Bersedihlah kepada rakyat tertindas, jangan ke drama penguasa. Hari ini tim kami sedang melaksanakan distribusi donasi selama 9 hari di Kalimantan Barat (Pontianak, Ketapang, Kayong Utara)
Dengan rincian Rp175.350.000 :
Masker KN95 (30.000), Googles (1500), Respirator (1500), Gloves (1500)
Distribusi berikutnya kami sedang cari cara untuk Papua Selatan. Terlalu banyak duka untuk masyarakat kita, jangan habiskan energi untuk berduka ke penguasa!
ALERTA ALERTA ALERTA GUYS 🚨🚨
DARI P4PU4 SELATAN,
HABIS SUDAH TEMAN-TEMAN,
HUTAN-HUTAN KITA!! 😭💔
UP P4PU4 TEMEN TEMEN ‼️
#AllEyesOnPapua#PapuaBukanTanahKosong
Hutan di Papua masih terbakar. Masyarakat adat Papua marah karena belum melihat respons dari pemerintah untuk menangani kebakaran tersebut.
Bagi masyarakat adat Papua, hutan bukan sekadar bentang alam. Hutan adalah ruang hidup, sumber penghidupan, dan warisan yang harus dilindungi.
#Watchdoc
BANTU UP YA MANTEMAN.
Kebakaran hutan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan
Sejak akhir Oktober hingga awal November 2026, kebakaran dilaporkan terjadi di tiga distrik, Maima, Walelagama dan Popugoba yg berlokasi di pinggiran Wamena, ibukota Jayawijaya. Warga lokal mengatakan api muncul sejak dua pekan terakhir.
Para pemuda menggerakkan sejumlah warga untuk memadamkan api, menggunakan perkakas seadanya, seperti ranting dan daun kering. Upaya ini terus dilakukan selama berhari-hari.
Sumber: Harian Kompas
Kirim PASUKAN INDONESIA KESINI agar segera PADAM KEBAKARAN HUTAN maka KEKUASAAN mu akan BERTAHAN
Tetapi...
Jika kau Kirim Pasukan INDONESIA untuk Mempertahankan KEKUASAAN, maka Anda akan Kehilangan KEKUASAAN yang anda idamkan seumur hidup...
SUARAKAN P4PU4 YA TEMAN TEMAN ‼️
Api sebesar dan seluas itu cuma dipadamin pakai alat semprot dan ranting daun, Karena untuk air… sekedar air bersih aja mereka kesusahan guys… Itulah berkali-kali aku bilang, P4PU4 tidak pernah mendapatkan keadilan di Indonesia. Bencana dibiarkan, prasarana rusak dibiarkan, rakyat kelaparan dibiarkan.
P4PU4 selalu menderita dari dulu sampai sekarang. 🥺🥺💔💔
TETAP FOKUS PADA PERSOALAN RAKYAT.
Hingga kini krisis ekologi masih terjadi. Kebakaran hutan dan lahan belum padam, kerusakan lingkungan terus berlangsung, sementara penanganan bencana belum maksimal.
Hingga kini APBN yang bersumber dari uang pajak masyarakat belum sepenuhnya dikelola untuk kepentingan rakyat. Ratusan triliun rupiah dialokasikan untuk program populis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Hingga kini biaya pendidikan dan kesehatan masih mahal. Kesejahteraan guru dan tenaga medis masih rendah. Akses terhadap layanan dasar yang layak masih menjadi persoalan bagi masyarakat.
Hingga kini korupsi, kolusi, dan nepotisme masih terjadi. Penegakan hukum masih timpang. Kebebasan berpendapat dan berekspresi masyarakat masih terancam, sementara penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM belum tuntas.
Hingga kini reformasi sektor keamanan belum selesai. Reformasi kepolisian masih menyisakan persoalan pengawasan dan akuntabilitas. Sementara itu, perluasan peran TNI di ruang sipil terus menguat dan mengancam supremasi sipil.
Jangan sampai kegaduhan dan pertarungan di lingkaran elite kekuasaan membuat kita melupakan berbagai persoalan mendasar tersebut.
#Watchdoc
Tetaplah berisik. Mereka semua punya hutang tanggung jawab atas krisis kemanusiaan dan ekologi yang terjadi. Sistem yang kacau juga ulah dari kubu-kubu yang berseteru.
Ingatlah bahwa mereka menikmati segala kongkalikong.
Fokus warga jaga warga. Warga kawal warga.
Zaman bersiap:
1. Harga terus naik, pekerjaan sulit.
2. Krisis lingkungan dan bencana merata.
3. Daerah diperlakukan tak adil.
4. Militerisme merajelela.
5. Pejabat dan kebijakan makin ngawur.
6. Represi dan persekusi terus terjadi.
7. Partai politik membisu tak berfungsi.
8. Sentimen global terus merosot.
9. Skandal politik (kasus ijazah).
10. Elit mulai adu otot secara terbuka.
#ResetIndonesia
KALAU KALIAN GAK TAU DI BEBERAPA DAERAH YANG BANJIR ITU ADALAH DAERAH KORPORASI TAMBANG YANG SELAMA INI MAHASISWA DAN MASYARAKAT SIPIL SUARAKAN!!! ALAM UDAH RUSAK TAPI PEMERINTAH GAK MAU MELAKUKAN MITIGASI BENCANA.