π£π₯ππ¦ππππ‘ πππππ’ππ’π¦ β’ π₯ππ£π¨ππππ πππ‘π¦π’π¦ |
- "π»πππππππ πππ ππ, ππππππ ππππππ" -
________________________________
Seekor binatang politik yang sedang berkuasa, berkata :
"πΊπππ πππππ πππππ ππππππ π ππππππππ πππππππ πππππ ππππππππ"
.
.
Dan pada waktu yang sama ia "menyelundupkan" anak biologisnya untuk berkuasa, lalu mendudukkan penculik di singgasana negara.
Maka ia sedang tidak menjadi jembatan politik, melainkan jamban politik, yang meruntuhkan demokrasi, menimbun reformasi dengan tinjanya sendiri, menenggelamkan Mahkamah Konstitusi dengan kencing anak haram konstitusi.
Penguasa yang melakukan berbagai intrik dgn kepiawaiannya menghindari delik, untuk melanggengkan kekuasaannya maka ;
ππΌππ ππππππΌππΌ πππΏπΌππ πππππππ½ππππππΌπ πππ πΌππΌππΌπ.
Itu pasti.
.
.
Seorang hakim di Probolinggo menulis ini. Merasa malu dan sedih sbg. hakim krn skrng hukum diperdagangkan di Pengadilan, disutradai oleh Ketua Pengadilan, dimainkan scr berjamaah oleh majelis hakim. Masih bnyk hakim yg baik, tetapi ikan selalu busuk dari kepalanya.