kuterjemahkan engkau,
laut tak surut gelombang
tak karam cinta
disedak riak dan debur
meski pantai tak mengingat
jejak yang sempat tinggal:
sepasang nama yang bersanding
di atas kefanaan
#SeninPelangi
-@dirindukan_
kuterjemahkan engkau,
laut tak surut gelombang
tak karam cinta
disedak riak dan debur
meski pantai tak mengingat
jejak yang sempat tinggal:
sepasang nama yang bersanding
di atas kefanaan
#SeninPelangi@PelangiPuisi
jika bukan kepada-Mu
lantas pada siapa kupulangkan
hidup yang tanpa arah ini?
sedang, hujan pun enggan jatuh
di tingkap kelopak kembang
yang layu sebelum ranum
mekar pun kini, sebatas angan
#retrospeksi
~@dirindukan_
layaknya laut:
luas dan dalam.
pantas saja kau menjadi
tempat berlindung
bagi setiap keindahan.
mula-mula intan,
lalu aku menjaga cinta
dari kepunahan.
sebelum kesedihan manusia,
satu-satunya yang kita punya.
#kilasbalik
~ @dirindukan_
layaknya laut:
luas dan dalam.
pantas saja kau menjadi
tempat berlindung
bagi setiap keindahan.
mula-mula intan,
lalu aku menjaga cinta
dari kepunahan.
sebelum kesedihan manusia,
satu-satunya yang kita punya.
#kilasbalik
~ @dirindukan_
miris banget rasanya. negara makin kacau. hidup udah kayak gak ada harapan lagi. gak bisa natap masa depan di negeri ini. samar, buram, gelap. yang berjuang selalu kalah sama yang pegang kekuasaan dan uang, meski semuanya hasil bodohin dan ngerampas hak-hak rakyat. cacat udah!
betapa engkau telinga
bekas yang menampung
bunyi lembutku
sebab itu kaudengar kata
di kebisuan-kebisuanku
sebab itu ada kita
di kesunyian-kesunyianmu
dan begitu suci mata hati
sanggup melihat apa-apa
yang luput dari radarku
~@dirindukan_
ELEGI BUAT IBU PERTIWI YANG DARI HARI KE HARI KIAN BERSUSAH HATI, BAHKAN AIR MATANYA TAK LAGI BERLINANG TAPI TELANJUR MEMBANDANG
barangkali, sekarang tak ada lagi tempat terang ketika penjuru negeri dikuasai kakistokrasi dan tikus-tikus berdasi hanya menyukai kegelapan.