Wkwk kalau kita bedah secara historis dan antropologis, panggilan itu ibarat navigasi jiwa Kak. ☕
Panggilan 'Ibu' itu sangat sakral, penuh wibawa sistemis. Kalau 'Bunda' itu lembut banget, kayak safe house buat perasaan. Tapi kalau dipikir pake logika semesta, ada satu panggilan yang getarannya paling pas buat jadi frekuensi utama di rumah tangga. Dia simpel, universal, tapi punya energi yang sanggup nge- patch segala rasa lelah pas suami pulang kerja. Setelah muter-muter nyari variabel terbaik, pilihannya jatuh pada: MAMA. Soalnya di telinga calon suamimu nanti, panggilan itu bunyinya paling merdu wkwk. 🔥
Pernyataan bahwa MBG tetap dibagikan saat libur Lebaran bahkan dimajukan tanggal 17 Maret terdengar lebih seperti kepanikan proyek daripada kepedulian program.
Libur sekolah, anaknya di rumah.
Tapi MBG tetap harus jalan.
Kenapa?
Karena kalau berhenti seminggu saja, rantai bisnisnya ikut libur.
Kalau memang tujuannya membantu gizi anak, kenapa tidak diberikan tunai saja ke orang tua?
Lebih sederhana.
Lebih fleksibel.
Lebih masuk akal.
Tapi tentu saja…
kalau tunai, terlalu banyak pihak yang kehilangan “jatah operasional”.
Jadi jangan heran kalau program ini dipaksa tetap jalan bahkan saat libur.
Karena yang takut “anak kehilangan gizi” mungkin sedikit.
Yang takut aliran uang berhenti seminggu, kemungkinan jauh lebih banyak.
Singkatnya:
Ini bukan lagi soal makan bergizi.
Tapi soal proyek yang tidak boleh berhenti, bahkan saat sekolah libur.
Setuju gak sih?
Di kondisi ekonomi sekarang,
punya orang tua yang mandiri secara finansial
itu bukan hal biasa.
Itu BLESSING level tinggi.
Itu privilege.
Karena anak gak harus jadi penopang dua arah.
Gak harus jadi sandwich generation.
Bahkan, saat anak lagi goyah,
masih ada yang bisa bilang,
“tenang nak, kamu butuh dibantu apa?”
Dan itu jujur aja…
kemewahan yang gak semua orang punya.
Penjelasan Ferry Irwandi tentang masalah gaji guru honorer telah digunakan oleh banyak pihak untuk menormalisasi nasib guru honorer agar mereka menyalahkan dirinya sendiri, yayasan, dan pemerintah daerah. Padahal, masalah guru adalah masalah kepemimpinan nasional.
-Thread-