Enggak semua orang paham apa yang kamu rasain. Sudah dewasa simpan sendiri,rasain sendiri,jalanin sendiri,ga semua harus di publish di sosmed try learn to settle to yourself. Kalau cape rest really can't make everything change,but there's nothing wrong with stopping for a while.
Yang tampak dewasa pun ada waktunya ia kecewa dan tak baik baik saja.
Yang kuat pun punya lelah dan adakalanya merasa lemah.
Jadi saling mengerti dan memahami itu penting, agar diam tak disalah arti jadi benci, tak bertegur disangka marah, atau tak menyapa dikira jadi lupa.
Kadang seseorang butuh jeda dari riuh untuk menghimpun tenaga dan beristirahat dari jenuh.
Jadi beri ruang, mungkin ia ingin tenang. Jadi jangan dulu salah paham, karena seseorang mungkin lelah dan butuh diredam.
Dulu, gw pikir jadi dewasa itu tentang kerja dan bayar tagihan.
Ternyata… jadi dewasa itu tentang gimana lo hadapin masalah tanpa kabur.
Waktu kecil, ada masalah?
→ Nangis, teriak, ngambek.
Semua reaksi spontan, semua tentang aku marah, aku sedih.
Waktu remaja, ada masalah?
→ Ngedumel, overthinking, kadang ghosting.
Ngerasa nggak ada yang ngerti, akhirnya dipendem.
Bikin story galau biar “kode” tapi nggak benar-benar ngomong.
Waktu mulai dewasa…
→ Ada masalah, ya dibicarain.
Ditanya: “Kamu kenapa?” dijawab, bukan dihindari.
Belajar bilang: “Gw ngerasa nggak nyaman, kita bisa omongin nggak?”
Karena jadi dewasa bukan soal umur.
Tapi soal kemampuan buat tetap hadir,
meski kepalanya penuh emosi.
cape nya orang kesepian tuh emang beda. kadang rasanya kayak tenaga disedot habis tanpa ngapa-ngapain. badan berasa berat, pikiran kosong, tapi hati malah penuh sama hal-hal yang ga bisa dijelasin. akhirnya kalo ga nangis ya tidur, bukan karena capek fisik, tapi lebih ke capek nahan yang ga bisa diungkapin.
kadang udah berusaha nyari distraksi, buka hp, scroll sana sini, tapi ujung-ujungnya balik lagi ke rasa kosong yang sama. bantal jadi saksi berapa kali mata merah karena nangis, dan kasur jadi tempat pelarian yang paling aman. tidur bukan lagi soal istirahat, tapi lebih ke cara biar waktu cepet berlalu, biar besok bisa pura-pura baik-baik aja.
tapi ya gitu, bangun tidur tetep aja sama, ga ada yang berubah. tetep sepi, tetep kosong, tetep ngerasa ada yang hilang tapi ga tau apa. mau cerita tapi takut ganggu, mau ngeluh tapi bingung mulai dari mana. akhirnya yaudah, diulang lagi, nangis lagi, tidur lagi, terus gitu aja sampai entah kapan.
titik capeknya seseorang adalah diam.
dia ga akan memintamu melakukan hal yg dia mau, tapi dia akan membiarkanmu melakukan apapun yg kamu mau.
berusaha buat ga terlibat perdebatan denganmu lagi, karena dia tau, yang benar-benar sayang ga akan membuat dirinya mengemis soal apapun!
Teruntuk perempuan dibaca ya:
Menjadi cantik tidak akan membuat dia bertahan. Memperlakukan dia dengan baik tidak akan menjamin dia tidak akan pergi. Peduli dengan dunianya, selalu mengutamakan kepentingannya dibanding diri sendiri, tidak juga memastikan dia tidak akan meninggalkanmu.
karma said :
tidak akan ada orang yang hidupnya baik-baik saja, setelah membuat hidup orang lain tidak baik, dunia ini berlaku “tabur tuai”
jadi, jangan harap memetik bunga yang wangi, jika yang kamu tanam adalah bunga bangkai.
puncak dari kesabaran itu adalah; ketika kamu diam namun di dalam hatimu ada luka yang dapat berbicara, sedangkan puncak dari kekuatan itu adalah; ketika kamu dapat tersenyum, padahal ada ribuan air mata yang tertahankan.