ketika langit bersinar, kita megudara dalam luasnya
menyapa burung-burung juga semesta, saat temu bersandar pada dahan dan ranting, kita saling menebar senyum dan sentuh.
ketika kau ucap doa, aku mengudara dengan kecepatan cahaya..
ketika kau beri makna, aku mulai mengumbar janji-janji..
tetapi saat itu hanya diam, ketukannya tak henti berpaling..
sehingga hari itu hanya ada temu yang gagal..
kita memang merindu tapi hanya separuhnya saja.
aku pikir hanya seks yang punya cita rasa realisme, ternyata buku, film dan musik ketika ditekan dengan baik sebenernya terasa begitu nyata bahkan lebih nyata daripada kenyataan itu sendiri.