Nemu kalimat ini
“be careful with the words you say, you never know how many times someone repeats them in their head”
Kadang kita lupa, luka terbesar justru datang dari kata-kata.
Sedikit mirip sm temen gua. Doi punya tunangan (dijodohin bapaknya). Satu bulan sebelum nikah, dikirimin kado ultah jaket, helm, dress selutut 2 biji.
Trs beberapa hari setelahnya si cowok dateng ke rumah dia. Eh dress2 itu dipake sm dua adek ceweknya. Temen gua lgsg-
Gw pernah kerja di family company,
Disuruh ngurus 4-5 perusahaan (accounting & tax) tp gaji UMR. Gw sengaja kerja males2an, trs kena SP “kalau gw ga perform”
Yaudah gw resign lah, wkwk
trs HRD nya nanya “kamu ga nyesel resign dari sini?”
YA KAGAK LAH KOCAK
"Halo Tim IT? Ini dari Tim Accounting, Tax, and Finance"
"Ya? Gimana?"
"Kita perlu ubah aplikasi kita buat ngeprint invoice sama kuitansi, soalnya PPN-nya berubah."
"Oh, jadinya turun ya? Jadi 11%? Gak jadi 12%? Tinggal ganti angka itu mah"
"Engg... Enggak gitu kak"
"He? Jadi turun apa enggak nih?"
***
"Jadi di invoice sama kuitansinya, label PPN-nya kita tulis tetep 12%."
"Terus? Kalau gitu kan misalnya harga kita jual 10.000.000, berarti PPN-nya 1.200.000?"
"Enggak, tetep 1.100.000 walaupun PPN-nya 12%."
"Hah? Gimana-gimana? Jadi kita cuma ngubah angka di labelnya, tapi gak ngubah nominalnya?"
"Kurang lebih gitu. Undang-undangnya gak berubah, PPN-nya tetep 12%. Tapi ada Peraturan Menteri yang ngakalin supaya jadi 11%."
"Heh? Elu main-main sama gue apa gimana?"
"Enggak bang, emang gitu. Jadi Dasar Pengenaan Pajaknya bukan harga."
"Hah? Terus apa?"
"DPP-nya 11/12 dari harga kak"
"..."
***
"Hello, this is your overseas client."
"Yeah, what's up?"
"We bought your product for IDR 10.000.000 a unit, and it said that the VAT is 12%. Previously it was 11%."
"Oh yeah, the government changed it by law."
"But, why is the tax value is IDR 1.100.000? Are you sure it is not a mistake?"
"No, it is not."
"What? Explain to me?"
"..."
***
"Halo kak IT?"
"Ya?"
"Kayaknya kita perlu update lagi aplikasinya. Klien kita banyak yang bingung."
"Jadi di bawah harga, kasih baris 'Dasar Pengenaan Pajak'"
"Yang 11/12 kemarin?"
"Iya."
"Bentar, itung dulu."
"Ditunggu kak."
"Jadi misal baris pertama: Total harga = 'Rp 10.000.000', baris kedua: Dasar Pengenaan Pajak 11/12 Harga = 'Rp 9.166.666,67', baris ketiga baru PPN 12% = 'Rp 110.000'. Gitu?"
"Iya kak, betul"
"..."
***
"Oh ya kak lupa."
"Apa lagi?"
"11/12 itu dibikin bisa diganti-ganti ya kak."
"Hah? Jadi ini belum tentu fix selamanya?"
"Kata legal gitu kak, jaga-jaga kalau ada peraturan menteri baru lagi."
"Jadi bisa jadi berapa aja tuh 11/12? Jangan-jangan bisa jadi 15/12 atau 20/12 apa gimana?"
"Kata legal bisa-bisa aja kak, gak ada aturan yang ngelarang."
"..."
***
"Hello, this is your overseas client."
"Yeah, what's up?"
"I am even more confused now. Why is the tax base 11/12 of the price?"
"The government decided that."
"What?"
"Yes, they just release the regulation."
"When?"
"Yesterday."
"Wait a minute. They can change whenever they want? So, let's say next month, they can change the number '11/12' to another number?"
"..."
@oreoremuks Ini namanya "to quoque" yang artinya "kamu juga" (dibaca too-kwo-kwee). Bukannya fokus pada argumentasi, seseorang malah mengalihkan fokus ke kesalahan yang dibuat orang yg menyampaikannya.
Saya unfollow RK sejak 2017. Saat RK merayakan S2 istrinya dengan bilang ini karena dia 'mengizinkan' istrinya, dan menjaga kecantikan itu kodrat perempuan.
Orang yg mengkritik dilabeli aktivis feminis. Lalu komennya discreenshoot, diposting di feed RK, dan diserang fans2nya.
dulu ortu ku selalu ngelarang ini itu tanpa aku tau alasan yg jelas. alhasil aku jd pembohong. izin pulang malem untuk nugas, malah keluyuran main. communicating in a clear and positive way is very important to let your children know how you feel. it helps w building trust (cont)
Dokter ada yang ngerokok, psikiater ada yang punya gangguan jiwa. 🙂
I think—tujuan mrk bukan u/ memastikan semua org “gak sakit”, tapi mengedukasi orang2 tentang berbagai kegiatan/keadaan beserta konsekuensinya.
a.k.a aware aja dulu, mau tetep ngelakuin/engga ya keputusan u.
@tanyakanrl kurang sopan ofc, who said "gue" with stranger? and esp they're someone older than you, unless you guys are close and they're comfortable with "lo" "gue" then boleh, cmn klo ini kek minimal msh pake "saya" ato "aku" gt kek.