Sebenernya semua masih bisa terjadi. Arsenal masih mungkin kepleset lagi. Manchester City masih mungkin nyalip lagi.
Tapi jujur lebih milih Arsenal juara musim ini 🫣
Sebagai apresiasi akan perubahan pandangan yg mereka alami musim ini.
Musim ini, Arsenal seakan jadi "public enemy" karena gaya main mereka.
Bahkan sampai dilabeli 'haramball'. Padahal secara rata-rata, mereka masih menguasai lebih dari 55% bola, peringkat tiga dalam urusan sentuhan di kotak lawan, jumlah penciptaan peluang besar, dan xG (setidaknya hingga pekan 35 ini).
Hanya karena permainan yg bagi sebagian orang kurang enak di mata, pertahanan kuat, dan sangat mengandalkan bola mati, mereka dimaki.
Para suporter Arsenal pun berbondong-bondong membela klub kesayangan mereka setiap kali serangan ini muncul.
Entah sadar atau tidak, musim ini telah berhasil mengubah pola pikir mayoritas dari mereka.
Karena ada masanya, Arsenal adalah tim yang sangat bangga akan "permainan cantik" mereka.
Ketika klub Inggris lain seakan menghalalkan segala cara untuk tiga angka, Arsenal asuhan Arsene Wenger berprinsip bahwa menang harus memanjaka mata. Harus dilakukan dengan gaya 🕺
Di Inggris, Arsenal lah yang mulai menanamkan pemikiran bahwa sepakbola itu harus memberikan harapan. Menang jangan asal, tapi juga harus "indah". "Victory through harmony," yang jadi motto Arsenal bahkan ikut dikaitkan dengan hal ini.
Namun, liat mereka sekarang. Mereka lelah main "indah" ala Wenger. Mereka mengorbankan idealisme yg ada, dan berhasil melihat keindahan dari sisi yg berbeda 🪟
Sekarang, Arsenal bangga jadi "Corner Kick FC", dan suporternya mati-matian membela hal itu.
Padahal dulu, Wenger yg menyebut Stoke City klub rugby 🏉
Dulu, melawan tim yg kuat secara pertahanan, dan efektif transisi sering bikin suporternya frustasi.
Setelah bertahun-tahun melihat Philippe Senderos, dan Pascal Cygan. Paling bagus mungkin Kolo Toure, Thomas Vermaelen, dan Laurent Koscielny. Musim ini, pertahanan kuat akhirnya mulai mereka apresiasi 🧱
Walaupun masih ada peluang untuk terpleset lagi. Akan menjadi kepuasaan tersendiri melihat Arsenal juara seperti ini.
Terlepas dari benar atau tidaknya label yg disamatkan pada mereka, karena semua bisa diperdebatkan. Ada yg mengatakan, persepsi adalah relita.
Berhasil juara pastilah prestasi. Prestasi yg sudah lama dinanti. Sekalipun di dalamnya terdapat ironi 🍺😉
To every Arsenal fan,
I don’t even know where to begin but I have to say I’m sorry.
What happened yesterday is on me. One moment, one decision and it changed everything. I’ve replayed it over and over in my head and it hurts knowing I let the team and every single one of you down.
I know what this club means. I know what it means to fight for every point, every position, every dream. And in a moment where we needed composure, I made the wrong choice. There are no excuses for that.
Seeing the disappointment, the anger, I understand it. Honestly I feel it too. Probably even more. Because when you wear this badge, you carry millions with you and yesterday I didn’t carry it the way I should have.
All I can promise is this I won’t hide. I won’t shy away from it. I will take it, learn from it and use it. Because moments like this either break you or build you and I refuse to let it break me.
I will come back stronger. For the team. For this club. For you.
I’m truly sorry.
Lowkey think people just using this situation to further their agenda against Arsenal. He messed up but in that moment we all thought Conor Bradley was just time wasting too.
He’s apologized, move on.
Gabriel Jesus memberi penghormatan kepada Yesus:
“Sangat jelas mengapa saya mengenakan kaos ini. Karena Yesus jelas menyelamatkan hidup saya sejak awal ketika saya lahir dan seterusnya, jelas, melalui momen sulit dalam hidup saya, saya menyadari bahwa kita bukanlah apa-apa tanpa Yesus. Jadi saya ingin memuliakan nama-Nya.
Karena Dia membuat perbedaan besar di saat-saat sulit ini, jadi sekarang, di saat 'bersinar', saya ingin memuliakan nama-Nya karena, Anda tahu, untuk memulai tahun ini dengan cara saya bermain, kepercayaan diri kembali, dan kemudian karena suatu alasan Tuhan menghentikan saya, dan kemudian saya dapat belajar banyak hal.”
“Apa yang dapat saya lakukan lebih baik sebagai pribadi dan kemudian, dan sebagai manusia. Saya pikir sungguh menakjubkan bagaimana Yesus bekerja dalam hidup kita, terkadang Anda terus mempertanyakan, meragukan diri sendiri, tetapi Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, apa yang Yesus persiapkan untuk Anda.
“Jadi saya hanya mengatakan, teruslah maju, percayalah pada prosesnya, dan percayalah pada Yesus.”