@sighyam@cutiepieloey@jodibaskoro Or if u have a local thai bank account (such as bangkok bank, CIMB Thai, Krung Thai, Bank of Ayudhya) you can just scan the QR using the bank app. Or you can double check with ur bank if they allow cross border QR payment.
#MenolakLupa
Ita Martadinata, aktivis perempuan yang dibunuh karena aktif mendampingi korban pemerkosaan & KS tahun 98
Ia dibunuh sebelum berangkat ke AS untuk memberikan kesaksian pemerkosaan tahun 98
Jangan biarkan sejarah dihilangkan oleh orang busuk macem Fadli Zon
@CommuterLine min ini kereta menuju duri udah tertahan lebih dari 15 menit dengan alasan gangguan operasional. Ini ada apa ya? Dan kira2 berapa lama solve-nya? Trims.
Masih ada banget kok ada yang merasa sebel sama orang2 yang berisik mengkritisi pemerintah di medsos. I shared this on my IG, fully aware that a lot of friends will skip it and prefer padel related posts.
Share it if you feel like to. No artwork. No credit needed.
Bayangkan kamu hidup di negara di mana jabatan pemerintahan bukan lagi dipegang oleh ahli di bidangnya, tapi oleh tentara yang masih aktif berdinas. Mereka bukan politisi, bukan ekonom, bukan birokrat tapi mereka punya satu kelebihan: kekuasaan atas senjata.
Kamu mau bekerja sesuai keahlianmu? Posisimu bisa saja diambil oleh tentara yang bahkan tidak punya pengalaman di bidang itu.
Kamu ingin menyuarakan kritik? Pikir dua kali. Mereka yang membuat aturan juga yang punya kewenangan untuk menindak siapa pun yang dianggap “mengganggu ketertiban.”
Kl RUU TNI 2025 disahkan, aturan ini memungkinkan tentara aktif menduduki jabatan sipil TANPA melepas status militernya. Ini bukan hanya tentang perubahan administratif, tp langkah menuju dwifungsi TNI, sebuah sistem yang dulu menempatkan militer sebagai penguasa di segala aspek kehidupan.
Sejarah udah membuktikan: ketika militer terlalu dalam mencampuri urusan sipil, rakyat yang akan kehilangan suaranya. Dan ketika rakyat kehilangan suara, negara ini tak lagi milik kita, tapi milik mereka yang bisa memerintah dengan kekuatan, bukan keadilan.
I want to address this (fair point!) and explain why sleuthing IS "minding my business". https://t.co/g6CqoqhpBT
It all started in February 2020, when a graduate student showed me a paper and said he wanted to replicate the behavioral data in the mouse behavior core that I run. I looked at the data and told him that it is not real, and that it would be a waste of his time and mine trying to replicate it. Turns out, the senior author of the paper was coming to Columbia to give a talk. I went to the talk, and sat silently through what I knew were highly dubious data without being able to prevent people (elite scientists at Columbia!) from wasting their time working with this person. My attempt to criticize was hushed. ,,,,,,long story short. That person has EIGHT papers retracted now. That IS minding my own business.
Eliezer Masliah, former Director of Neuroscience at NIA, was in charge of many millions of grant money that my clients (Columbia people who pay service fees to use my core are "clients") looked up to, sought help from, tried to impress, and worked with, had significant influence on my work and that of Columbia scientists. Contributing to 60% of the dossier against Masliah IS minding my own damn business.
My recent work on busting a lot of papers in the field of chemistry and environmental science IS minding my business. Making sure the dollars spent in climate change research and green energy is not wasted on trying to replicate fake studies IS minding my own damn business, as a citizen on this earth.
Thank you.