@KangManto123 Sistem yang di pakai oleh rezim sekarang adalah ; menempatkan 1 Pion, loloskan 1 atau 2 program kemudian suruh mundur atau copot Pion tersebut, kasus dianggap selesai dan tidak diproses.
@SeputarTetangga Aku kena pneumothorax kedua paru krn kena asap rokok pasif (pdhl aku gak rokok vape), hrs op 2x & rawat inap 17+14 hari gak bisa turun dari kasur. Paru ada yg rusak & dibuang sebagian
Percayalah tiap hari doaku minta azab yg adil utk semua perokok yg umbar asap
Gua bilang mah negara daripada ngajarin tepuk sakinah ke calon pasutri mendingan ngajarin:
- basic accounting dan finance dalam rumah tangga
- pertolongan pertama bagi bayi dan anak
- pengetahuan obat-obatan dasar untuk demam, diare, etc
- pengetahuan gizi keluarga
Jelas kepake.
air fryer ini emang life changer banget sih 😭
mau manasin makanan or even baking tinggal masukin, satset ga ada wajan kotor, ga ada minyak kemana-mana
banyak yang takut jeglek wattnya gede, jadi gue kumpulin air fryer low watt juga
yg udah pake, merk mana paling worth it?
Kita menangisi Vidi yang meninggalkan.
Kita juga menangisi Dara yang ditinggalkan.
Padahal, di saat yang sama, keduanya sedang mengajarkan kita satu hal yang sering kali luput kita pahami, tentang cara yang benar dalam mencintai.
Kalau menelusuri laman sosial media Dara, sosok Vidi mungkin tampak jarang hadir di sana. Bahkan sempat membuat banyak orang meragukan cintanya dan mempertanyakan kesetiaannya.
Padahal sejak awal, Dara sudah menunjukkan cinta yang begitu besar untuk Vidi.
Ia tetap memilih berjalan bersama Vidi, bahkan ketika ia tahu durasi bahagia mereka mungkin sebentar.
Dara memilih bertahan di sisinya, di saat ia menyadari betul tak akan pernah ada kata 'menua bersama' dalam romansa mereka.
Dan barangkali di situlah letak cinta paling tinggi yang mampu Dara berikan. Ia memilih tetap hidup bersama seseorang yang ia tahu suatu hari nanti akan mengucap kata pamit duluan.
Sementara Vidi pun mencintai Dara dengan cinta yang sama besarnya.
Vidi tahu hidupnya mungkin tidak sepanjang yang diharapkan.
Ia tahu suatu hari namanya hanya akan tinggal sebagai kenangan.
Ia tahu cepat atau lambat, dirinya akan menjelma menjadi kehilangan dalam hidup perempuan yang ia cintai.
Dan karena ia tahu durasi hidupnya begitu sebentar, ia berikan seluruh cintanya kepada Dara dengan porsi yang tak akan pernah bisa ditakar.
7 Maret 2026, bukan hanya keluarganya yang memeluk kehilangan. Bukan hanya hidup Dara yang tak lagi terasa utuh. Tetapi kita juga turut merasa runtuh.
Hari ini kita kembali menyaksikan romansa dua manusia yang akhirnya dikalahkan oleh waktu, di saat cinta masih menyala di hati mereka.
Di saat mereka masih ingin terus berbagi mesra.
Dan mungkin, inilah pelajaran paling berharga yang bisa kita petik dari kepergian Vidi. Tentang mencintai pasangan dengan seluruh cara terbaik yang kita punya, dan menghabiskan sisa waktu di dunia dengan menjadi sebaik-baiknya manusia.
Semoga Allah merahmati perjalanan pulangmu. Semoga dilapangkan kuburmu. Semoga selalu terang rumah barumu nanti, seperti halnya kamu yang selalu menjelma terang di banyak hati.
Oxavia Aldiano, Kamu orang baik.
Kamu suami Sheila Dara selamanya.
Kamu hidup di hati kami selamanya.
DR. dr. Tan Shot Yen, M.Hum menilai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memunculkan praktik divide et impera di tingkat akar rumput. Dalam konferensi pers MBG Watch: Proyek Red Flag: Moratorium MBG Memang Mungkin? di Jakarta, 6 Februari 2026,
@sociotalker Thinktank istana harus smart, dan Presiden harus benar2 bicara dengan Teks yang disusun secara serius. Agar gak baliau ucapkan layak untuk dikonsumsi Public.
Jangan asbun, dan Lari kemana2 ini forum bernegara bukan bapak2 ronda. 🙏 KSP mohon lebih teliti dalam memberi info ke RI1
Banyak yang kaget, padahal ini praktik lama di dunia fashion.
Di bisnis fashion, praktik ini umum satu pabrik bisa produksi untuk banyak brand, beda di positioning, branding, QC, dan market yang dituju.
Ada brand yang transparan, ada juga yang enggak.
Sebagai konsumen, pilihan kita jelas mau bayar untuk kualitasnya, branding-nya, atau dua-duanya.
Menurut kalian, lebih penting kualitas, branding, atau kombinasi dua-duanya?
Ini cara tubuh mengontrol emosi kita:
Stres → lari
Sedih → push up
Overthinking → menulis
Malas → matikan HP
Panik → meditasi
Capek → mandi air dingin
Burnout → jalan-jalan
Marah → angkat beban
Tertekan → ke tempat hijau
Banyak pikiran → melukis
Gelisah → ibadah & berdoa
Cobain!
SPPG yang menunya jelek dan nggak sesuai sama panduan isi piringku / gizi seimbang bakal tak upload di sini tanpa nyensor nama SPPGnya. Gah men aku kon tunduk karo pencemaran nama baik. Koe-koe wae mengancam nyawa siswa-siswa wani dan pede o!