NOBODY LOVES KAY
Satu lagi rilisan bulan ini yang melampaui ekspektasi, sebuah drama semi biografi yang berbobot baik dalam isi maupun aspek sinematografi. Bisa dibilang salah satu film drama terbaik Indonesia yang MinGil tonton tahun ini.
Bersettingkan tren masa kini juga masih relevan tentang mereka yang mengejar mimpi, Film ini memilih jalur narasi melankoli. Bima Azriel bermain sebagai Kairi, dipanggil Kay, sosok pro-player muda yang sekarang menjadi inspirasi. Dalam mengejar mimpinya banyak yang harus ia pertaruhkan khususnya hubungan dengan orang tua , sahabat, bahkan mengabaikan absensi.
Minimnya "bumbu pemanis" dalam potret konflik yang ada semakin membuatnya terasa bernas tapi juga tetap mudah diresapi. Fokus film ke pergelutan batin seorang remaja tidak menjadikannya drama tipikal karena adanya penekanan di faktor lain seperti parenting dan juga nilai-nilai yang diturunkan antar generasi.
Walaupun memakai gimmick masa kini, namun tidak menjadikan film ini cheesy. Tumpang tindih konflik penuh dilema ditampilkan dengan susunan adegan dan bobot yang presisi. Nggak jarang result-nya bikin terenyuh hati, tanpa harus terasa sappy.
Capaian teknis juga sangat menunjang dari framing, foreground/background serta komposisi lighting yang nyaman dilihat.
Film ini mampu menginspirasi tanpa banyak mewanti-wanti. NOBODY LOVES KAY adalah salah satu karya debut terbaik yang rilis saat ini.
8,5/10
Di tengah kesulitan ekonomi, Jefri dan Ella menanti kelahiran anak kedua mereka, Kai. Namun kondisi bayi sungsang dan kecelakaan yang dialami Ella membuatnya harus segera melahirkan.