Bagaimana Yogyakarta bertahan di tengah krisis? jagalah pasar, karena itu adalah jantung kehidupan kota dan pondasi kemakmuran rakyat, bersihkan dari praktek riba dan penimbunan (spekulasi), hilangkan cukai dan pajak untuk komoditas pokok @kratonjogja@GkrBendara@HumasYogya
Di Yogyakarta pergi ke pasar, ambil duit di ATM padahal parkir di lokasi punya Bank, mau makan pinggir jalan, mampir mini market bayar parkir, ke apotik bayar parkir, pokoknya semua bayar parkir. Akan sangat istimewa kalau bayar parkir ditiadakan @kratonjogja@HumasYogya
Arsitektur yang indah dengan identitas lokal yang kuat tapi kekinian, hanya saja detail landscape desain interiornya kurang tajam kelanjutannya di dalamnya @kratonjogja@GkrBendara@GKRMangkubumi@HumasYogya
Pertama ditampilkan, Bregada Langenkusumo, Prajurit Perempuan Kraton Jogjasaat Garebeg Mulud Dal 2025 yang digelar Jumat (05/09).
#grebegmulud#kratonjogja
Inilah wujud Gunungan Brama (Bromo) yang hanya 8 tahun sekali dikeluarkan bertepatan dengan Tahun Jawa Dal, sehingga membedakannya dengan prosesi Hajad Dalem Garebeg Mulud seperti tahun-tahun sebelumnya. #grebegmulud#kratonjogja
Saran saya kepada @kratonjogja kalau Danais dikurangi, sebaiknya Kesultanan minta setoran pajak ke pemerintah dikurangi, tanah dan bangunan pemerintah bayar sewa, zakat maal (wakaf) dalam otoritas Kesultanan dan lain lain https://t.co/urBvKIEQC0
Mau ngopi di Kotagede, suasana tenang, jauh dari keramaian, dengan kopi robusta premium, silahkan mampir saja ke Kopi Sufi (2016), kedai yang khusus gunakan ibrik. Buka pagi jam 08-10.00 dan sore 16.00-21.00 , atau bisa DM untuk janjian ngopi di luar jam operasional. Lihat
Sedang dibangun tol diatas Sungai, ini karena Sultan tidak ingin jalan tol menggusur persawahan Yogyakarta. Sultan yang bijak. (FB. Kisah Ulama dan Sejarah Nusantara)
Pembangunan Tol Jogja-Bawen di Margokaton, Seyegan, Sleman. *Photo: Hajar_Prasetyo @humas_jogja@kratonjogja
Kesultanan Yogyakarta dan masyarakat Yogyakarta harus menjaga tanah air mereka dari 'investasi' utang riba asing dan aseng. Kraton tanpa memilik tanah air dan wilayah berarti kepunahan @kratonjogja@GKRMangkubumi@gkrcondrokirono
Yogyakarta perlu merestorasi pasar-pasar, jadikan pasar sebagai wakaf Kesultanan, melarang transaksi riba, spekulasi, penimbunan, kecurangan, barang haram. Pasar menjadi sedekah dari Sultan, menunjuk petugas pasar yang mengerti hukum jual beli (halal) @kratonjogja@GKRMangkubumi
Kesultanan Yogyakarta perlu mendisiplinkan warga yang membuang sampah sembarangan, mereka yang tidak perduli tentang orang lain dan lingkungan adalah sampah yang sebenarnya @humas_jogja@kratonjogja@GKRHayu@GKRMangkubumi#Yogyakarta
Jantung kehidupan suatu kota adalah pasar, bukan mini market dan super market, karena itu pasar perlu ditata ulang dan diperbaiki, pelarangan segala bentuk riba, tidak ada sewa tempat, tidak ada pajak dan cukai. Jadikan pasar sebagai wakaf publik @MasMansuri
Peternakan Nyamuk Di Yogyakarta. https://t.co/prXl8SPbEV… Kesultanan Yogyakarta perlu meninjau ulang program nyamuk Bill Gates dengan UGM Yogyakarta @kratonjogja@GKRMangkubumi@gkrcondrokirono
URGENT! PERHATIKAN @kratonjogja@GKRHayu Tolong hentikan program nyamuk WOLBACHIA dari BILL GATES Foundation dan @UGMYogyakarta, itu membahayakan keamanan bangsa, lihat segera ulasan Prof Richard Claproth (Bali) https://t.co/QwZruJCbK9 #Yogyakarta#Bali
Yogyakarta perlu merestorasi pasar-pasar, jadikan pasar sebagai wakaf Kesultanan, melarang transaksi riba, spekulasi, penimbunan, kecurangan, barang haram. Pasar menjadi sedekah dari Sultan, menunjuk petugas pasar yang mengerti hukum jual beli (halal) @kratonjogja@GKRMangkubumi