@apaasokkkk @MakiyahMac24745 @utfess Sori kak, yg kedua itu uas benar 11 dari 40? Bukannya uas itu minimal harus 30% ya? Kalo soal 40 brarti min harus benar 12, koreksi kalo salah
A practicing Muslim who never hid his faith, Dembélé married his pious wife, Rima Edbouche; a modest, hijab-wearing Moroccan queen and influencer who keeps her beauty and life private in line with Islamic values in a beautiful traditional Islamic ceremony in 2021.
Since that day, everything changed. No more headlines about recklessness. Instead: maturity, focus, discipline, family, and unprecedented success. A loving home, fatherhood, and the stability of a righteous marriage grounded him. His performances skyrocketed – goals, assists, trophies, and global recognition followed.
Many close to him credit this union with bringing immense blessings (barakah) into his life. Proof that when you prioritize Allah, your roots, and a halal foundation, the dunya aligns.
Dembélé shows the world: You don’t have to compromise your Islam to reach the top. You can be an elite athlete, a global icon, and a devoted Muslim husband and father.
May Allah continue to bless their family, protect their modesty, and grant them success in both worlds. Ameen. What a role model for our youth!
Ternyata Rumahmu Menentukan Rezekimu
1. Buanglah sampah sebelum maghrib
2. Cuci piring sebelum tidur
3. Tidak menyimpan makanan di tempat terbuka
4. Shalat dengan pakaian terbaik, bersih dan suci
5. Jangan menunda shalat isya
6. Sedekah subuh
7. Membaca surat Al Waqiah setelah ashar
8. Membaca shalawat Pohon Uang 400x setelah isya, lafadznya: Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad
Semoga rumahmu dipenuhi keberkahan, ketenangan, dan rezeki yang baik dari arah yang tak disangka-sangka. Aamiin
🚨 Alex Ferguson being asked about the greatest Brazilian in Premier League history:
🗣️ “Everyone will mention flair, goals, skills… but for me, it’s Roberto Firmino.
Because he understood football.
At Liverpool FC, he wasn’t just playing as a striker—he was the system.
He made world-class players around him better.
He pressed, he created, he sacrificed… and still delivered in the biggest moments.
That’s not easy in the Premier League.
People don’t always notice that kind of player because he doesn’t chase headlines.
But managers… we see it. He’s one of those rare players you build a team around without people even realising it.
For me, that’s greatness. Not just talent… influence.”
Guys, Ivan Gunawan desainer dan entertainer yang dulu dikenal dengan penampilan all out pakai high heels dan baju super terbuka di TV baru cerita sesuatu di podcast Helmy Yahya yang menurut gua adalah salah satu kisah transformasi paling genuine yang pernah gua dengar dari seorang public figure Indonesia.
Dan yang bikin cerita ini berbeda dari hijrah-hijrah lain yang sering kita lihat adalah satu kalimat yang dia ucapkan di awal.
Dia bilang dia kembali ke Allah
bukan dalam keadaan susah.
Bukan karena karir hancur,
bukan karena ditinggal orang,
bukan karena bangkrut.
Dia kembali di saat semua baik-baik saja masih terkenal, masih banyak uang, masih lancar rezekinya.
Dan justru di situlah dia takut.
Dia bilang kalau aku tidak salat pun uang tetap masuk.
Tapi yang aku takuti adalah suatu hari Allah kasih cobaan dan aku tidak siap.
Jadi dia tidak menunggu cobaan itu datang untuk baru berubah.
Itu bukan sesuatu yang mudah.
Banyak orang baru cari Tuhan kalau sudah tidak ada jalan lain.
Igun justru memilih jalan itu di saat masih punya semua pilihan.
Transformasinya tidak instan dan tidak dramatis.
Dia tidak cerita ada kejadian besar
yang membalikkan hidupnya.
Dia bilang pertambahan usia dan rasa malu yang datang sendiri.
Di suatu titik dia sadar tidak perlu lagi validasi dari penampilan yang sensasional.
Orang sudah kenal dia. Sudah cukup.
Dan satu keputusan bisnis yang menurut gua sangat berkarakter dia punya kontrak kolaborasi dengan brand minuman alkohol terbaik di Indonesia. Penjualannya bagus, hubungan dengan ownernya baik.
Tapi dia datang sendiri ke si owner dan bilang dia tidak bisa nerusin kontrak karena sudah lebih serius beribadah.
Dan dia bilang desainnya boleh tetap dipakai kapanpun tanpa batas waktu tapi jangan cantumkan namanya di botolnya lagi.
Tanpa fee.
Tanpa kompensasi.
Dia keluar dari kontrak yang menguntungkan bukan karena ketahuan atau karena ditekan publik.
Tapi karena dia sendiri yang memutuskan tidak mau rezekinya bercampur dengan sesuatu yang bertentangan dengan nilai barunya.
Yang paling mengejutkan dari seluruh cerita ini adalah soal masjid di Uganda.
Igun dapat Rp500 juta dari tantangan turun 30 kilo dari Dedi Corbuzier.
Dan dia langsung berpikir ini bukan uang dari keringat aku.
Dia tidak mau pakai untuk dirinya sendiri.
Akhirnya dia menemukan video di media sosial tentang Muslim di Afrika yang salat di bawah ranting pohon tidak ada masjid, tidak ada air bersih, tidak ada apa-apa.
Dia transfer Rp500 juta ke organisasi charity yang bahkan tidak pernah dia temui langsung.
Tanpa jaminan, tanpa verifikasi formal yang panjang.
Dan hasilnya adalah masjid putih pertama di kota Ohima Uganda satu-satunya yang berwarna putih di antara semua masjid di sekitarnya yang warna-warni. Ditambah sumber air bersih yang kini dipakai warga untuk minum, mandi, dan berwudhu.
Sekarang Igun sedang berjalan bersama Cinta Quran Foundation untuk membangun masjid di Yokohama, Kanada, Australia, Spanyol, dan yang paling ambisius merenovasi 99 masjid dari Sabang sampai Merauke.
Satu hal lagi yang gua notice dari seluruh obrolan ini.
Igun pernah ditawari masuk partai.
Pernah diminta support calon tertentu dengan bayaran yang tidak sedikit.
Dan dia tolak semua.
Bukan karena idealis yang berlebihan tapi karena dia jujur bilang tidak mengerti.
Tidak mengerti cara kerja politik, tidak mengenal orang yang mau dia dukung dengan cukup baik, dan tidak mau ikut dalam sesuatu yang konsekuensinya tidak bisa dia prediksi.
Orang yang tahu batas kemampuannya dan jujur soal itu justru lebih berbahaya dalam artian positif daripada orang yang sok tahu semua hal.
Igun bukan contoh orang yang berubah karena terpaksa. Dia berubah karena memilih. Dan yang paling menarik dari ceritanya adalah dia tidak pernah mengklaim dirinya sudah sempurna atau sudah sepenuhnya berubah.
Dia bilang dia cukup beruntung karena Allah menyentuhnya di saat dia sedang baik-baik saja.
Dan dari rasa syukur itulah semua keputusan besar lainnya lahir dari menolak kontrak alkohol sampai membangun masjid di Afrika.
Guys, ada yang pernah mikir kenapa Aldi Taher itu beda dari kebanyakan artis Indonesia?
Bukan beda karena kontroversial.
Bukan beda karena viral terus.
Tapi beda karena ada sesuatu yang genuinely tidak bisa dibuat-buat dari dia.
Dan setelah dengerin dia ngobrol panjang sama Habib Jafar gue akhirnya paham kenapa.
Mulai dari yang jarang orang tahu:
Aldi Taher lahir di Jayapura, Papua.
Bapaknya ASN dari BPN yang dinas di sana naik kapal laut dari Jakarta ke Papua selama sebulan demi mencari nafkah.
Aldi kecil tinggal di Jayapura sampai TK yang paling dia ingat adalah laut bening di depan rumahnya tempat ikan kelihatan dari permukaan.
Kelas 1 SD pindah ke Bengkulu ikut bapaknya.
Jadi secara darah dia Jawa-Indonesia, tapi secara akar ada sedikit Papua di dalam dirinya.
Dan dia bangga menyebut itu.
Perjalanan karirnya yang banyak orang tidak tahu:
Aldi pernah jadi finalis VJ MTV tahun 2005.
Satu angkatan dengan Raffi Ahmad karantina bareng, tidur bareng, sama-sama cover boy di majalah yang sama.
Dia juga pernah bikin band bernama Radio Band bersama Raffi Ahmad dan Irwansyah.
Tiga tahun jalan.
Tapi kemudian semua itu berakhir.
Dan Aldi masuk ke fase yang panjang di mana namanya tidak banyak terdengar.
Selama itu dia di rumah.
Jaga ibu yang sakit stroke.
Dan di satu titik dia bahkan berhenti baca Al-Qur'an.
Waktu saya berhenti baca Quran saya enggak dipanggil siapa-siapa.
Enggak diundang podcast,
enggak diundang acara.
Waktu saya baca Quran lagi ramai kembali.
Alhamdulillah.
Soal ibunya dan ini yang paling berat:
Ibu Aldi sakit stroke bukan sekali.
Bukan dua kali.
Tapi sudah stroke yang kelima.
Dan Aldi yang merawatnya.
Setiap hari.
Bahkan sebelum berangkat ke podcast hari itu dia masih sempat temenin ibunya terapi dulu.
Dia cerita satu hal yang sederhana tapi berat:
setiap kali mau keluar rumah dia cium kaki ibunya dulu.
Waktu saya enggak ada kerjaan saya cium kaki ibu, keluar rumah, eh ada aja jalan.
Ketemu ide-ide.
Dan ketika Habib Jafar bertanya apakah dia masih melakukan itu sampai sekarang jawabannya satu kata:
Alhamdulillah.
Tiga bulan lalu dia hampir menyerah:
Ini yang paling jarang dibahas dari Aldi Taher.
Tiga bulan sebelum podcast ini dia berhenti baca Al-Qur'an karena godaan.
Dan efeknya terasa langsung.
Saya enggak tenang.
Bahkan mau bunuh diri.
Dia jujur bilang itu ke istrinya.
Istrinya bilang: baca Quran lagi.
Dia ikut.
Dan perlahan-lahan kembali tenang.
Sekarang dia aktif lagi.
Aldis Burger jalan.
Konten jalan.
Undangan podcast masuk.
Dan yang paling penting ibunya masih ada,
masih dirawat
dan dia masih cium kaki ibunya setiap hari.
Soal semua milik Allah yang sering jadi bahan candaan:
Banyak yang lihat itu sebagai gimmick.
Sebagai konten.
Sebagai cara Aldi jualan diri.
Tapi Habib Jafar yang duduk langsung di depan dia dan pernah datang ke rumah Aldi, ketemu langsung dengan ibunya bilang satu hal:
Gua ngerasain ketulusan lu.
Gue undang lu biar orang bisa mendengar dan merasakan langsung ketulusan itu.
Dan konteksnya: filosofi "semua milik Allah" itu lahir dari Al-Qur'an yang dia baca terus-menerus bukan dari strategi branding.
Dia bahkan bilang ada hadis yang artinya kurang lebih: siapa yang sibuk membaca Al-Qur'an padahal belum sempat meminta Allah kasih yang lebih dari yang dia minta.
Dan itu yang dia percaya.
Dan itu yang dia jalankan.
Dia juga penyintas kanker:
Ini yang sering terlupakan di tengah semua konten viralnya.
Aldi pernah kena kanker.
Kemo enam kali.
Dan dia bilang satu hal yang menurut gue paling dalam dari seluruh obrolannya:
Saya harus ngobatin jasad dengan kemo tapi saya juga harus ngobatin ruh saya supaya enggak denial. Makanya saya baca Al-Qur'an.
Supaya ruh tenang, healingnya jadi lebih cepat.
Separuh penyakit itu kecemasan. Separuh penyembuhan itu ketenangan.
Semua yang kelihatan di konten dia itu keceriaan, semua milik Allah, burger, hot dog, rudal Iran itu bukan kepalsuan.
Itu adalah cara seseorang yang pernah di titik paling bawah memilih untuk tetap berjalan.
Dengan cara yang dia bisa.
Dengan apa yang dia punya.
Dan cara itu ternyata menghibur jutaan orang.
Aldi Taher hadir bersama istri dan anak-anaknya.
Diundang ke salah satu stasiun tv
Dan yang keluar dari obrolan ini jauh lebih dalam dari yang kelihatan di permukaan.
Di balik semua gimmick dan konten viralnya:
Banyak orang kenal Aldi Taher sebagai sosok yang selalu bikin heboh — lawak, kontroversi, viral.
Tapi di episode ini dia bicara soal sesuatu yang jauh lebih berat.
Ibunya stroke selama 25 tahun.
Bukan setahun dua tahun.
Dua puluh lima tahun.
Dan di stroke kelimanya leher ibunya sampai miring, makan harus pakai sonde.
Saya tidak boleh terlihat sedih di depan ibu saya.
Dan Aldi sendiri adalah penyintas kanker.
Dan dari dua beban berat itu muncul satu filosofi hidup yang sederhana tapi dalam:
Enggak apa-apa disumpahi netizen asal jangan disumpahi langit.
Sekasar apapun komentar yang masuk gambar apapun yang dikirim responnya sama:
istigfar. Lewat. Selesai.
Bukan karena tidak sakit.
Tapi karena dia sudah memilih menggunakan energinya untuk hal yang lebih penting merawat ibu yang sakit, menjaga kesehatannya sendiri, dan membesarkan anak-anaknya.
Soal istrinya Shika:
Shika hadir dan berbicara jujur awalnya kaget dengan haters dan komentar negatif.
Tapi lama-lama belajar bahwa memang tidak ada public figure yang bebas dari itu.
Dan ada satu kalimat Aldi ke istrinya di akhir yang menurut gue sederhana tapi berat maknanya:
Makasih ya sudah jadi istri yang baik, salehah, sudah jadi ibu.
Shika nangis.
Aldi becanda untuk mencairkan suasana karena memang begitu caranya.
Tapi bukan berarti tidak serius.
Yang paling gue ingat dari episode ini:
Aldi bilang dua hal soal kesetiaan yang menurut gue worth disimpan:
Kesetiaan perempuan itu diuji ketika tak berharta. Kesetiaan laki-laki itu diuji ketika sudah segala ada.
Dan soal Al-Qur'an yang dia baca rutin:
Efek baca Quran ada ujian apapun kita bawa husnuzan sama Allah dan bawa happy aja.
Ini bukan motivasi kosong.
Ini dari orang yang ibunya stroke 25 tahun dan dirinya sendiri pernah divonis kanker.
Di balik semua kegilaan konten Aldi Taher yang sering bikin orang geleng-geleng kepala ada seseorang yang setiap hari bangun dan memilih untuk tidak kelihatan hancur di depan ibunya yang sakit.
Yang memilih tertawa bukan karena hidupnya mudah tapi karena dia tahu tertawa adalah satu-satunya cara dia bisa terus berdiri.
Dan itu bukan hal kecil.
Guys, Mahfud MD baru keluarkan kritik yang menurut gue salah satu yang paling tajam dan paling berbobot sejak pemerintahan Prabowo berjalan.
Bukan karena Mahfud asal ngomong.
Tapi karena dia menggunakan buku Prabowo sendiri sebagai standar penilaiannya.
Senjata yang dipakai Mahfud: buku Paradoks Indonesia:
Sebelum menjabat Prabowo menulis buku Paradoks Indonesia yang bahkan dibagikan ke setiap anggota kabinet.
Di dalamnya Prabowo menekankan tiga hal: strategi yang benar, manajemen pemerintahan yang baik, dan pemerintahan yang bersih.
Mahfud menggunakan standar yang Prabowo buat sendiri itu untuk menilai implementasinya sekarang.
"Itu standar yang beliau buat sendiri. Namun sekarang, demokrasi kita melemah. DPR hampir tidak pernah lagi mempersoalkan kebijakan Presiden secara kritis."
Tiga poin kritik utama Mahfud:
Satu melemahnya checks and balances.
DPR yang seharusnya jadi penyeimbang kekuasaan hampir tidak pernah mengkritisi kebijakan presiden secara substantif. Koalisi yang terlalu besar membuat fungsi pengawasan parlemen praktis tidak berjalan.
Dua autocratic legalism.
Mahfud menyoroti fenomena di mana hukum dibentuk hanya untuk melegitimasi kehendak penguasa tanpa partisipasi publik yang bermakna. Hukum dipakai sebagai alat bukan sebagai pagar.
Tiga penegakan hukum yang tebang pilih.
Ini bukan tuduhan baru tapi Mahfud menegaskannya dengan konteks yang lebih besar soal arah demokrasi Indonesia.
Soal desakan mundur yang mulai bermunculan:
Mahfud juga merespons soal sejumlah tokoh yang menyuarakan desakan agar Prabowo mundur.
Posisinya jelas: itu bukan makar. Itu bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat.
"Kritik yang muncul bukanlah upaya menggulingkan pemerintah. Ini adalah bagian dari demokrasi."
Dan ini penting karena ada kecenderungan untuk melabeli kritik keras sebagai destabilisasi atau makar. Mahfud secara eksplisit membantah framing itu.
Yang membuat kritik Mahfud berbeda:
Mahfud bukan oposisi ideologis yang dari awal menentang Prabowo. Dia mantan Menko Polhukam yang punya akses langsung ke dalam sistem.
Dan dia tidak menyerang dari luar dia menggunakan dokumen yang Prabowo buat sendiri, yang bahkan disebarkan ke seluruh kabinet, sebagai tolok ukurnya.
Ini bukan serangan personal. Ini audit berbasis janji tertulis.
"Objektivitas seorang pemimpin bisa dinilai dengan membandingkan janji tulis dan implementasi di lapangan."
Guys, Ivan Gunawan baru cerita sesuatu di podcast Aging Talk yang menurut gue menarik
Bukan cerita yang dibuat-buat.
Bukan yang dramatis pake nangis-nangisin dosa.
Tapi justru karena itu ceritanya terasa nyata banget.
Dulu Ivan seperti ini:
Gua tuh dulu salat enggak pernah.
Shalat Jumat enggak pernah.
Puasa enggak pernah sama sekali.
Dan yang paling bikin gue kaget dia bukan orang yang gak kenal Allah karena miskin ilmu.
Dia justru pernah berpikir seperti ini:
Ah, Allah enggak ada Allah gua tetap bintang.
Allah enggak ada gua tetap terkenal.
Allah enggak ada gua tetap punya uang.
Semodernnya pemikiran dia waktu itu.
Sampai teman dekatnya yang beragama Kristen Edrik Chandra justru yang paling khawatir dan sering nyuruh pendeta-pendeta doain Ivan supaya dia punya iman.
Dari agama manapun.
Yang bikin Ivan berubah dan ini yang unik:
Allah tidak memanggil Ivan balik di saat dia lagi jatuh. Tidak di saat dia bangkrut.
Tidak di saat putus cinta. Tidak di saat ada masalah besar.
Allah mengajak pulang di saat aku lagi baik-baik aja.
Ivan lagi birthday holiday di New York.
Bosan.
Iseng ngomong ke teman:
Yaudah umrah deh.
Telepon travel hari itu.
Landing Jakarta besoknya langsung umrah.
Dan umrah itu jadi umrah pertama dalam hidupnya yang dia benar-benar ibadah.
Bukan yang sebelumnya yang dia sendiri akui: umrahnya 2 hari, Paris-nya 6 hari.
Datang foto sama banner Ivan Gunawan terus pergi lagi.
Doa di Ka'bah yang terkabul:
Di umrah itu dia minta satu hal spesifik ke Allah butik di atas tanah 450 m di Jalan Abdul Majid.
Pulang dari umrah tahu-tahu ada uang.
Tahu-tahu kebeli.
Di situ aku ditampar.
Oh, ternyata Allah ngedengerin ya doa kita.
Kalau mau sesuatu ngapain harus minta ke orang lain?
Minta aja langsung.
Puasa 30 hari penuh pertama kali di usia 43:
Tahun 2025.
Seumur hidup baru pertama kali puasa full sebulan.
Di usia 43 tahun.
Dan malam takbiran itu untuk pertama kalinya dia benar-benar merasakan arti Idul Fitri.
Dengar takbiran tuh merinding.
Ngerasa menang beneran.
Kayak kita tuh champion.
Karena kita benar-benar ngelaksanain suruhan Allah.
Haji yang dia persiapkan seolah tidak akan pulang:
Sebelum berangkat haji Ivan gunting semua kartu kreditnya.
Lunasi semua utang.
Selesaikan semua urusan bisnis.
Bukan karena disuruh.
Tapi karena dia genuinely takut mati di sana dan mau berangkat dalam kondisi bersih.
"Aku berangkat sendiri.
Tidur sendiri.
Ngurusin sendiri.
Semuanya sendiri.
Dan ternyata kesendirian itu memperkenalkan siapa diri gue.
Perubahan yang paling konkret:
Ivan memutus kontrak desain botol minuman alkohol yang lagi laris-larisnya minta namanya dihapus dari botol.
Tutup semua kartu kredit.
Pindah ke bank syariah.
Di butiknya sekarang ada speaker besar dari Madinah yang bunyi keras pas waktu salat. Satu butik kedengaran. Semua karyawan salat berjamaah.
Kalau lu enggak salat, lu budek berarti.
Ivan tidak punya anak.
Tapi kalau suatu hari dipanggil Allah dia mau meninggalkan brand yang stabil, beberapa masjid, ratusan anak yatim yang bisa mendoakannya, dan karya-karya yang pernah dia buat.
Di Islam yang dilihat adalah hasil akhirnya.
Semoga finish di situasi yang baik.
Dan untuk anak muda yang mau jadi seperti Ivan:
Kalau kalian mau jadi saya kalian harus melewati 25 tahun berkarya.
Apa yang kalian lihat hari ini?
Saya bukan orang kemarin.
Saya bukan orang hari ini.
Tapi saya orang yang hadir dari 25 tahun yang lalu.
Yang bikin cerita Ivan ini berbeda dari kisah hijrah kebanyakan adalah dia tidak drama.
Tidak ada mimpi didatangi malaikat.
Tidak ada kejadian supernatural.
Cuma gerakan hati yang pelan-pelan dan dia ikutin.
Dan ternyata itu cukup.
Guys, ini baru keluar dan gue rasa ini salah satu berita paling penting soal MBG yang perlu semua orang tahu.
BGN beli 21.000 motor listrik untuk program MBG. Tanpa laporan ke DPR.
Tanpa persetujuan Kemenkeu.
Dan kantornya distributor motor itu belum jadi.
Baca lagi.
Kantornya belum jadi.
Tapi motornya sudah ada di Indonesia.
Kronologi yang perlu lo tahu:
2025 Menkeu Purbaya sudah menolak pengadaan motor listrik ini.
Secara resmi.
Diblokir.
2026 BGN tetap beli.
21.000 unit.
Sudah masuk ke Indonesia.
Komisi IX DPR tidak pernah dikonsultasi.
Tidak pernah dapat laporan.
Tidak pernah diminta persetujuan.
Kalau disampaikan ke kami di sini, pasti akan kami tolak, kata Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris.
Dan ini yang paling bikin gue speechless.
Charles bilang dia nonton video dari salah satu media dan yang dia lihat adalah:
kantor distributor motor listrik itu belum selesai dibangun.
Tapi di dalamnya sudah disiapkan satu SPPG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang akan beroperasi di sana.
Terjemahannya:
motor sudah dibeli,
distributor sudah ditunjuk, l
okasi SPPG sudah disiapkan
semua sebelum kantornya selesai dibangun.
Something fishy, kata Charles.
Dan gue setuju.
Pertanyaan yang harus dijawab:
Satu siapa yang beli?
BGN beli 21.000 unit motor listrik.
Dari merek apa?
Importir mana?
Harganya berapa per unit?
Total anggarannya berapa?
Dua dari anggaran mana?
Kalau Kemenkeu sudah blokir di 2025 dari mana uangnya keluar di 2026?
Ada pos anggaran yang tidak terpantau?
Tiga siapa distributornya?
Kantornya belum jadi tapi sudah jadi distributor resmi pengadaan pemerintah itu bisa terjadi hanya kalau ada yang melindungi di belakang.
Empat kenapa motor listrik untuk program makan bergizi gratis?
SPPG adalah satuan dapur kepala dapurnya butuh motor untuk apa?
Untuk koordinasi antar lokasi?
Oke, mungkin.
Tapi 21.000 unit?
Tanpa laporan ke DPR?
Ini bukan soal motor listriknya.
Ini soal tata kelola yang berantakan dari program yang anggarannya Rp71 triliun per tahun.
Kalau pengadaan motor saja bisa bypass Kemenkeu, bypass DPR, masuk diam-diam, dan kantornya belum jadi apa lagi yang bisa bypass dengan cara yang sama?
Dan ini yang paling menyakitkan:
Program MBG lahir dari niat mulia memberi makan anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi. Itu niat yang tidak bisa diperdebatkan kebenarannya.
Tapi niat mulia yang dieksekusi dengan tata kelola yang kotor ujungnya bukan anak-anak yang kenyang. Ujungnya distributor motor yang belum punya kantor yang panen.
Dan yang rugi? Sama seperti biasa.
Rakyat yang bayar pajak.
Dan anak-anak yang harusnya dapat makan bergizi tapi anggaran programnya habis di jalan.
Senin 13 April 2026 BGN dipanggil Komisi IX DPR.
Dan gue harap DPR kali ini tidak cuma memanggil tapi benar-benar minta jawaban yang konkret dan transparan.
Karena kalau rapat Senin itu berakhir dengan jawaban normatif dan tidak ada yang dipecat atau diselidiki berarti kita semua tahu ceritanya akan ke mana.
Luis Suarez amat dibenci publik Ghana. Dalam laga perempatfinal Piala Dunia 2010, Suarez mengadang sundulan Dominic Adiyiah yang berpotensi jadi gol dengan tangannya!!!
Gara-gara aksi tersebut, Suarez beroleh predikat culas, tak sportif, iblis dan hujatan buruk lainnya. Namun apa responsnya?
"Aku tak perlu meminta maaf kepada siapa-siapa. Benar aku melakukan pelanggaran, tapi tak mencederai pemain mereka. Sebaliknya, pemain Ghana sendiri yang gagal mengeksekusi penalti, maka luapkan amarah padanya".
Apa yang diutarakan Suarez bukanlah simfoni pembela diri. Dirinya menuturkan semuanya dengan hakiki.
Suarez melakukan handball, diacungi kartu merah & Uruguay dihukum penalti. Tak ada yang kurang karena dia & Uruguay menanggung risikonya sendiri. Lucunya, pemain Ghana yang gagal menuntaskan tugasnya secara presisi.
Terlihat nyata bahwa Suarez punya karakter luar biasa. Di lapangan, dia siap melakukan segalanya tanpa peduli orang berkata apa. Sebab yang terpenting, timnya berjaya. Mentalitas yang layak ditiru pesepakbola lainnya.
The distance between Makkah and Madinah is about 450 km. That means if you were driving at a continuous speed of 80 km per hour, you would arrive in approximately 5 hours.
Imagine, O believer, that the Messenger of Allah ﷺ traveled half of this distance riding on camels and half of it walking on his own feet, for eight days, accompanied by Abū Bakr aṣ-Ṣiddīq رضي الله عنه, in extremely hot days and very cold nights.
Our Prophet ﷺ carried his belongings and burdens that even mountains could not bear, after leaving his home in haste under the cover of darkness, fleeing with his religion from Quraysh, who had firmly resolved to eliminate him ﷺ.
Why all this hardship, exhaustion, and suffering?
All of this was so that this religion might prevail, that the universe might be illuminated with the light of truth, pushing away the darkness of ignorance and jāhiliyyah, and so that believers might live in the light of faith.
May my soul and my family be sacrificed for you, O Messenger of Allah.
O Allah, send prayers and peace upon our master Muhammad.🤲
#Hijrah #ProphetMuhammad ﷺ #Seerah #MakkahToMadinah #LoveOfTheProphet #SacrificeForIslam #IslamicHistory #PathOfTruth #LightOfIslam #FaithAndPatience #AbuBakr #IslamicReminder #Salawat #PeaceBeUponHim
@kontakBRI@BANKBRI_ID tolong penanganan pengaduan saya dipercepat dong. Saya semalem transfer gagal, tapi sampai saat ini saldo belum kembali ke rekening. Nomor pengaduan TTB000091988869
This is my small family, we survived a genocide!
My wife Yara, my two children Imad and Adam, and I send our love to the free world ❤️.
If this matters to you, comment with a dot ( . ) .