Tanpa banyak basi, pelaku adalah Fajri Revandy Putra, alumni FIS S1 Pendidikan Geografi UNJ lulusan 2021 dan saat ini bekerja di Good Doctor serta aktif di komunitas sosial yg berbagi makanan tiap minggu.
IG: fajrirevan
X: _rrevan
Wih. Kepala intelejen militer mundur? Hebat juga rezim ini.
Dulu pembantaian rakyat di km 50 meski jelas land cruiser hitam itu mudah dilacak milik siapa ngga ada yang mundur.
Unpopular opinion: gausah FOMO beli rumah, di jakarta dan sekitarnya. Karena rata-rata yang punya rumah sendiri di usia muda itu antara warisan, dikasih org tua atau dibantu orang tua buat DPnya.
Percayalah baju di Matahari (terutama private label-nya kaya Nevada, Cole, Connexion, & Suko) itu secara kualitas sebagus produk fesyen ritel luar. Soalnya ada beberapa yang pabriknya sama QC-nya bagus. Lebih bagus daripada baju brand lokal kebanyakan yang harganya lebih mahal.
Kamu minta maaf dulu waktu itu nyebar hoax ambulan bawa batu. Kamu juga ikut menebar teror dan fitnah waktu aksi RUU KPK, Omnibus dan ikut fitnah Taliban di KPK.
.
Kasih tahu siapa yang instruksi dan dibayar berapa. Jangan cuci dosa gitu aja kamu.
Masalah diskusi geopolitik di Indonesia bukanlah kurangnya informasi.
Tapi, kita punya terlalu banyak “pakar instan”: i.e. Mardigu & “Prof Jiang”
Ketika opini awam dianggap setara dengan ahli, kita ada di dark age.
Tulisan saya di @ConversationIDN:
https://t.co/fraMSmvkaC
radit dari lahir kaya, enggak pernah resah soal duit.
jadi otomatis concernnya ke hal2 lain, kita bisa liat buku2nya dulu kuat bgt tema percintaan, sekarang karna umurnya udah 40an doi sering ngundang dokter karna resah tentang kesehatan.
ketika saya dikejar2 hutang milyaran, mau sakit, mau teler kurang tidur, mau demam, ya harus kerja buat bayar hutang. harus kerja buat hidup gak punya back up orang tua kaya 🥲
dan mungkin banyak orang di indo waktu kosong diisi buat freelance, jualan, dan cari cuan tambahan buat hidup.
jadi bukan 4 jenis kekayaan lain kita sepelekan, buat hidup layak aja berat gimana mau mikirin yg lain 😅
Nah poin saya lebih ke twit mas Radityo seperti mendegradasi keilmuan Mearsheimer dengan kata2 "orang kayak Mearsheimer..."
Makanya saya bertanya kenapa dengan dia, soalnya kami banyak merujuk ke dia soal sejarah IR dan diskusi2 yg lebih teoritis
Dari poin of view yg diambil mas Radityo sepertinya soal perbedaan pandangan Mearsheimer yg condong ke Timur sedang mas Radityo condong ke barat kah?
Atau gimana...