Londo Ireng
Dulu digunakan untuk menyebut pribumi yang mendukung penjajah. Mereka memusuhi rakyat yang ingin merdeka.
Kini pleciden menggunakannya untuk menstigma para jurnalis dan pengamat yang mencintai negara dan membela rakyat lewat cara mengkritik. Ada-ada saja.
Ssshh,
jangan berisik!
Jurnalis lokal dilarang liputan demo sendiri.
Kamera disita,
ruang siar diancam ditutup.
Katanya demi stabilitas nasional yg rapuh itu.
Tapi tunggu dulu…
Karpet merah langsung digelar buat jurnalis asing.
BBC,
CNN,
Reuters silakan masuk,
silakan foto!
Pemerintah haus validasi internasional,
tapi alergi kritik rakyat sendiri.
Logika jenius penguasa kita, Rakyat sendiri dianggap bodoh & gampang terprovokasi.
Kalau bule yg nulis,
baru dianggap keren & berkelas.
Kalo ada konten demo lewat diberanda kalian langsung like dan posting ulang!
Jika itupun kalo Kalian peduli dengan kecemasan negara saat ini, dengan melakukan itu secara tidak langsung kita membantu perjuangan temen" yg disana melalui sosial media, karena media terbungkam!
- udh ada sekolah negeri, bikin sekolah rakyat
- udh ada universitas negeri, bikin universitas republik indonesia
- udh ada warung, toko madura, indomar*t, dll., bikin kopdes merah putih
- MBG
semua programnya gaje, ga ada urgensinya, jd ladang basah, dikelola circle dia semua
in another life gw teenagers di negara barat sana and pas sma gua ikut cheerleaders trs party tiap malem trs pas senior year gw lock in buat dapetin ivy league
Dulu kami kirim putra2 terbaik melalui Indonesia Mengajar dan Guru Garis Depan utk mengabdi ke pelosok sbg pengormatan thdp setiap jengkal wilayah NKRI.
Memberi stigma buruk pada Papua, Malut, dan daerah terluar NKRI sbg tujuan mutasi hukuman sama dgn menghukum daerahnya juga.