Salah satu penampilan sang Juara musim ini, act out sebagai guru. Namun, Mukmin yaa tetap Mukmin, tetap materi satir khas miliknya yang mengkritik tataran sosial saat ini, dan dideliver dengan sangat apik.
"Radit ada? Imannya ada gak tuh"
"Joko ada? Ohh pulang yaa, sebagai rakyat biasa"
"Raka ada? Ohh Raka nggak sekolah"
Masterpiece!
📽: Kompas TV
casting director rly saw them terrorize everyone on screen and said “yeah lets make them romcom leads” and somehow THEY WERE RIGHT
this insane pairing will forever gag me
1 Juni Royyan diculik di Sangatta
2 Juni penculik ditangkap di Balikpapan
3 Juni Royyan ditemukan dalam keadaan meninggal di sungai kecil dekat Masjid Agung Al Faruq, Sangatta
Warga, selalu waspada ya.
Kronologi lengkap kasusnya di sini:
https://t.co/nIwvylyzJn
"Percuma ganteng kalau pacarnya juga ganteng" #MelawanLupa
Dititik ini baru percaya dengan videonya Mbah Amien Rais. Apalagi tidak disanggah langsung oleh buna.
gue cukup pede untuk bilang bahwa gue “mampu”. ada privilege dari pekerjaan gue sebagai musisi—yang, puji tuhan—berhasil dan uangnya lebih dari cukup.
akhir-akhir ini gue merasa terdampak dengan kenaikan harga barang-barang karena rupiah yang melemah.
kalau gue aja terdampak, gue gak kebayang kalian bakal gimana. serem.
bener kata tu orang. ikan busuk dari kepala. bawahnya mau diapain pun gak akan guna, karena yang busuk dia sendiri.
I’m at that weird age where every younger person I meet makes me realize how much l've aged, and every older person I meet makes me realize I'm still a baby.
In this economy in this economy...
In this economy tuh harusnya kita USIR tu para bule-bule yang buka bisnis dan melakukan gentrifikasi terhadap warga lokal!
"my royal nemesis" leads literally have no huge stardom, no star PD or writer, neither tentpole budget but the whole TL are tuning in bcs people can recognize a good show. So try to appreciate a simple, feel good, romcom which punching above its weight right now (and rightfully so) instead of being rude
Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.