Review buku Entrok karya Okky Madasari. Bukunya menceritakan dua perempuan beda generasi yang hidupnya terkoyak-koyak di era orde baru. Marni, seorang ibu yang buta huruf, masih memuja leluhur dan gigih mencari uang. Rahayu, anaknya yang religius, berpendidikan dan tidak sejalan dengan ibunya.
Cerita disampaikan lewat dua sudut pandang mereka. Siap-siap geram, murka, gusar, dan berang saat melihat aparatur negara dan penguasa mengendalikan kehidupan mereka. Dalam novel ini kita tahu kalau penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang sudah mengakar sejak dahulu kala. Korbannya bukan hanya Marni dan Rahayu, ada banyak sekali.
Kagum sekali dengan karakter Marni, dengan keterbatasannya dia bertekad mengubah nasib. Ketekunan dan kegigihannya membuat mimpi besarnya terwujud, namun harus ditempeli “benalu berseragam”.
Walaupun buta huruf, Marni memiliki pemikiran yang progresif dengan memberdayakan diri sendiri dan para perempuan di sekitarnya. Dulu ia pernah jadi kuli angkut di antara laki-laki, ingin punya entrok/BH yang mana zaman dulu barang mewah karena mahal, terus dia ingin punya sawah biar bisa memperkerjakan tetangganya khususnya para perempuannya biar bisa cari nafkah, dan lain sebagainya. Berbeda dengan anaknya Rahayu yang keblinger agama.
Bukunya penting untuk dibaca, fiksi sejarah yang membahas militerisme, kekejaman orde baru, perjuangan perempuan, kemiskinan, hingga agama.
Kutipan apik banyak sekali di buku ini, salah satunya mungkin ini:
“Aku juga membencinya. Benci atas kesabaran dan penerimaannya pada nasib. Benci atas ketidakberdayaannya mengubah hidupnya. Apakah Teja tak pernah bermimpi saat tidur?”
PELECEHAN!!! KESEL BANGET!
Sengaja banget ini nyentuh kupingnya!
Sentuhan fisik yang tidak diinginkan oleh anak, seperti mengelus rambut atau menyentuh bagian tubuhnya, apalagi yang sensitif, seperti telinga, termasuk ke dalam pelecehan pada anak. Apalagi di video ini anaknya nampak tidak nyaman!
Anak yang mengalami pelecehan seksual berpotensi mengalami PTSD, depresi, ansietas, rasa malu, gangguan tidur, tidak aman, hingga tidak percaya pada orang dewasa. Bahkan pada kondisi berat bisa berujung pada self-harm.
Jangan normalisasi tindakan seperti ini ya!
Sumber:
Hailes (2020). Long-term outcomes of childhood sexual abuse: an umbrella review.
Selamat Senin!
Awali harimu dengan minum kopi dan jajan buku xixixi
Jual buku baru dan preloved👀
Pengiriman dari Bandung yaaa
#jualbuku#bukupreloved#zonauang
📚 GIVEAWAY BUKU TEKA TEKI RUMAH ANEH 📚
Dua orang beruntung akan mendapatkan satu buku Teka Teki Rumah Aneh karya Uketsu. Caranya gampang:
1. Follow Twitter @yudichu
2. Repost, like dan save tweet ini
3. Reply tweet ini lagi baca buku apa dan domisili kamu dimana
Pemenang akan diumumkan pada 17 Juni 2026. Semoga beruntung 📚✨
*Bukunya baru yaaaaaaaak*
Ini mungkin terdengar menyakitkan, tanggungjawab untuk mengelola emosi & memori yang membekas pada akhirnya jatuh ke kita sendiri sbg individu yg alami lukanya. Yg melukai mgkn tdk mau akuntabel apalg berpikir minta maaf, pun minta maaf saja belum tentu dapat memulihkan segera.
“Kalau belum punya apa-apa, sebaiknya jangan punya siapa-siapa.”
Ternyata kalimat itu juga berlaku untuk perempuan. Sebab saat perempuan tidak punya keterampilan, tidak punya penghasilan, dan tidak punya kemandirian, dunia sering kali memandangnya sebelah mata.
Sudah kah kamu beli buku Oni Jouska karya Asep Ardian? Minggu lalu aku beli bukunya di bang Jimmy. Semalem temen booktok langsung laporan udah baca dan sukaaaaa, makin gak sabar 👀📚🐟
"Gadis Minimarket" itu buku yang sangat bagus. Salah satu buku yang akhirnya membawaku kembali pada gagasan Marx, "bekerja itu adalah eksistensi manusia".
sayangnya, esensi kerja itu sendiri yang digeser sangat jauh oleh kapitalisme, dan "kerakusan" masyarakat zaman ini.