Merayakan Satu Tahun Vasektomi.
Hari ini tepat setahun gw menjadi mandul atas kesadaran diri sendiri. Sebuah keputusan yang tidak gw sesali. Sebuah keputusan yang justru malah membuat hidup gw dan Pandita Ratu menjadi lebih mudah.
Setelah vasektomi, gw dan Pandita Ratu tidak lagi harus pusing memikirkan jadwal aman kalender, tidak harus ngestock kondom, tidak harus memikirkan metode kontrasepsi lainnya.
Tidak ada dampak negatif ke gw setelah menjalani vasektomi. Tidak seperti bayangan negatif orang-orang yang menyebutkan bahwa vasektomi sama seperti dikebiri. Tidak. Gw tetap mampu memenuhi kebutuhan seksual gw dan Pandita Ratu dengan baik tanpa ada halangan apapun.
Ibu teman balletnya Acia pernah nanya ke Pandita Ratu apakah setelah vasektomi gw menjadi kemayu. Pandita Ratu cuma tertawa. Tidak. Vasektomi tidak membuat laki-laki menjadi kemayu. Laki-laki masih memproduksi hormon testosteron kok yang bertanggung jawab untuk membuat fisik gw menjadi laki-laki. Laki-laki tang divasektomi juga masih memproduksi sperma juga.
Sering juga dituduh bahwa yang vasektomi punya biatan untuk jajan sana sini karena sudah tidak takut menghamili. Benar hanya sampai di bagian tidak menghamilinya. Gw sekarang tenang karena sudah tidak bisa menghamili Pandita Ratu. Gw tidak inginkami mengalami kehamilan tidak direncanakan/diinginkan. Salah di bagian bebas jajan. Sekalipun gw mau jajan sana-sini, gw akan tetap menggunakan kondom karena gw lebih takut terkena penyakit/infeksi menular seksual dibandingkan kehamilan.
Tak sekali dua kali gw diledek karena sekarang gw sudah tidak lagi "jantan." Mereka menganggap bahwa bisa menghamili perempuan adalah sebuah bentuk kejantanan. Anak gw sudah tiga. Anak gw paling kecil sebentar lagi akan lulus SD. Yang meledek gw? Menikah saja belum. Dengan menggunakan standard mereka, gw tentu jauh lebih jantan. Sudah ada hasilnya.
Vasektomi adalah bentuk perwujudan cinta gw ke Pandita Ratu. Ketika ditanya kenapa ingin menjalani vasektomi pada saat dase screening, gw jawab "Karena saya sayang istri."
Gw mau berbagi beban dengan Pandita Ratu. Semua beban, termasuk di dalamnya soal kontrasepsi. Beban Pandita Ratu sebagai Ibu sudah cukup berat, makanya gw akan membantu meringankan beban dia sebagai istri.
Video ke 2 gua record tepat setelah pemakaman. Semua punya pemikiran yang sama kalau Marapthon tidak akan terjadi atau the least semua plan dan jadwal mundur. Which is wajar dengan semua yang tau sifat gua yang seperti dulu dan ditambah situasinya lagi seperti itu.
But nah babe. I will do it in sadness. I will do it bleeding. I'll crawl. I will do it dying. I will keep my promises.
*di kereta*
[mnepuk pundak] turun dmn mas
ibukota indonesia
hah?
jakarta bener toh?
ow trun di jkt
iyh,kdm bapa aing
hah
that simple
[mlapor masinis] tlong ad org gk waras