Kebayang, nabung haji puluhan tahun sampe lansia
Uangnya dipinjam negara untuk investasi dan dikembangkan
Hasil pengembangan dibuat modal berangkat plus ngegaji orang-orang ini.
Orang-orang ini nyebut penabung merepotkan padahal mereka berangkat haji saja gratis
Kurang ajar
Seorang anak lelaki dari desa kecil di Jailan pamit ke ibunya. Tujuannya jauh, Baghdad, pusat ilmu dunia Islam saat itu. Sang ibu menjahitkan 40 dinar di balik jubahnya, lalu berpesan satu hal saja: apapun yang terjadi di jalan, jangan pernah berbohong.
Anak itu mengangguk, lalu berjalan meninggalkan rumah untuk waktu yang sangat lama.
.
Belum jauh dari kampung halaman, rombongan kafilahnya dihadang 60 perampok bersenjata. Semua orang digeledah dan dirampas hartanya. Saat ditanya, anak itu justru mengaku jujur bahwa ia menyimpan 40 dinar di baliknya.
Pemimpin perampok tercengang, menangis, lalu bertobat bersama seluruh anak buahnya di hadapan bocah itu.
.
Sampai di Baghdad, dunia tidak langsung membuka pintu untuknya. Ia ditolak masuk madrasah besar, hidup miskin, dan tidak dikenal siapa-siapa.
Bertahun-tahun berlalu, ia memilih menyepi di reruntuhan kota, menahan lapar, menahan sepi, tanpa satu pun sanak saudara yang datang menjenguk atau tahu kabarnya.
.
Konon selama puluhan tahun itu ia berpindah dari satu tempat sunyi ke tempat sunyi lain, menempa batinnya sendirian. Tidak ada murid, tidak ada pengakuan, hanya dirinya dan Tuhannya.
Masa-masa inilah yang kelak membentuk kekuatan batin yang jarang dimiliki manusia biasa, sebuah ketahanan yang lahir dari kesendirian panjang.
.
Di puncak kesendiriannya, muncul cahaya terang mengaku sebagai Tuhan dan menghalalkan segala yang haram baginya. Ia tidak gentar, malah menjawab tenang bahwa kelicikan itu sendiri membuktikan ini bukan Tuhan.
Cahaya itu berubah wujud dan mengaku sebagai iblis yang telah menjatuhkan banyak ahli ibadah dengan cara serupa.
.
Setelah puluhan tahun tanpa dijenguk, tanpa pengakuan, tanpa jalan pintas, ia keluar dari kesunyian sebagai ulama besar yang disegani Baghdad.
Namanya dikenal dunia sebagai Syekh Abdul Qadir Al Jailani, pendiri Tarekat Qadiriyah. Ternyata kebesaran itu bukan lahir dari keramaian, tapi dari sunyi yang ditahan bertahun-tahun sendirian.
Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.
@indepenSumatera Benjamin Scotty Wisley, warga Amerika Serikat pengelola sekolah Kristen swasta di Papua, terpukul atas meninggalnya pilot AS Nicholas Goselin di Yahukimo. Soalnya, guru juga diancam kelompok bersenjata Papua. Ironinya, TNI-polisi sibuk urus dapur MBG dll.
warga blak-blakan ga rela lagi bayar pajak ke pemerintah
"tahun ini saya ga bayar pajak. uangnya dialihkan iuran benerin jalan, saya belikan semen"
"nunggu dari pemerintah lama, udh rusak parah. inisiatif dari masyarakat, jadi bangun sendiri ajalah"
Pidatonya berpola.
Pola yang konsisten memperburuk kondisi ekonomi Indonesia.
Tiap muncul, rakyat makin ngerasain dampaknya. Yang di bawah makin berat, yang di atas... ya gitu deh.
🤦🏻♂️