Aku liat anak kuliah jaman skrg IPKnya tinggi2. IPK 3.8, 3.9 itu kaya hal yg biasa ditemukan. Padahal mereka aktif kegiatan dan lulusnya jg pada cepet.
Waktu kuliah dulu, temen yg punya IPK 3.7an bagiku udah wow banget dan bisa diitung jari. Apalagi yg di atas itu, cukup langka.
Itu hanya akan menunjukkan bahwa diri kita/perusahaan tidak kompeten dan tidak credible sehingga kehilangan kepercayaan dari pihak lain.
Ya, kecuali kalau dari awal kerjasamanya bukan dijalin berdasarkan asas profesional yg bisa diselesaikan dengan terminologi "maklum".
Dalam menjalin kerjasama, profesionalitas itu sangat dibutuhkan. Jgn jadikan masalah pribadi/kondisi internal sebagai alasan dari hasil kerja yg tdk sesuai.
"Ih cewek kok ngomong kasar"
"Kamu tuh lulusan X, masa kaya gitu"
Ucapan2 kaya gini nyebelin banget meskipun konteksnya becanda. Karna rasanya etika dan sopan santun itu berlaku buat semua orang, bukan gender atau latar belakang tertentu
Aku agak terganggu dengan orang-orang yang melabeli diri mereka sebagai seorang yang perfectionist (in positive or negative way), tapi ga kegambar dari penampilan, perilaku, ataupun hasil kerjanya.
Kalau mau menggambarkan kelebihan/kekurangan diri, aku sarankan untuk menggunakan beberapa istilah yg ada pada poin 1-5 di atas, yg lebih spesifik dari pada menggunakan istilah perfectionist yg tdk dapat dipertanggung jawabkan.