GILA!!
Ternyata UU Omnibuslaw dibuat untuk memperkaya Oligarki dengan cara Batu Bara tidak lagi termasuk barang kena pajak
𝐒𝐄𝐇𝐈𝐍𝐆𝐆𝐀 𝐍𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐣𝐚𝐤 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐓𝐚𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐚𝐭𝐮 𝐛𝐚𝐫𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐬𝐚𝐫 𝟏𝟓𝟎 𝐓𝐫𝐢𝐥𝐢𝐮𝐧/𝐭𝐚𝐡𝐮𝐧
Dan pemerintah lebih memilih menaikkan PPN 12% yang jelas akan mencekik rakyat kecil dan menengah
#TolakPPN12Persen
...Prabowo ini emang bodoh bukan main.
Demi nambal APBN 2025 (600T) sampe meras rakyat naikin PPN 12%.
Padahal kalo berani naikin pajak 10-15% kpd 1000 orang terkaya, itu bakal dapat min 700-800T.
Pertanyaan besar'y:
Knp Prabowo gak bernyali majakin orang2 super kaya? (``,)
@simpwords@worksfess Iya bisa sebenernya kakk, cuma kan harus ngurus ke kpp yg terdaftar npwp nya, PR nya kalo bener² jauh. Biasanya dr segi not4r1s sama pembelinya pengen cepet², plus kadang berkas² yg lain yg udah siap masuk kantor pertanahannya ada masa berlakunya, itu yg bikin pusing juga
Infokan siapa saja influencer, artis, media, klub bola, dan brand pendukung rezim.
Kita boikot. Semuanya.
Akun influencer: mute, block, dan report.
Brand: jangan dibeli.
Website: cari alternatif.
Seperti boikot McD dan Starbucks. Langsung kita putus sumber mata airnya.
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.
barusan baca tentang narcissistic parenting.
pas baca, kok, hmm.. memang beneran ada yang kayak gini. ☹️
jadi, di narcissistic family, kebutuhan orang tua adalah no. 1.
pokoknya menyenangkan dan memuaskan orang tua adalah hal utama.