JUST IN : RESPON BUDIMAN TERHADAP KEOS YANG TERJADI DI UGM
jawabannya cenderung normatif, bahkan pemandu acara sudah sampai bertanya beberapa kali "bagaimana respon anda dicap penghianat reformasi"
Masih aja berkutat pada "kemarin tidak sempat terjadi dialektika seperti itu"
Sudah dijelaskan berkali kali lo padahal, masih aja ga nyambung jawabannya😅
Penjelasannya terkait bagaimana dia bergabung ke pemerintahan Prabowo juga terhitung minim malunya, sebagai mantan aktivis bisa bisanya bilang seperti itu, kocak betul mantan aktivis ini.
Apa poin utama di balik rentetan aksi mahasiswa belakangan ini?
Di diskusi Prime Plus CNN Indonesia, Wakil Ketua BEM UI (Fatimah Azzahra) menjabarkannya dengan tajam dan bernas.
Berikut beberapa kutipan dari ucapannya yang menurut saya menarik
Program MBG dan Pengentasan Stunting
"Saya sebagai mahasiswa kedokteran sangat mempertanyakan ya, kalau alasan yang terus-terusan digaungkan sampai hari ini bahkan itu masih tentang menyelesaikan perihal stunting gitu ya."
"Kita semua saya yakin sudah tahulah bahwa bahkan sejak masa pemilu saja, ketika debat capres sudah banyak sekali pakar yang menyebutkan gitu, bahwa stunting itu tidak tepat ketika ditreat dengan MBG makan bergizi gratis yang diberikan pada anak sekolah yang momentum 1.000 hari pertamanya itu sudah terlewati."
"Sehingga menurut saya perbedaan pendapat tuh tidak apa-apa. Tapi kalau seandainya ada satu hal fundamental secara sains yang memang sudah tidak sesuai, apakah itu masih perbedaan pendapat atau memang sesuatu yang perlu diperbaiki gitu."
========
Komunikasi Publik dan Empati Pemerintah
"Presiden itu tidak dipilih oleh rakyat dengan ekspektasi bahwa beliau tuh akan berterima kasih-terima kasih saja ketika dikritik gitu. Apa sih yang rakyat inginkan? Rakyat tuh inginnya ketika ada sesuatu hal yang disampaikan oleh mereka ada hal yang 'Pak Anda mungkin salah, Pak kita tidak ingin seperti ini', dijawab dong oleh Presiden gitu. Harapan rakyat itu seperti itu."
"Apa versimu Pak Presiden? Maka Presiden menjelaskan ini begini, ini begini, untuk isu ini begini begini begini. Bukan ada isu diterima 'oh terima kasih, terima kasih'. Loh ini dipilih 58% yang dibanggakan dari dulu, tapi ketika rakyatnya itu punya pertanyaan punya aspirasi hanya terima kasih terima kasih tidak ada output gitu."
"Kalau hanya terima kasih-terima kasih itu, kalau kita habis scan QRIS, itu ada terima kasih otomatisnya. Kita enggak perlu presiden gitu kalau hanya untuk mengatakan terima kasih. Ya presiden tuh untuk menyampaikan solusi dan rakyat itu berhak tahu ketika Presiden mengalami hambatan itu tidak boleh disembunyikan. Itu yang kita rasakan sekarang ketika ada hambatan disembunyikan."
========
Program MBG dan Monopoli Ekonomi
"Ketika MBG ini diterapkan, bahwa banyak loh orang-orang yang mungkin menjadi pengangguran baru juga seperti itu dengan justru adanya MBG ini. Misalkan kantin-kantin di sekolah."
"Saya rasa kita sudah banyak ya melihat berita-berita bahwa kantin-kantin di sekolah itu mengalami sepi gitu. Karena mereka jadinya anak-anak enggak mau beli mereka. Karena mereka tuh paling tinggi penjualannya ketika sesi makan siang seperti itu kan, yang itu digantikan oleh MBG."
"Dan berapa banyak dalam satu sekolah itu ada berapa banyak penjual kantin? Kita katakan satu kota itu ada berapa sekolah lagi. Sehingga sebetulnya kita merasa bahwa MBG ini sendirilah yang justru memonopoli ruang-ruang pekerjaan itu seperti itu yang seharusnya mereka bisa hidup gitu."
========
Closing Statement : Analogi Korupsi sebagai Kanker
"Mungkin sebagai summary ya. Jadi saya ingin sedikit dalam perspektif saya sebagai mahasiswa FK gitu ya. Dalam tubuh kita tuh ketika ada satu jaringan yang terkena kanker begitu ya, yang sudah menyebar luas, maka tidak ada pilihan lain selain mengangkatnya dan memisahkannya dari tubuh kita. Supaya tubuh yang lain ini tidak semakin terdampak begitu."
"Nah dalam posisi negara kita saat ini, saya memandang bahwa bangsa kita ini sedang mengalami sakit yang sama. Ada satu jaringan di situ penuh dengan keburukan seperti itu ya, yang akan merugikan bangsa kita lebih jauh lagi kalau tidak dipisahkan gitu, tidak di-eliminasi. Dan siapa yang paling bisa melakukan itu adalah Bapak Presiden Prabowo Subianto, yang sudah diberi amanah pada rakyat untuk menyelesaikan masalah bangsa gitu."
"Dan saya ingin mengatakan ya menggunakan kesempatan ini untuk mengatakan pada Pak Prabowo, bahwa Pak, Bapak sudah mencalonkan diri berkali-kali. Bapak sebegitu inginnya untuk berkontribusi gitu ya pada negara dan memberikan yang terbaik untuk rakyat, maka jangan biarkan kesempatan yang satu-satunya ini Bapak berikan pada satu orang dua orang tiga orang empat orang yang menjadi tangan-tangan Bapak yang menjauhkan Bapak gitu dari Bapak seorang presiden, Bapak negara kepada rakyat Bapak yang ada di bawah."
"Bapak harus mendekatkan diri, kalau bisa rakyat itu Bapak yang langsung jawab. 'Kita punya masalah ini, kita akan begini, ini yang akan kita lakukan, tenanglah rakyatku'. Itu yang seharusnya diinginkan oleh rakyat. Dan itulah yang seharusnya Bapak lakukan sebagai orang yang telah berkali-kali mencalonkan diri begitu inginnya mengabdi pada rakyat, maka seharusnya Bapaklah yang paling banyak berinteraksi dengan rakyat dan menjawab pertanyaan rakyat. Itu yang rakyat inginkan."
"BEM Bersatu" berdiri gagah di depan kamera, jas almamater rapi, baca tuntutan "sterilkan gerakan mahasiswa dari politik" sambil asal comot nama kampus seenak jidat.
Gerakan anomali seperti ini memang tujuannya untuk menggembosi gerakan mahasiswa yang memang benar-benar sedang menyuarakan aksi.
Buktinya udah numpuk nih:
- BEM FPSi UNJ: "Itu alumni 2020, bukan pengurus 2026. Kami tidak pernah kasih mandat!"
- BEM FTI UBSI: "Kami nggak punya pengurus nama Ahmad, nggak kirim perwakilan sama sekali!"
- Kolektif Mahasiswa UNAS: "BEM FISIP UNAS sudah dibekukan sejak 2014. Ini modus gembosi gerakan mahasiswa!"
It's game over! Kalian sudah tertangkap basah!
#IndonesiaGelap #demo #mahasewa
🚨 JUST IN: Ternyata rombongan aksi #demo yang memakai baju biru dan baju putih di sekitar Patung Kuda merupakan buzzer pemerintah.
Be careful guys!!!
Lagi-lagi uang pajak kita dipakai untuk bayar buzzer.
#IndonesiaGelap#MenujuIndonesiaBangkrut
There is something profoundly disturbing about the way Indonesia’s Cabinet Secretary, Teddy Indra Wijaya, chose to defend President Prabowo Subianto’s diplomacy on Palestine. The problem is not that he defended his president; that is, after all, part of his job. The problem is that in trying to elevate Prabowo into a heroic statesman, Teddy ended up revealing a far more troubling reality: the extent to which Indonesian officials have begun mistaking the management of catastrophe for the achievement of justice.
#Opinion by Dr. Muhammad Zulfikar Rakhmat & Shafa Kalila Aryanti
Read: https://t.co/GB8QxrzUlO
@Big83717Dude@Anissa1Q@RidhaIntifadha Silahkan dibaca, perhatikan betul2 trutama Chapter 4
Stunting tdk akan selesai hanya dengan memberi makan, problemnya kompleks
Jadi penanganannya tidak sesederhana hanya dg memberi makan, apalg klo tdk tepat sasaran
https://t.co/h8fotQrbRH
@Big83717Dude@Anissa1Q@RidhaIntifadha Silahkan dibaca, perhatikan betul2 trutama Chapter 4
Stunting tdk akan selesai hanya dengan memberi makan, problemnya kompleks
Jadi penanganannya tidak sesederhana hanya dg memberi makan, apalg klo tdk tepat sasaran
https://t.co/h8fotQrbRH
🚨 JUST IN: Terpantau Mahasiswa dihadang kembali oleh aparat di Benhil!!!
Lagi-lagi, dihadang sama pulici itu.. padahal Pemprov DKI udah bilang boleh menyuarakan aspirasi di Bundaran HI 🤯🤯
#demo#IndonesiaGelap#MenujuIndonesiaBangkrut
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengungkapkan Bundaran HI dipilih karena mahasiswa tak lagi percaya dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun pemerintah.