Perempuan yang lelah memikul dunia jangan lupa hadiah yang Rasulullah ajarkan pada putrinya, Fatimah al-Zahra.
Saat tubuh letih, hati sesak, dan air mata jatuh diam-diam amalkanlah dzikir ini sebelum tidur :
33 kali Subhanallah
33 kali Alhamdulillah
34 kali Allahu Akbar
Allah tahu lelahmu. Allah kira sabarmu. Dan setiap air mata yang jatuh dalam diam, tak pernah sia-sia di sisi-Nya.🌷
Hug semua perempuan di dunia ini 🫂💕
@karirfess Privilege terbesar orang kaya itu bukan tas atau mobil, tapi kesempatan buat jadi versi terbaik dirinya.
Lebih gampang jadi “wanita lembut, sabar, humble” kalau hidup aman, ayah fungsional, ibu waras. Emosional dan financial terpenuhi, .
Virtue is easier when life is kind to you
Düzen 1'i seçiyorsanız: Muhtemelen daha içe dönük, planlı ve huzuru kendi alanında bulan birisin. Senin için ev, dış dünyanın gürültüsünden kaçtığın bir kale.
btw, ini salah satu informasi yang bikin aku mikir kalo hewan tuh pasti punya perasaan.
jadi, pada tahun 2007, peneliti dari monterey bay aquarium research institute menemukan seekor mama gurita di kedalaman 1400 meter lepas pantai california. nama gurita ini Graneledone boreopacifica.
waktu pertama kali ditemukan, dia tuh lagi ngelingkarin telur-telurnya yang menempel di dinding batuan dasar laut.
karena peneliti sering turun ke laut dalam tiap bulan, peneliti sering nih ketemu si mama gurita di titik yang sama setiap bulan. posisinya masih sama, masih ngelingkarin telur-telurnya.
selama berbulan-bulan peneliti bolak-balik pun dia masih di sana, sampai akhirnya peneliti sadar kalo mama gurita tuh gapernah pergi selama ini. jadi bertahun-tahun dia ngurusin telurnya.
selama 4.5 tahun dia ga cari makanan, ngusir predator yang ngedeketin telurnya, mengipasi telur-telurnya dengan lengan supaya oksigen terus mengalir, bersihin telur-telurnya dari kotoran dan parasit satu per satu, selama 4.5 tahun :(
peneliti yang mengamati si mama gurita ini bilang kalo kondisi mama gurita tuh terus memburuk setiap kunjungan. tubuhnya makin pucat, kulitnya mengendur, matanya mulai keliatan lelah.
sampai akhirnya kunjungan terakhir peneliti di bulan ke 53 telur-telurnya udah menetas, bayi-bayi gurita kecil udah bebas berenang, dan si mama gurita mati.
4.5 tahun sendirian, dalam gelap, di kedalaman 1400 meter, ga makan, ga kemana-mana, demi anak-anaknya bisa hidup 🥲
sumber lain yang bisa kalian baca:
https://t.co/qoC1cfzOOA
https://t.co/Zd5WiiCYlW
katanya karir pengen diangkat, tapi tahajud aja susah.
katanya hidup ingin dimudahkan, tapi bangun 2 rakaat sebelum subuh aja susah.
katanya rezekinya pengen dilancarkan, tapi sholat dhuha aja gak pernah.
katanya pengen ditolong Allah, tapi sholat wajib aja masih bolong-bolong.
Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking..
Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? 🤯
Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA"
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64
QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality.
Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame.
Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan.
Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya.
Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia?
Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player?
Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja.
Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR.
Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out.
Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar.
Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas.
Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.