Sumpah ya jahat banget orang2..
Seorang mahasiswi berinisial MA (21) di Makassar mengalami nasib tragis usai melamar pekerjaan sebagai baby sitter lewat media sosial.
Korban yang diketahui berasal dari Nunukan, Kalimantan Utara, awalnya tergiur tawaran gaji Rp3 juta untuk membantu biaya kuliahnya.
Setelah dinyatakan diterima kerja, korban diminta datang dan menginap di sebuah rumah kontrakan di kawasan Tanjung Bunga, Makassar.
Namun setibanya di lokasi, korban diduga disekap dan diperkosa selama tiga hari oleh pria berinisial FR (30). Kasus ini terungkap saat pemilik rumah datang mengecek kontrakan dan menemukan korban dalam kondisi tangan terikat sambil menangis. Polisi yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban, sementara pelaku diketahui telah melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
BAYAR HANYA RATUSAN RIBU,
BENEFIT HINGGA 40AN JT DAN LANGSUNG CAIR
KOK BISA?
ini bukan sulap dan bukan keajaiban. ini namanya skema asuransi sosial berbasis gotong royong.
prinsipnya sederhana: jutaan peserta bayar iuran kecil setiap bulan, dan uang itu dikumpulkan jadi satu pool besar.
ketika salah satu peserta mengalami musibah, mereka mendapat manfaat dari pool tersebut yang jauh lebih besar dari total yang pernah mereka setorkan.
sama persis dengan konsep asuransi pada umumnya, bedanya ini dikelola negara dan tidak mencari untung.
dari postingan disebutkan baru bayar 4 kali iuran dengan nominal sekitar 20 ribuan. artinya total yang disetor hanya sekitar Rp 80.000 sampai Rp 100.000 sebelum meninggal dunia.
dan yang cair: Rp 42 juta.
artinya negara menanggung selisih Rp 41,9 juta lebih dari uang yang dikumpulkan peserta lain dalam pool yang sama.
ini bukan kerugian sistem, ini memang cara asuransi sosial dirancang untuk bekerja.
INI PAKET APA DAN MANFAATNYA BERAPA?
BPJS Ketenagakerjaan BPU punya beberapa pilihan paket untuk pekerja informal atau mandiri yang tidak terikat perusahaan seperti petani, pedagang, ojol, freelancer, dan lain-lain.
Paket JKK + JKM (Jaminan Kecelakaan Kerja + Jaminan Kematian): iuran sekitar Rp 16.800 per bulan. manfaat Jaminan Kematian jika meninggal bukan karena kecelakaan kerja sebesar Rp 42 juta, terdiri dari santunan kematian Rp 20 juta ditambah santunan berkala Rp 12 juta dibayar sekaligus ditambah biaya pemakaman Rp 10 juta.
Paket JKK + JKM + JHT (ditambah Jaminan Hari Tua): iuran sekitar Rp 36.800 per bulan tergantung upah yang dilaporkan. manfaat sama seperti di atas ditambah saldo JHT yang bisa dicairkan di hari tua atau jika berhenti menjadi peserta.
jadi Rp 42 juta yang cair itu adalah manfaat JKM standar yang memang sudah ditetapkan dari awal. bukan keberuntungan, bukan lotre, ini hak peserta yang sudah terdaftar.
kalau si bapak hidup lebih lama dan terus bayar selama 10 tahun dengan iuran Rp 20.000 per bulan, total yang disetorkan hanya Rp 2,4 juta.
manfaat kematiannya tetap Rp 42 juta. masih untung 17 kali lipat dari yang dibayarkan.
kalau sampai 20 tahun, total setoran Rp 4,8 juta. manfaat tetap Rp 42 juta. masih untung hampir 9 kali lipat.
kalau pakai paket dengan JHT dan meninggal setelah 20 tahun, saldo JHT-nya bisa mencapai belasan juta tambahan di atas manfaat kematian, tergantung upah yang dilaporkan.
tidak ada produk keuangan swasta yang bisa menandingi rasio manfaat seperti ini untuk segmen pekerja informal berpenghasilan rendah.
semua pekerja yang tidak terikat hubungan kerja dengan perusahaan. petani, nelayan, pedagang, ojol, driver, freelancer, content creator, ibu rumah tangga yang punya usaha, buruh harian lepas, tukang bangunan, dan lain-lain. tidak perlu slip gaji, tidak perlu NPWP perusahaan.
syaratnya hanya KTP dan uang iuran pertama. bisa daftar online di aplikasi BPJSTKU atau langsung ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.
KENAPA BANYAK YANG BELUM TAHU?
ini pertanyaan yang lebih penting dari segalanya. program ini sudah ada bertahun-tahun, manfaatnya nyata, iurannya terjangkau bahkan untuk petani dan nelayan sekalipun. tapi penetrasinya masih rendah karena sosialisasinya tidak cukup masif dan banyak yang masih menganggap BPJS itu hanya untuk karyawan perusahaan.
padahal justru yang paling butuh perlindungan adalah mereka yang bekerja sendiri tanpa jaring pengaman dari perusahaan manapun.
KESIMPULAN PRAKTIS:
kalau kamu punya orang tua yang kerja mandiri, dagang, tani, atau apapun yang bukan karyawan, daftarkan sekarang sebelum terlambat. dengan Rp 20.000 per bulan, kalian sudah punya perlindungan Rp 42 juta untuk biaya pemakaman dan kebutuhan darurat keluarga jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Rp 20.000 itu harga dua gelas kopi kekinian.
nilainya bisa jadi Rp 42 juta di saat paling dibutuhkan.
jangan tunggu sampai menyesal karena terlambat daftarnya.
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar.
Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya.
Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku.
Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya.
Tidak menyebut nama kepala sekolah.
Tidak menyebut nama guru siapapun.
Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah.
Yang terjadi secara kronologis:
Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya.
Kepala sekolah memanggil dia.
Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak.
Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural.
Tidak ada proses klarifikasi yang fair.
Tidak ada mekanisme banding.
Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi.
Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara.
Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying.
Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan:
Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya:
Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami.
Berhenti sebentar di sini.
Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah.
Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu.
Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka.
Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik.
Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya?
Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak.
Ini bukan opini.
Ini fakta hukum.
Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah.
Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah.
Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa.
Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi.
Si Bapak tidak mengarang.
Dia mengingatkan aturan yang memang ada.
Dan untuk itu anaknya dikeluarkan.
Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar:
Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari.
Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik.
Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi.
Mengkritisi MBG bukan kejahatan.
Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan.
Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan.
Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik:
Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga.
Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya.
Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri.
Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya.
Itu yang terjadi di sini.
Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka.
Apa yang seharusnya terjadi secara hukum:
Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial.
Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31.
Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah.
Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa.
Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang.
Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu.
Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini:
Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan."
Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah."
Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran.
Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan.
Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu.
Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia:
"Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan."
Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan.
Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani.
Mas Azhim berhak atas pendidikannya.
Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
sedih banget kemarin pagi baru menikmati mobil yang baru jadi, siangnya lagi berhenti di lampu merah ditabrak sama anak sekolahan ngebut ga pake helm 🥹
Pesan: Jangan ugal2an, kasihan ortu lu gaada biaya buat bayarin kenakalan lu anjing! Hasilnya merugikan orang lain.
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Yang harus rapi itu pelayannya bukan yg mau dilayani..
Midnsetnya harus dirubah.
Kalian digaji lewat pajak Rakyat.....
Rakyat juga paham bagaimana berpakaian yang baik
Penjualan mobil Honda di RI anjlok lebih dari 60% dlm 5 tahun terakhir.
Sebuah kejatuhan yg kelam bagi sebuah brand yg ikonik.
Adakah Honda korban pertama dari China EV Attack?
Bbrbpa penyebabnya :
- Honda CRV kalah bersaing dg Fotuner/Pajero. Upgrade, harga jadi Rp 800 juta. Siapa yg mau beli?
- Honda HRV makin punya banyak pesaing SUV EV dg harga jauh lebih murah (think Jaeco dkk).
- Penerus Honda Jazz kurang nendang; siapa yg masih lihat Honda City di jalanan?
- Honda Brio makin digerus kehadiran BYD Atto1 (fitur melimpah, harga lebih murah).
Pasar mobil RI yg paling gemuk itu adalah kelas MPV Seven Seaters.
Sayangnya disini yg berkuasa adalah Xpander dan Toyota Velos; dan untuk kelas MPV agak Premium maka Innova + Zennix adalah juaranya.
Honda BRV yg masuk kelas MPV Seven Seaters adalah BRV. Sayangnya tipe ini penjualannya makin menurun; apalahi seri BRV terbaru desainnya kurang menarik.
Toyota masih bisa survive dari EV Attack karena punya Velos dan Innova. Kalau nanti ada EV yg sekelas Velos dan Innova yg bagus (dengan harga lebih murah), maka Toyota juga bisa makin menurun penjualannya.
Sekarang di kelas MPV, baru ada BYD M6 yg lumayan laris.
Apa solusi agar Honda bisa survive? Btw, sudah dua CEO Honda Mobil Indonesia yg dipecat karena dianggap gagal pertahankan market share Honda Mobil (keduanya expat dari Jepang langsung).
Beberapa solusi yg barangkali bisa dipertimbangkan :
- Honda perlu merilis mobil MPV seven seaters yg benar2 bagus desainnya. Sebab, skali lagi segmen ini yg paling gemuk. Rombak total lini produk Honda BRV.
Disini Honda wajib bisa merilis game changer model – persis spt kisah keberhasilan Xpander yg super fenomenal.
- MPV 7 seaters Honda harganya juga mesti sejajar dengan Xpander dan Velos. Jangan lebih mahal spt BRV saat ini. BRV ini harga sudah lebih mahal, namun desain medioker.
Tidak mudah merilis seven seater MPV yg sukses. Toyota Sienta gagal. Hyundai Stargazer lumayan sukses, namun penjualannya masih dibawah target. Dulu Honda pernah lumayan berhasil dengan Honda Freed.
- Selain mengincar segmen MPV Xpander, barangkali Honda juga perlu merilis tipe yg selevel Innova/Zennix. Launch produk dengan desain yg wow di segmen ini; dengan harga sedikit dibawah Innova.
- Honda HRV yg jadi andalan Honda selama ini makin kehabisan nafas.
Penjualan Honda HRV per tahun rata-rata 25 ribu unit hingga tahun 2022. Setelah itu, makin anjlok. Tahun lalu hanya terjual 10 ribu saja. Anjlok lebih dari separo. Mungkin desain HRV sebelumnya dianggap lbh menarik. Dan tentu saja karena serangan SUV EV China.
- HRV perlu dirombak total desainnya agar kembali mampu merebut pelanggan. Tentu saja juga jangan overpriced. Sekarang desain SUV EV China makin bagus; dan harga lebih ekonomis.
Dalam konteks lebih besar, kejatuhan Honda Mobil ini maybe semacam sinyal tipping point pertumbuhan EV di tanah air.
Tak bisa disangkal, pertumbuhan penjualan EV di RI makin bagus. Testimoni para pembeli EV mayoritas positif.
Banyak yg share pengalaman mudik kemarin dengan EV yng super mulus. Sebab ternyata charging station sudah sangat melimpah di sepanjang jalur tol Trans Jawa.
Jika makin banyak konsumen RI yg beli EV, maka hampir pasti penjualan mobil Honda akan makin anjlok.
Jika brand sehebat Honda saja bisa kolaps, maka maybe Toyota juga pelan-pelan akan menyusul.
A post reposted by Japan’s Finance Minister Katayama.
Japan’s major oil company ENEOS has succeeded for the first time in producing synthetic fuel (e-fuel) — made without using petroleum — from CO₂ in the air and water at its facility in Yokohama.
The demonstration plant’s current production scale is still very small at 1 barrel per day (roughly the size of one drum), but the company aims to scale it up to 10,000 barrels per day by 2040.
Although it is still at the experimental stage, this is drawing attention as a new fuel that could reduce dependence on petroleum.
In the timeline we’re currently living in, the move away from oil appears to be beginning at the same time as the move away from the US dollar.
GIVEAWAY BROWNIS AMANDA part 2
RT & like, reply mau varian apaaa💗 jangan lupa follow aku juga🫶🏻
Pastiin domisili kalian ada outletnya @_AmandaBrownies yaaa✨
#zonauang#zonajajan#giveaway
“Mohan kan temenmu, kenapa sampe kau gas habis?”
Ini prtanyaan temen2 mohan.
Aku sudah sempat menekan berkali2 via telepon ke mohan untuk segera berbicara jujur.
Mengakui dan tanggung jawab.
Tapi di saat bersamaan, ada temen2 mohan lain yg membujuk dia untuk menyangkal.
-1-
TULANG PUNGGUNG KELUARGA ?
jambret begal akan jadi profesi menggiurkan kenapa ? pertama di lindungi polisi hingga kejaksaan, kedua jika mati bisa nuntut balik korban nya 👍 jogja