ㅤ
ㅤ
Karena saya masih ada pekerjaan di kementrian sihir, maka mohon maaf jika kelas hari ini akan ditiadakan. Sebagai gantinya, silahkan pilih dari dua opsi dibawah ini dengan menyertakan vault code.
(Dl: Kamis, 17 Juli 2025 pk. 23.00)
ㅤ
@ProfsHyde ᅠ
ᅠ
“Nah, ceritaku juga sudah selesai,” Catherine tersenyum tipis.
“Kalau begitu kelasnya aku akhiri sampai sini, ya. Teman-teman sudah bisa kembali ke asrama. Terima kasih karena sudah hadir malam ini, semoga apa yang aku dan Kak Nathan sampaikan bermanfaat!”
ᅠ
ᅠ
@ProfsHyde ᅠ
ᅠ
Setelah memastikan setiap murid mendapat kesempatan melihat, Catherine kembali ke depan kelas. “Tapi tenang,” ujarnya, suara lembutnya kembali memenuhi ruang. “Serangan hama Chizpurfle bisa diatasi dengan mudah. Cukup pakai ramuan bermerek yang dijual di pasaran.”
ᅠ
ᅠ
@ProfsHyde ᅠ
ᅠ
“Tapi kalau tidak ada sihir di sekitarnya… mereka akan mencari pengganti,” ucapnya sambil melangkah ke baris terakhir. “Dan itu sering kali berarti benda-benda Muggle yang memakai listrik. Televisi, radio, kabel. Semua bisa rusak tanpa sebab yang jelas.”
ᅠ
ᅠ
@ProfsHyde ᅠ
ᅠ
Suaranya tetap tenang, jernih, tidak terburu seperti percakapan yang dibiarkan mengalir perlahan, bukan sekadar pelajaran. “Mereka bahkan tertarik pada mantra, meskipun mantra yang sederhana seperti Wand-Lighting Charm,”
ᅠ
ᅠ
@ProfsHyde ᅠ
ᅠ
Sang nona berjalan lagi, langkahnya pelan namun pasti. “Mereka akan menggigiti kayu tongkat sihir untuk mencari inti di dalamnya, apa pun bentuknya. Atau menyelinap ke kuali yang belum dibersihkan, dan memakan sisa-sisa ramuan yang tertinggal.”
ᅠ
ᅠ
@ProfsHyde ᅠ
ᅠ
“Alasannya, karena Chizpurfle punya ketertarikan alami pada sihir,” Langkah berhenti di depan meja @mythotology, sambil menahan botol dan kaca pembesar di hadapan teman sekelasnya yang mulai mencondongkan tubuh dengan penasaran.
ᅠ
ᅠ
@ProfsHyde ᅠ
ᅠ
Dengan tenang, Catherine melangkah menyusuri sela antar bangku menuju barisan tengah. Botol kaca kecil berisi Chizpurfle ia bawa di tangan kanan, sementara tangan kirinya menggenggam kaca pembesar, “Makhluk ini sering sekali menyerang rumah para penyihir.”
ᅠ
ᅠ
@ProfsHyde ᅠ
ᅠ
“Bingo. Chizpurfle!” ujar Catherine sambil tersenyum puas, matanya berbinar sejenak. “Salah satu magical parasite yang tubuhnya sangat mungil. Bentuknya mirip kepiting, dan biasanya mereka menumpang hidup di bulu-bulu Crup atau Augurey.” ujarnya, memulai pemaparan.
ᅠ
ᅠ
@ProfsHyde ᅠ
ᅠ
“Bentuknya memang kecil, bahkan yang dewasa pun hanya seperduapuluh inci.” Kuasa bergerak ke arah saku jubah, jeda sejenak sebelum menarik keluar sebuah kaca pembesar. “Karena itu… aku bawa ini. Supaya teman-teman bisa melihat lebih jelas. Ada yang tahu namanya?”
ᅠ
ᅠ
@disgiust@ProfsHyde ᅠ
ᅠ
Begitu seniornya selesai menjelaskan tentang Flesh-Eating Slugs, Catherine perlahan maju ke tengah ruangan. Di tangannya ada toples kaca yang bening, berisi makhluk magis yang kini jadi gilirannya untuk dikenalkan. “Apa bisa terlihat, teman-teman?” tuturnya.
ᅠ
ᅠ
@ProfsHyde ㅤ
“Hama satu ini dapat dibasmi hanya dengan tangan menggunakan Dragon-Hide Gloves, tapi kalau jumlahnya terlalu banyak, bisa pakai obat penangkal khusus yang dapat dibeli pada salah satu toko di Knockturn Alley.” Sang tuan lantas melemparkan pandang pada @cathpurrine.
ㅤ
@ProfsHyde ㅤ
“Saya sempat baca bahwa kawasan Hogwarts pernah diserang oleh hama berlendir ini, loh.” Nathaniel kembali melangkahkan tungkai menuju papan tulis dan mengetuknya pelan. “Oh, ya. Ludahnya sangat korosif bagi kulit dan tanaman. Jadi hati-hati, ya.”
ㅤ