Fase 2016-2026 dibuka dengan adu penalti di Final UCL antara Real Madrid lawan Atletico Madrid.
Kemudian fase itu diisi tanpa adanya adu penalti di final UCL.
Lalu fase ini ditutup dengan adu penalti di Final UCL antara Arsenal lawan PSG.
Tegang!๐จ
aku coba jawab ya, soalnya ini pertanyaan yang sering banget muncul.
memang dari sudut pandang manusia, kecoa dan nyamuk berasa sia-sia. tapi sebenarnya, peran mereka ke kita lebih banyak dari yang kita kira, cuma ga keliatan langsung.
kita mulai dari kecoa dulu ya.
di alam liar, kecoa itu salah satu pengurai utama. mereka makan daun mati, kayu busuk, kotoran hewan, sampai bangkai serangga lain. dari proses pencernaan mereka, nitrogen yang terkunci di bahan-bahan itu dilepas balik ke tanah, dan nitrogen ini yang bikin tanaman tumbuh subur.
terus, kecoa juga jadi makanan utama banyak hewan kayak kelelawar, kadal, burung kecil, laba-laba, dan tikus.
nah, kelelawar yang banyak dari kita anggap menyeramkan itu, ternyata salah satu pengendali alami serangga lain di sekitar kita. satu kelelawar bisa makan ribuan serangga dalam semalam. dan kelelawar bisa hidup sebagian besar dari makan kecoa.
artinya, kecoa di alam liar itu yang menghidupi kelelawar yang menjaga rumah kita dari serbuan serangga lain.
untuk nyamuk, cek twit di bawah ya๐
๐จRESMI!
Kemenkes mengeluarkan aturan "Pencantuman Label Gizi dan Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan Siap Saji"
Berdasarkan Kepmenkes No. 01.07/Menkese/301/2026
Detailnya:
a. level A berupa kombinasi huruf A dengan warna hijau tua;
b. level B berupa kombinasi huruf B dengan warna hijau muda;
c. level C berupa kombinasi huruf C dengan warna kuning;
atau
d. level D berupa kombinasi huruf D dengan warna merah.
Keterangan:
1. Level A merupakan kandungan gula, garam, dan lemak yang lebih rendah dibandingkan level B, level B merupakan kandungan gula,
garam, dan lemak yang lebih rendah dari pada level C, dan level C
merupakan kandungan gula, garam, dan lemak lebih rendah dibanding
level D.
2. Level A tidak boleh menggunakan bahan tambahan pangan pemanis
(bahan tambahan pangan pemanis alami dan/atau bahan tambahan pangan pemanis buatan), baik melalui penambahan langsung dan/atau ikutan (carry over).
3. Level B hanya dapat menggunakan bahan tambahan pangan pemanis
alami.
4. Level C dan Level D dapat menggunakan bahan tambahan pangan
pemanis (bahan tambahan pangan pemanis alami dan/atau bahan tambahan pangan pemanis buatan).
Contoh pencantuman label ada di foto 3.
Pemberlakuan secara WAJIB akan diterapkan 2 tahun dari Kepmenkes ini diterbitkan.
Alhamdulillah lah ya paling tidak ada progress untuk lindungi masyarakat dari bahaya konsumsi Gula Garam Lemak berlebih.