Telihat taktikal? Tidak? Terlihat bodoh? Ya jelas terlihat bodoh dan konyol... Ini banyak yang mengabaikan sisi disiplin dan safety alias ngawur! Muzzle discipline tidak ada, kena sapu semua oleh laras senapan kawan di belakangnya, dan ada yang telunjuk masih menempel di pelatuk.
Prabowo tantang siapapun yang tidak puas:
"Silakan tantang saya di 2029."
Oke. Kita terima tantangannya.
Tapi:
a. UU Pemilu harusnya selesai 2025. Sekarang 2026. Belum kelar.
b. Penyelenggara pemilu dari 2024 belum dievaluasi, belum direformasi.
c. Putusan MK soal pemisahan jadwal pemilu? Masih "ditafsirkan" DPR.
d. Siapa Pj kepala daerah kalau jadwal bergeser?
Pemerintah pusat yang tunjuk.
Jadi tantangannya: bertanding 2029.
Tapi wasitnya belum diganti.
Lapangannya belum diukur ulang.
Aturan mainnya masih ditulis sepihak.
Berani nantang memang gampang ,
kalau yang bikin aturan pertandingannya lo sendiri.
#intinyadeh abis 5 org meninggal, 32 org ibu hamil calon manajer Kopdes-Kampung Nelayan dipulagin.
Satunya melahirkan saat jalani pelatihan.
Dikecam keras krn berarti pas periksa kesehataan, ibu2 hamil ini ttp disuruh ikut, termasuk yg udh hamil tua.
Dianggap gak make sense.
Bibir digunting, mata buta, hingga cacat permanen setelah disekap 3 tahun,
Komnas Perempuan: “Kasus penyekapan Yuvita belum masuk kategori penyiksaan..”
Sentilan lainnya, dan siapakah Martin Terpilowski.🙂
Martyn Terpilowski adalah seorang investor, praktisi teknologi, dan pendiri [Bhumi Varta Technology (BVT)], sebuah perusahaan penyedia platform Location Intelligence (intelijen lokasi/geospasial) berbasis B2B di Indonesia. Terpilowski memiliki latar belakang panjang di bidang keuangan (finance) dan telah beroperasi di Asia selama 25 tahun, termasuk di Tokyo dan Hong Kong, sebelum fokus membangun bisnis teknologi di Indonesia.
Ia dikenal di ekosistem digital Indonesia karena sikapnya yang sangat vokal dan blak-blakan (direct) dalam mengkritik realitas serta budaya modal ventura (venture capital) di dalam negeri.
Kritik Utama Terpilowski terhadap Ekosistem Startup Indonesia
Melalui berbagai wawancara, podcast, dan unggahan di media sosial, Terpilowski sering membagikan "kebenaran pahit" (hard truths) mengenai dunia startup nasional.
* Dominasi Model Bisnis Distributor (Bukan Inovator): Ia menilai sebagian besar startup besar di Indonesia sebenarnya hanya bertindak sebagai distributor atau perantara dagang, bukan pencipta produk teknologi mendasar.
* Ketiadaan Produk Teknologi Asli: Terpilowski menyoroti ironi Indonesia yang kaya akan sumber daya alam (seperti nikel untuk kendaraan listrik/EV), namun tidak memiliki produk teknologi buatan sendiri karena ekosistemnya tidak mendukung inovasi yang serius.
* Kritik terhadap Lulusan MBA vs Pembuat Teknologi: Ia berpendapat bahwa mayoritas pendiri startup di Indonesia berlatar belakang bisnis (MBA) dan mengejar pertumbuhan cepat (fast dollars), bukan anak-anak teknik (seperti lulusan ITB) yang benar-benar berfokus pada riset, mendalami sains, dan membangun teknologi mendalam (deep tech).
* Masalah Modal Ventura (VC): Sebagai pendiri perusahaan teknologi berskala besar yang dikembangkan secara mandiri (bootstrapped tanpa dana VC luar), ia mengkritik banyak investor modal ventura lokal yang dianggapnya kurang memahami perputaran uang riil dan hanya mementingkan metrik bakar uang (burning cash) serta valuasi semu.
@resahnegeri Gara gara 1 cabang doang, seluruh reputasi baik BCA jadi jelek, tinggal top management BCA sih mau ngambil langkah apa, drpd reputasi dan saham makin jeblokk~
Ciri-ciri GOAT asli:
Ketika bermain memberi impact
Ketika di bench memberi motivasi
Terhebat di dalam dan luar lapangan
Tidak perlu embel-embel “i’m back” karena GOAT tidak pernah menghilang.
Lionel Andres Messi Cuccittini
Greatest of All Time. Greatest. 🐐