🎙Thierry Henry membalas sindiran Jürgen Klopp terhadap Arsenal.
"Dengan segala hormat kepada Jürgen, itu sama sekali tidak benar.
"Gol Jerman memang sudah tepat dianulir karena ada pelanggaran yang jelas terhadap penjaga gawang. Anda tidak bisa menghalangi, menahan, atau mengganggu pergerakan kiper lalu berharap gol tersebut tetap disahkan."
"Dan membandingkan insiden itu dengan Arsenal jelas tidak adil. Arsenal adalah salah satu tim terbaik di Eropa dalam situasi bola mati karena pergerakan, timing, dan kualitas umpan mereka, bukan karena menahan atau menghalangi kiper. Kami menyerang bola, menciptakan ruang secara sah, dan telah mencetak banyak gol dengan cara seperti itu."
"Kalau ingin mengkritik sebuah keputusan, lakukan berdasarkan Laws of the Game (Peraturan Permainan), bukan dengan menyeret Arsenal ke dalam pembahasan. Itu adalah dua situasi yang sama sekali berbeda."
---
Konyol sih udah ada VAR tiap gol itu di cek sama wasit VAR kalo faktanya gol sah ya mau gimana lagi. Dulu gol2 kaya gini ke gawang arsenal kita ga pernah protes. Sekarang aja gara2 arsenal juara banyak yang gak terima.
Pemain favorit gue di tim Jepang
Namanya sangar, mainnya sangar, mukanya juga sangar. Mau pas mode skinhead kayak dulu atau berambut kayak skrg ini orang keren banget
Daizen Maeda
Brazil needs a needs a goal:
Gabriel Magalhães steps up and provides a sublime assist.
Gabriel Martinelli steps up and scores the winner.
Aside from their first names, Brazilian heritage and Arsenal football, what else do the two Gabriels have in common?
They’re premier league champions. But you knew that already.
You see stuff like this and realise why no other sport comes close. Football is so closely tied to national identities, the nation's culture and it has played a role in the upliftment of nations. Nothing replicates it.
Di Jerman, siaran Piala Dunia pake overlay diatas pemain yang lagi pegang bola, ada radar (mini map), dan live-data lainnya sepanjang pertandingan.
Bener2 kaya main game bola. 🤯