu bukan semata datang karena kekuatan dirinya sendiri.
Tulisan panjang saya tentang perjalanan karier sangat berat yang dilalui Nikolaus Joaquin.
https://t.co/shRQgUXQ0e
‼️SEJARAH BESAR BAGI OLAHRAGA INDONESIA‼️
Untuk pertama kali dalam sejarah, lagu Indonesia Raya berkumandang di World Climbing Series nomor lead.
Climber muda berusia 20 tahun asal Kediri, Putra Tri Ramadani a.k.a Srondeng meraih emas di World Climbing Series 2026 Praha, Rep Ceko, dini hari tadi.
Srondeng juga menjadi orang Asia Tenggara pertama dlm sejarah yg meraih emas World Climbing Series nomor lead.
Dahsyat, Srondeng!!!!
Selamat!!!!
🎉🔥 LET’S WELCOME OUR NEW TOP 10 MEN’S DOUBLES PAIR, RAYMOND INDRA / NIKOLAUS JOAQUIN!! 🇮🇩🚀
Raymond Indra and Nikolaus Joaquin are projected to break into the TOP 10 of the BWF World Rankings for the very first time, rising to WORLD #10 on the 9 June 2026 ranking release.
Gregoria Mariska Tunjung was 6/15 down in the deciding game in the first of the 2 #Olympic women’s singles semi-finals at #Paris2024. Given the unique format at the Games where the 2 losing semi-finalists have to play-off for the Bronze medal, it would have been easy to resign herself to defeat, with the thought of the Bronze medal match in the back of her mind (a match which didn’t happen due to catastrophic knee injury to Carolina Marin in the second semi-final).
But Gregoria’s mindset and integrity didn’t allow for such thoughts. She continued to battle for every point and in doing so displayed her full repertoire of delightful technical skills. With her trademark easy relaxed hitting motion and deception, she time and again sent An Se Young in the wrong direction with disguised slices, pushes to the back of the court, and exquisite net shots. Tunjung won 10 of the last 16 points, which reflected her fighting spirit, although An Se Young eventually won 21/16 in that deciding game.
Despite the disappointment at her loss, Tunjung greeted her opponent with a smile and a genuine congratulatory embrace in a heartwarming display of good sportsmanship.
That semi-final signalled a possible future great rivalry with An Se Young, and showcased Tunjung’s fighting spirit, her abundant skills and her exemplary sportsmanship. A huge talent and a lovely personality. A young player with a seemingly very bright future.
Which is why it’s so distressing to hear that the Olympic Bronze medallist’s ongoing (and debilitating) vestibular illness has forced her to take the major, yet courageous decision to resign from the security and safety-net of the national federation, PBSI, to concentrate on her recovery and health.
I’m not sure whether this move indicates the possibility that Gregoria may never return to the competition court. But what I am absolutely certain about is that although I (like many) miss watching her elegant, deceptive play, her health and therefore the ability to enjoy life to the full is of paramount importance.
Sending all good wishes for a full recovery Gregoria. And future health and happiness with or without #badminton.
📷 @badmintonphoto
Daniel Marthin menjalani comeback yang sangat inspiratif. Mungkin salah satu yg terhebat dalam olahraga Indonesia.
Mei 2025: Daniel cedera parah pada lutut kiri pada Piala Sudirman 2025. Daniel mengalami masalah gawat pada tulang lutut. Jadi, dia harus menjalani tindakan arthroscopy debridement alias operasi pembersihan di sendi lutut.
Mei 2026: Daniel yg absen dari turnamen internasional tepat setahun, hari ini bersama partner awalnya Leo Rolly Carnando, berhasil meraih gelar Thailand Open 2026. Daniel bermain eksplosif, seperti tanpa rasa takut.
Respek!
#BreakingNews | Berita duka, seiyuu Ran Mouri, Wakana Yamazaki (61 tahun) telah meninggal dunia karena suatu penyakit pada 18 April 2026. Hal ini dikonfirmasi melalui agensinya, Aoni Production pada hari ini (15/5).
Sebelumnya, Wakana Yamazaki mengumumkan hiatus dari dunia sulih suara karena ingin melakukan perawatan medis. Penghormatan terakhir dan prosesi pemakaman dilakukan secara pribadi dan hanya melibatkan kerabat dekat, sesuai permintaan keluarga mendiang.
Komunitas Conan Fans Club turut berduka atas kabar ini. Terima kasih atas jasamu selama ini, Wakana Yamazaki-san. 🥀🪽
(📰 @conan_movie)
Setelah melahirkan nama2 legenda kelas dunia sprt Teddy Riner, Tony Parker, Tony Yoka, INSEP ternyata sukses melahirkan pemain2 badminton kelas dunia.
Hari ini, sejak Piala Thomas kali pertama digelar 77 thn yg lalu, tim Prancis lolos ke final Thomas Cup 2026!
Grup D vs Indonesia🇮🇩 4-1
QF vs Jepang🇯🇵, 3-0
SF vs India🇮🇳, 3-0
Sistem yang baik, fasilitas yg baik, orang2 yg kompeten, akan menghasilkan atlet2 yg baik pula.
📸: INSEP