ALLAHU MASALAHNYA BUKAN DISITU. aksesibilitas bkn aksesibilitas kalo perlu 5 org dewasa dan jd tontonan buat diakses. aksesibilitas bukan berarti minta semua diubah tapi bikin alternatif yang mudah. kalo smp perlu digotong orang, berarti alternatif ini emang ga direncanakan
guys pls trutama yg cewe..
marry a guy berdasarkan requirement, bukan ekspektasi.
requirement itu klo salah satu aspek tidak ter-ceklis, yaudh skip.
ekspektasi itu klo salah satu aspek gk terceklis, kita denial sambil ngomong "ntar juga dia berubah"
capek gk sih settle for less?
Apa yang orang-orang sebut sebagai “kritik yang sopan” adalah alat kontrol dalam bentuk tone policing untuk meredam gugatan struktural atau kritik tajam terhadap sebuah realitas sosial.
Jangan galak2 sama penyandang disabilitas. Kita ini WNI yg mau jalan kaki dgn tenang aja lebih sering ketemu trotoar berlubang. Udah jln di pinggir masih berpotensi diserempet kendaraan bermotor. Sekedipan mata dari jagjag waringkas kita bisa jd disabilitas.
Kalau orang "sopan" suaranya bakal didengar di INDONESIA, I think gerakan KAMISAN ga bakal sampai 900x deh. Dan buktinya suara KAMISAN aja sampai saat ini ga DIDENGAR. Jadi orang difabel harus menyuarakan aspirasinya kayak gimana? Tetap "sopan" kah??
Bahkan sebagai akomodasi, kacamata itu masih termasuk mahal banget :") Dari frame sampe lensa. Sempet ganti frame pas kkn habis sekitar 300k sampe temen shock karena baginya cuman frame doang 😭
Buku Demystifying Disability membahas hal ini. Sering kali fokus yang ada bukannya memperjuangkan inklusivitas tapi malah menjadikan orang dengan disabilitas sebagai bahan "inspirasi" yang pada akhirnya cuma untuk membuat orang-orang nondisabled feeling better about themselves.