Jepang sudah putus asa.....
Bayangkan, sebuah negara industri raksasa yang mengimpor lebih dari 90% kebutuhan energinya. Bagi mereka, angka 254 hari cadangan minyak itu bukan waktu yang lama, itu adalah hitung mundur menuju collaps....
Kalau Selat Hormuz ditutup total, Jepang nggak cuma berhenti produksi mobil, tapi listrik, transportasi, hingga distribusi pangan mereka bakal chaos.
Selat ini adalah jalur distribusi minyak paling krusial di dunia. Sekali saja ada kapal tenggelam atau blokade militer di sana, pasokan energi ke Asia Timur (Jepang, Korea, Cina) terputus.
Jepang kirim pesan tersirat kepada ke AS "Kami nggak bisa bertahan lama, tolong amankan jalur ini dengan cara apa pun"....
Jepang punya robot, punya kereta cepat, punya teknologi nuklir, tapi mereka tetap berlutut pada sebuah jalur air sempit di Timur Tengah.....
Saat negara maju panik karena ketergantungan energi fosil dari luar, kita masih punya benteng pertahanan sendiri. Kita masih aman karena memiliki cadangan minyak sawit yang melimpah sebagai alternatif energi. Bahkan, fokus kita sekarang sudah bergeser ke penguatan internal melalui program Makan Bergizi Gratis....................................................
Perang ini telah membuktikan kepada semua orang bahwa negara-negara Teluk hanyalah lelucon, dan bahwa kerajaan mereka adalah sistem politik kosong yang tidak memiliki apa pun selain ilusi kekuasaan.
Di mana tentara Saudi, yang anggaran militernya mencapai 75 miliar dolar AS setiap tahun?
Arab Saudi menghabiskan lebih banyak uang untuk militernya dalam satu dekade daripada gabungan pengeluaran militer Prancis, Inggris, dan Jerman.
Di manakah pasukan Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait?
Di manakah lobi-lobi Teluk yang telah menghabiskan miliaran, bahkan triliunan dolar untuk memengaruhi kebijakan Amerika?
Monarki-monarki Teluk hanyalah fatamorgana, dan kini fatamorgana itu mulai menghilang.
Perang ini mungkin akan menjadi akhir dari monarki-monarki yang telah menyebabkan kehancuran mereka sendiri.
Sebuah paradoks muncul dalam benak saya: Siapa sebenarnya yang berperan sebagai pelindung? Apakah pangkalan militer Amerika yang melindungi negara-negara Teluk, atau justru negara-negara Teluk itulah yang menjadi perisai bagi pangkalan Amerika?
Jendral atau mantan jendral di Kemhan ngaku aja ayo!
Cewek ini simpanan siapa di Kemhan?
Ayo ngaku aja woy!
Dia seumur hidup cuma umbar body tapi tiba-tiba masuk tim di Kemhan.
SUDAH PASTI PACARNYA ORANG KEMHAN!
Pertahanan Indonesia hancur dijalankan om om mesum di Kemhan
🔥
Wah ini mah sering...
Pernah ada project gede sama salah satu ditjen di daerah jaksel. Udah dikasih segala fasilitias tetep minta duit transport, sama minta duit "serah terima project" (bos ku pusing 7 keliling ini duit puluhan juta bkalan diclaim sebagai apa coba ke accounting)
Terus yeee LU PADA GW YANG JEMPUT OYYY
Aku yg project manager ini rela kudu jemput mereka pake mobil kantor tetep minta amplop ongkos bajigur emang tikus pengerat ini 😭
Ini benar, banyak bisnis yg sebelum thn 2015 dikerjakan oleh swasta diambil atau dikerjakan oleh anak2/ cicit2 BUMN.
Benar kata Pak Menkeu jaman P SBY swasta hidup.
Mulai thn 2015/ 2016 Pemerintah/ BUMN anak/ cicit mengerjakan hampir semua bisnis swasta.
Presiden @prabowo@KemenkeuRI@setkabgoid@KemensetnegRI
🇮🇩 This video from Jakarta, Indonesia, shows that the police are enemies of the people.
The police are giving the middle finger to the protesting crowd.
Pati sepertinya akan menorehkan Sejarah baru di Republik ini bahwa Pemimpin yang Arogan dan sok berkuasa maka pada akhirnya akan ditawur oleh rakyatnya sendiri.
Fenomena Rakyat Bersatu & Bergerak Melawan Penguasa yg Menindas Rakyat dgn Menaikkan Pajak Seenaknya
PATI MENYALA 🔥
Mudah-mudahan Menginspirasi Daerah Lain
Ini rang orang diatas faham gk sih! Ekonomi Juntai ini bs sampai 2-3 Tahun kedepan.
Kt lagi Inflasi ini! Cm ketolong aja masyarakat terbiasa autopilot ini msh kuat berjuang,ekonomi bawah masih jalan!