Pembahasan santai di hari Minggu:
Agak Laen: Menyala Pantiku resmi menutup penayangan bioskopnya sebagai film Indonesia terlaris di era box office modern.
Total akhir: 11.000.866 penonton.
Angka ini melewati Avengers: Endgame (10.976.338) dan bahkan melampaui favorit lokal Jumbo (10.233.002).
Dan yang bikin makin menarik: cara film ini sampai ke titik itu.
Yang menarik bukan cuma hasil akhirnya, tapi perjalanan angkanya.
β
π¬ Opening day: 272.846 penonton.
Tertinggi di 2025, mengungguli Jalan Pulang (211.369).
π Opening week: 1.825.342 penonton dalam 4 hari.
Peringkat kedua tahun 2025 di bawah Pabrik Gula yang punya jatah 7 hari penuh. Jadi secara pacing, performanya already agresif sejak awal.
Lalu masuk Minggu ke-2: 3.473.252 penonton.
Naik 90% dari minggu pertama. Di banyak market, grafik biasanya turun setelah weekend pertama. Di sini justru sebaliknya, momentumnya membesar.
Film ini bertahan di atas 1 juta penonton per minggu sampai Minggu ke-5.
Saat akhirnya turun di bawah 500 ribu di Minggu ke-7, posisinya sudah sangat jauh di depan.
Total tayang: 132 hari.
Total showtimes: 171.272 kali.
Rata-rata sekitar 64 penonton per screening.
Multiplier 6x dari opening week ke total akhir memberi satu sinyal kuat: daya tariknya tumbuh seiring waktu. Repeat viewing tinggi, obrolan dari mulut ke mulut jalan terus, dan basis penggemarnya konsisten datang kembali, bahkan mengajak orang baru.
Pola box office Indonesia biasanya menunjukkan puncak cepat lalu penurunan tajam, bahkan untuk franchise besar.
Agak Laen: Menyala Pantiku justru memperlihatkan kurva yang berbeda: stabil, naik, lalu bertahan lama.
Sebelas juta penonton.
Di Indonesia.
Untuk franchise lokal.
Dan rasanya, angka ini akan jadi benchmark yang seru untuk dikejar.
Well played. π
#boxofficeindonesia #cinepointPRO
TINGGAL MENINGGAL borong piala di JAFF! ππ»ππ»ππ»
Best Film
Best Director
Best Screenplay
Best Performance
Best Editing
Beruntung jadi bagian dari 184ribuan penonton di bioskop