Transformasi hampir 2 bulan ini. Berkat meal plan dan program dari dokter gizi, private cross training digembleng coach, disiplin gym dan olahraga lainnya.
Mari usaha teruuuus... 💪💪💪
Baju yang udah nggak muat dipakai 2 tahun ini, akhirnya jadi muat lagi dan malah kebesaran. Untung belum dikasih ke orang. Disimpan karena (sok) yakin banget: "Ah, ntar pasti muat dipakai lagi kalau udah kurusan".
Belum mencapai BB target, tapi masih dalam proses yaaa. 💪
@meowpphu Cafe:
Songwat Coffee Roaster
CPS
Factory Coffee
Ksana Matcha
Piccolo Vicolo
Glig Cafe
A Keen House
Family Thai resto:
Inter Resto
Prachak Roasted Duck Noodle
Burnbusaba
Original Pad Kra Pao 1993 (lebih enak dr Phed Mark)
Jae Koy
Kemarin baca tentang @mrtjakarta yg ngerem mendadak dan stuck sebelum halte MRT Asean/Blok M.
Hari ini ngalamin sendiri. MRT ngerem mendadak dan stuck dalam posisi nanjak di depan Al-Azhar, karena gangguan sinyal. Tapi cuma sebentar, dan petugasnya juga sigap kasih pengumuman.❤️
Enihh Pendapatku dari kacamata tukang masak di dapur juga,
Disclaimer, aku disini mau kasi insight aja apa yg sebenernya terjadi di dapur kalau 1 orang mendadak ga masuk.
Kadang orang yg ga kerja di dapur ga ngerti soal tanggung jawab atau profesionalisme yg cep juna maksut.
Contoh semisal orng yg ga masuk ini posisinya commi di section A dan kebetulan dia shift opening sendiri. Itu work flow dapur bisa jadi rusak karna 1 orang ga masuk.
Mau ga mau yg shift middle harus masuk ke open, dan bisa di pastikan shift middle ke clossing kurang orang karena si middle pindah open. Ini Hanya sebagian kecil efek yg terjadi, intinya akan menimbulkan domino effect yang merugikan.
Apalagi yg di sebut cep juna CDP yang tanggung jawabnya lbh gede dari commi yah bisandi bayangkan yaahh.
Karena setiap individu di dapur itu ada tugasnya masing-masing. Bukan cuman "masak".
Cont.
- order barang
- penerimaan barang
- storing
- preparation dan seterusnya sampe bisa ke tangan konsumen.
*bang klao gitu kenapa ga di tambah aja staffnya*
Tidak semudah itu yahhh ges.... 😓
Semangat anak dapoerrr!!
Gue selalu menekankan, kalau masuk baik-baik, resign juga harus baik.
Kalau mau interview di tempat lain, silakan. Nggak gue larang, tapi gue ajarin, mereka harus tahu jelas hak dan kewajiban di tempat baru itu.
Karena banyak cafe/resto yg lebih kejam dan brutal di luar sana.
Makanya gue dari awal selalu bikin SOP yang jelas dan setiap interview selalu menekankan kalau izin mendadak hanya bisa untuk sakit dan hal urgent. Juga selalu meminta "keikhlasan" team untuk siap cover jika ada yang off mendadak (tentunya dibayar lembur). - tbc
Tapi sebenarnya kalau mau dibilang kejam/nggak, balik lagi ke hubungan dinamis antara leader dan staff.
Harus saling menghargai, saling bantu walau ya kadang pake ngotot²an sambil sedikit jungkir balik (apalagi kalau ngadepin reservasi Ramadan), harus ada timbal balik yg sesuai.
Gue terjun di dunia fnb udah lebih dari 12 tahun. Awalnya punya catering rumahan, sampai akhirnya disuruh handle 3 kafe dalam kurun waktu berurutan.
Percayalah, fnb itu kejam. Kalau lagi riweuh, semua orang tensi tinggi. Bukan karena galak, tapi karena kewalahan. - tbs
Chef Juna lagi disorot gara2 bilang SDM orang Indonesia itu manja. Dia ngasih contoh perilaku stafnya di area profesional kitchen,
Menurut Juna, ada staf Chef de Partie (CDP) yg tiba2 izin gak masuk karena anaknya sakit,
Juna bilang, "Call me heartless. Yang sakit kan anaknya. Istrinya ada di rumah. Terus ngapain kamu ikut-ikutan di rumah? Emang kamu ikutan di rumah anak kamu sembuh gitu, tiba-tiba zeng gitu, sembuh gitu. Kalau pintar masuk."
Juna bilang seharusnya stafnya tetap masuk karena anak sakit butuh biaya pengobatan. Sedangkan, izin kayak gitu gak masuk cuti & biasanya potong gaji.
Juna juga memastikan stafnya merasakan "neraka" saat masuk kerja lagi. Tapi, Juna menekankan itu ia lakukan karena di kitchen setiap orang udah punya tugasnya masing2,